MANAGED BY:
RABU
19 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Selasa, 21 Januari 2020 14:24
Tambang Dekat Benanga Disebut Tak Pengaruhi Waduk
TERTATIH TAMPUNG AIR: Meski disebut tak terimbas langsung oleh tambang, Waduk Benanga tetap terdampak akibat pembukaan lahan di kawasan hulu.

PROKAL.CO, SAMARINDA–Saat banjir pekan lalu, tinggi muka air (TMA) di Waduk Benanga sempat mencapai 90 sentimeter dan berada di level siaga. Saat itu, kenaikan TMA ini terjadi hanya hitungan jam. Ada indikasi terjadi limpasan air lubang tambang yang berada di utara, ke Waduk Benanga.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pertambangan Energi dan Sumber Daya Mineral (Distamben) Kaltim Wahyu Widhi Heranata menyebut, ada tiga atau empat lubang tambang di utara Waduk Benanga. Namun, dia yakin, lubang tambang tersebut tak berdampak pada ketinggian air di Waduk Benanga saat itu.

"Memang ada tambang, tapi tidak ada aliran masuk ke Waduk Benanga. Kami sudah investigasi. Dan saya sudah laporkan ini ke Wakil Gubernur Kaltim," ungkap Wahyu di Kantor Gubernur.

Dia melanjutkan, dekat waduk juga ada lubang tambang dari tambang ilegal yang beroperasi. Namun, ada juga tambang legal. "Seperti PT Insani Bara Perkasa dan PT Lana Harita," sambungnya.

Waduk Benanga ini berada di hulu Samarinda. Waduk ini yang menahan air dari hulu agar tak semua mengalir ke perkotaan melalui Sungai Karang Mumus (SKM). Keberadaan tambang di hulu Samarinda ini, makin menguatkan bahwa Samarinda darurat kawasan resapan air.

Seperti yang dikhawatirkan Kepala Departemen Advokasi dan Kampanye Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kaltim Hafidz Prasetyo. Dia mengungkapkan, penanganan banjir di Kota Tepian seolah tidak menyentuh permasalahan utamanya.

Hafidz mengatakan agar pemerintah bisa memerhatikan wilayah hulu. Pembukaan lahan yang masif membuat banjir makin parah terjadi di Samarinda. Hulu yang semula sebagai tempat resapan air, berubah menjadi lahan tambang dan perumahan. Akibatnya, beban sungai pun kian berat ditambah tanah sedimentasi.

Kan kita tahu Samarinda 70 persen wilayahnya sudah dikaveling konsesi tambang. Nah, parahnya enggak ada satu pun perusahaan tambang yang melakukan reklamasi atau rehabilitasi lahan usai mengeruk. Pemerintah pun sepertinya tidak ada upaya untuk mendorong perusahaan melakukan reklamasi itu,” jelasnya.

Dia menambahkan sudah banyak uang yang digelontorkan untuk mengatasi banjir. Namun, persoalan ini tak kunjung tuntas. Harus sinergi berbagai instansi, sebab kerjanya bukan hanya pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kaltim atau Samarinda yang biasanya membuat drainase atau polder saja. Tetapi, lebih dari itu. Sebab, bicara mengatasi bukaan lahan, dan mengurangi izin tambang. Normalisasi SKM pun disebut Hafidz sebagai penanganan jangka pendek, jika tidak menyentuh di hulu.

“Rehabilitasi lahan dan menambah RTH (ruang terbuka hijau) yang menurut kami ideal sebagai solusi jitu jangka panjang,” pungkasnya. (nyc/dns/k8)


BACA JUGA

Selasa, 04 Februari 2020 12:04

Kritik Kota lewat Lirik Rap, Wajah Samarinda dari Lagu “Samar Indah"

Hanya di Samarinda kita bisa hidup sama rendah Nikmati tepian…

Selasa, 04 Februari 2020 12:03

Berkas Pasar Baqa Dilimpah, Rabu, Sidang Perdana

SAMARINDA-Berkas dugaan korupsi tiga tersangka Pasar Baqa sudah digulirkan Korps…

Selasa, 04 Februari 2020 12:01

Terima Paket Ganja 2,5 Kilo, Mahasiswi Ini Mengaku Cuma Diupah Rp 300 Ribu

SAMARINDA - Tersangka inisial IT yang menerima paket 2,5 kilogram…

Selasa, 04 Februari 2020 12:00

Merasa Dipalak Ketika Berkendara di Samarinda? Dua Pria Ini Mungkin Pelakunya

SAMARINDA - Tim Macan Borneo Satreskrim Polres Samarinda akhirnya meringkus…

Selasa, 04 Februari 2020 11:59

Hanya Sakit Demam, RS AWS Bantah Merawat 1 Pasien Terkena Corona Virus

SAMARINDA - Rumah Sakit AW Sjahranie (RS AWS) Samarinda membantah…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:48

Pengedar Sabu Berbahan Tawas Ditangkap

SAMARINDA-Banyaknya pemakai narkoba jenis sabu rupanya menjadi peluang bagi Kene…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:10

Begini Kondisi Terakhir Sopir Truk yang Sebabkan 4 Nyawa Melayang di Gunung Manggah Itu...

SAMARINDA- Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) Polresta Samarinda, pada Kamis…

Sabtu, 01 Februari 2020 09:05

Jalin Kerjasama dengan Rumah Sakit, Poltekkes “Nyebrang” ke Malaysia

SAMARINDA-Terus melebarkan sayap, kini Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes)…

Jumat, 31 Januari 2020 23:46

Samarinda Masih Kekurangan Pengajar

Di Samarinda, ada sekitar 2 ribu guru honorer. Mereka tengah…

Jumat, 31 Januari 2020 23:45

Perlu Waktu Realisasikan DOB Samarinda Seberang

SAMARINDA–Usul menjadikan Samarinda Seberang, Palaran, dan Loa Janan Ilir sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers