MANAGED BY:
SENIN
17 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Kamis, 23 Januari 2020 14:44
Akhirnya..!! Boeing Hentikan Produksi 737-Max
Jejeran Boeing 737 Max yang diparkir dan tak diperbolehkan terbang. foto Getty Image

PROKAL.CO, WASHINGTON DC – Raksasa aviasi Boeing akhirnya memberlakukan penangguhan produksi pesawat 737-Max. Pemberhentian pengerjaan generasi terakhir seri 737 itu diklaim bakal berlangsung enam bulan. Namun, publik sudah telanjur sangsi terhadap klaim perusahaan tersebut.

Menurut CNN, pabrik perakitan di Renton, Washington, sudah tak lagi beroperasi mulai Senin lalu. Pemberhentian itu datang satu bulan setelah Boeing mengumumkan keputusan tersebut. ”Saat ini prioritas utama kami adalah mengembalikan produksi 737-Max,” tulis Boeing seperti yang dilansir New York Times.

Di bawah kepemimpinan baru, perusahaan yang didirikan William Boeing itu lebih bertindak hati-hati. Mereka tak lagi mengungkapkan target tak masuk akal terkait kembalinya 737-Max di udara. Mereka hanya menargetkan penerbitan izin pesawat tersebut pada pertengahan 2020.

Hal tersebut jelas berbeda dengan perkiraan mantan CEO Dennis Muilenburg, yakni akhir 2019. Target pertengahan itu pastinya disusul dengan integrasi dengan jadwal komersial. Lalu, melatih kembali pilot untuk mengoperasikan 737-Max yang baru.

Kabarnya, izin terbang bisa didapat Boeing pada akhir kuartal 1 2020 jika Federal Aviation Administration (FAA) tak menemukan masalah baru. Namun, CEO baru Boeing David Calhoun tak ingin kembali mengingkari janji. ”Kami menyadari bahwa konsumen, pengambil kebijakan, dan pemasok merasa kecewa dengan situasi ini,” ungkap Boeing.

Proses evaluasi ulang 737-Max memang penuh dengan rintangan. Awalnya, pesawat tersebut dikandangkan karena sistem MCAS yang menyebabkan kecelakaan besar dalam penerbangan Lion Air dan Ethiopian Airlines. Cacat di sistem tersebut telah menewaskan 346 orang.

Namun, akhir tahun lalu Boeing menemukan masalah lain pada salah satu pesawat tercanggih mereka. Yakni, bundel kabel yang berisiko menciptakan korsleting. Bundel itu berada di beberapa titik, termasuk kompartemen listrik di bawah kokpit.

Karena itulah, FAA pun menolak untuk memberikan tenggat yang jelas terkait pemberian izin 737-Max. Saat ditanya, otoritas penerbangan AS itu mengatakan bahwa pihaknya lebih mementingkan keamanan daripada pertimbangkan ekonomi. ”Kami memastikan semua isu keamanan yang muncul akan diatasi,” ungkap FAA.

Soal dampak ekonomi, pemberhentian Boeing jelas akan menyakiti bisnis AS. Meski tak akan memecat pegawai, perusahaan yang menggantungkan diri untuk menyuplai Boeing kini ikut tergeret. Di antaranya, General Electric dan Spirit AeroSystems.

Menurut Agence France-Presse, Boeing sendiri harus mencari dana USD 10 miliar (Rp 136 triliun) untuk mempertahankan program 737-Max. Saat ini Boeing baru mendapatkan pinjaman USD 6 miliar (Rp 81 triliun) dari beberapa bank besar.

Pengeluaran tersebut terdiri atas kompensasi untuk keterlambatan pengiriman, pesawat yang tak bisa terbang, korban kecelakaan, hingga perawatan pesawat yang sudah diproduksi tetapi tak bisa diantarkan. Mereka juga butuh banyak uang untuk membela diri dalam gugatan yang sedang dilancarkan beberapa pihak, termasuk pilot.

”Boeing telah mengkhianati kepercayaan pilot dengan mengantar pesawat meski bermasalah,” ujar Jon Weaks, presiden Asosiasi Pilot Southwest Airlines, kepada Financial Times. (bil/c10/dos)


BACA JUGA

Minggu, 16 Februari 2020 18:58

9 Mahasiswa Kaltim yang Kuliah di China Pulang, Ini Kisah Mereka Sejak Corona Merebak

SAMARINDA - Sembilan dari 14 mahasiswa se Kaltim dari Wuhan…

Minggu, 16 Februari 2020 12:45

Jakarta Setelah Ibu Kota Pindah, Gedung DPR Sudah Ada yang Ngincar

Pasca pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur, sejumlah aset…

Minggu, 16 Februari 2020 11:48

Sambut 5 Mahasiswa dari Wuhan, Rizal : Masyarakat Jangan Punya Anggapan Macam-macam

SAMARINDA - Walikota Balikpapan Rizal Effendi menyambut kedatangan 5 mahasiswa…

Sabtu, 15 Februari 2020 13:15

Bahan Baku Masih Terbatas, Lokasi IKN Baru Krisis Air

BALIKPAPAN–Ketersediaan air di calon ibu kota negara (IKN) menjadi sorotan…

Sabtu, 15 Februari 2020 12:40

Peredaran Narkoba di Kaltim dari Malaysia, Ada Celah di Akses Darat

SAMARINDA-Menyelesaikan masalah peredaran narkoba tak semudah membalikkan telapak tangan. Parahnya,…

Sabtu, 15 Februari 2020 12:39

Musda Golkar Kaltim, Keluarga Mas’ud All Out

SAMARINDA–Opsi diskresi oleh ketua umum Golkar bisa saja mencuat dalam…

Sabtu, 15 Februari 2020 12:36

SEMUA SEHAT..!! Lewati Masa Inkubasi Virus Corona, 14 Pelajar Kaltim Pulang

SAMARINDA–Hari ini (15/2), 238 WNI dari Provinsi Hubei, Tiongkok akan…

Sabtu, 15 Februari 2020 12:23

Draf RUU Cipta Lapangan Kerja, Bisa Kontrak Seumur Hidup dan Tak Dapat Pesangon

JAKARTA – Kerja! Kerja! Kerja! Slogan Kabinet Kerja era kepimpinan…

Sabtu, 15 Februari 2020 12:04

Garda Terdepan Yang Paling Rawan Terpapar COVID-19

WUHAN– Jam masih menunjukkan pukul 03.00 ketika Wang Xiaoting menembus…

Sabtu, 15 Februari 2020 11:48

Masih Ada 3 Ribuan Warga Tiongkok di Bali, 468 Warga RRT Mengajukan Perpanjangan Izin Tinggal Darurat

Virus Corona membuat semuanya geger. Yang paling kena imbasnya tentu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers