MANAGED BY:
KAMIS
27 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

BALIKPAPAN

Kamis, 23 Januari 2020 15:15
Pedagang Takut Biaya Sewa Mencekik

PROKAL.CO, SAAT ini jumlah lapak yang berada di kawasan Pasar Inpres Kebun Sayur ada 171 kios. Semenjak pasar mengalami kebakaran hingga kini belum ada sentuhan perbaikan. Ada pun tempat penampungan sementara (TPS) yang dibuat juga tidak sesuai dengan keinginan pedagang.

“Tidak semua dapat tempat yang bagus, jadi ada yang sepi. Salah penataan, tidak sesuai dengan janji awal,” kata Ketua Persatuan Pedagang Pasar Inpres Kebun Sayur Muhammad Amin. Dia mengungkapkan, kabar rencana revitalisasi pasar sebenarnya bagai angin segar untuk pedagang.

Mereka sesungguhnya tidak merasa keberatan untuk revitalisasi Pasar Kebun Sayur. Namun dengan catatan, relokasi harus dilakukan tidak jauh dari area yang ada. Tepatnya masih dalam satu kawasan Pasar Kebun Sayur. Tidak jauh dari lokasi TPS yang ada saat ini.

“Jadi kami tetap ada di area ini, sambil nanti dibangun lagi pasar,” ucapnya. Hal yang tak kalah penting dari revitalisasi, pedagang berharap biaya atau harga sewa juga masih wajar. Sebab mereka bisa mengupayakan sewa dengan kredit atau mencari pinjaman. Namun pedagang khawatir jika proyek revitalisasi ini digarap pihak swasta. 

Pedagang takut kehadiran swasta bisa mencekik pedagang dengan biaya sewa yang tinggi. Ini tidak terlepas belajar dari pengalaman revitalisasi Plaza Kebun Sayur yang dulu terkenal dengan sebutan Shopping. “Pengalaman digusur kemarin dan digarap swasta, kita tidak sanggup karena terlalu tinggi (biaya),” ucapnya.

Pria yang akrab disapa Haji Ahmad ini mengungkapkan, jauh sebelumnya sudah terdengar kabar revitalisasi untuk pasar yang menjadi pusat cendera mata khas Kaltim tersebut. Namun belum ada kesepakatan dengan pedagang. Kabarnya harga kios yang ditawarkan terlalu tinggi sekitar Rp 400 juta.

Pemilik Toko Dua Bersaudara ini mengatakan, pedagang juga berpendapat agar tidak perlu mendirikan bangunan tinggi yang terdiri dari beberapa lantai. Sebab takut pembeli tidak akan mau berbelanja hingga lantai atas. Mereka yang memiliki toko di lantai atas cenderung lebih sepi.

“Idealnya konsep setiap empat toko hook berkelompok, hampir semua pasar begitu. Seperti di Rawa Bening Jakarta,” tuturnya. Berada di kondisi pasar yang seadanya sekarang, pedagang hanya dimintai retribusi sebesar Rp 5 ribu per hari yang dibuktikan dengan karcis. Pungutan retribusi ini pun hanya berlaku jika toko beroperasi. Sedangkan saat toko tutup, maka tidak perlu membayar retribusi tersebut. (gel/ms/k18)


BACA JUGA

Rabu, 26 Februari 2020 13:35

Perlu Perluasan TPS, Rencana Pindah Lokasi

BALIKPAPAN – Permasalahan sampah yang menumpuk hingga meluber ke jalan…

Rabu, 26 Februari 2020 13:25

Andi Walinono Jadi Penjamin Utang

Sidang RPU di Pengadilan Tipikor Samarinda Kembali Bergulir - sub…

Rabu, 26 Februari 2020 13:25

Pipa Transmisi Kembali Bocor

Darurat pipa transmisi bocor kembali terjadi, (25/2) sekira pukul 16.00…

Selasa, 25 Februari 2020 15:10

Jalan Sinar Mas Land Boulevard Difungsikan, Sayonara Macet, Genjot Mobilitas Warga

BALIKPAPAN mendapat hadiah monumental pada peringatan hari jadinya ke-123. Kemarin…

Selasa, 25 Februari 2020 14:41

Polda Kaltim Tetapkan Dua Tersangka, Merasa Jadi Korban, Bank Bukopin Ikut Buat Laporan

“Sudah dua orang ditetapkan sebagai tersangka. Hingga kini ada 20…

Selasa, 25 Februari 2020 14:33

Anjungan Kapal, Spot Wisata Baru di Kampung Pinisi

Objek wisata Kampung Pinisi telah menarik perhatian wisatawan. Sebagai inovasi,…

Selasa, 25 Februari 2020 14:31

Bocor, Pipa PDAM di Agung Tunggal Diperbaiki, 45 Persen Pelanggan Terganggu

BALIKPAPAN – Tekanan dari kendaraan yang sering melintas beresiko besar…

Selasa, 25 Februari 2020 14:31

Bocor, Pipa PDAM di Agung Tunggal Diperbaiki, 45 Persen Pelanggan Terganggu

BALIKPAPAN – Tekanan dari kendaraan yang sering melintas beresiko besar…

Selasa, 25 Februari 2020 14:29

Waspada, Awal Tahun 250 Kasus DBD, Sudah Tiga Pasien Meninggal

Musim penghujan tiba. Demam berdarah dengue pun kembali menghantui. Warga…

Selasa, 25 Februari 2020 14:27

Belum Ada Perda, Polisi Tak Berwenang, Pengetap Cuma Kena Tilang

BALIKPAPAN - Menindaklanjuti keresahan akibat ulah pengetap yang menggunakan sepeda…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers