MANAGED BY:
JUMAT
10 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Selasa, 21 Januari 2020 14:22
Belum Ada Perhatian, Warga Pilih Mengungsi
DITERJANG LONGSOR: Turap dan badan jalan hancur karena longsor. Walau sudah ada 15 titik longsor di Samarinda, namun penanganannya belum mendapat perhatian khusus. DADANG YS/KP

PROKAL.CO, SAMARINDA–Longsor harus mendapat perhatian khusus selain banjir. Pasalnya, pascabanjir sepekan lalu titik longsor terus bertambah. Tercatat hingga saat ini ada 15 titik. 

Terbaru, di Jalan Damai, Gang Intifadah, RT 27, Samarinda Ilir. Longsor memang tak langsung menghantam titik rendah. Melainkan secara bertahap.

Pawitri (40), warga sekitar, mengatakan tanah mulai bergerak turun, sejak air bah melanda kawasan tersebut, Rabu (15/1) lalu. Berawal dari retakan jalan yang telah disemen, Agustus 2019 lalu. "Nggak langsung longsor sih, awalnya jalan di depan rumah retak-retak," ucapnya.

Jalan semen setebal 30 sentimeter terkelupas setengah badannya. Tiang listrik yang tepat tepi jalan pun ikut miring. "Itu terangkat jalannya, jadi ya rusak, parahnya ya Senin (20/1)," imbuhnya. 

Bukan hanya jalan, fondasi setinggi 3 meter dengan panjang sekitar 100 meter pun jebol. Memang di balik fondasi yang diperuntukkan sebagai turap, tanah tak rata, dengan sudut kemiringan sekitar 25–30 derajat.

Rumah Pawitri yang hanya berjarak sekitar 1 meter dari titik longsor, membuatnya harus mengungsi. "Ya kami sekeluarga diminta mengungsi juga sama Pak RT 27. Agar aman. Kan dekat juga sama rumah," sahut Budiono (40), suami Pawitri, sambil menunjuk turap yang jebol.

"Sedikit lagi kena rumah saya, untung ada turap sama pohon mangga, jadi tidak langsung kena, tanah ini masih turun kok," sambungnya. Memang suara retakan pondasi, dua kali terdengar saat Kaltim Post bertandang, Senin (20/1) lalu.

Meski pihak Kelurahan Sidodamai telah bertandang. Tapi, Budiono menyayangkan lantaran belum adanya tindakan. Satu alat berat sebenarnya telah diturunkan dari pihak pengembang Perumahan Sungai Dama Residence, namun untuk penanganan belum berjalan. "Kelurahan sudah tinjau, tapi sampai sekarang belum ada tindakan. Pihak pengembang juga ada turunkan excavator. Mulai pukul 03.00 Wita juga ada, tapi nggak jalan juga, katanya menunggu bahan bakar," keluhnya. 

Sementara itu, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda Hendra AH menuturkan, sampai kemarin (20/1) sudah ada 15 titik longsor yang terjadi. Namun, untuk penanganannya, belum seluruhnya terjamah. "Kalau pemantauannya sudah, tapi untuk penanganannya belum semua," terangnya.

Selain itu, surat permohonan bantuan alat berat, ke Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah dilayangkan. (*/dad/dns/k8) 

 

 


BACA JUGA

Selasa, 04 Februari 2020 12:04

Kritik Kota lewat Lirik Rap, Wajah Samarinda dari Lagu “Samar Indah"

Hanya di Samarinda kita bisa hidup sama rendah Nikmati tepian…

Selasa, 04 Februari 2020 12:03

Berkas Pasar Baqa Dilimpah, Rabu, Sidang Perdana

SAMARINDA-Berkas dugaan korupsi tiga tersangka Pasar Baqa sudah digulirkan Korps…

Selasa, 04 Februari 2020 12:01

Terima Paket Ganja 2,5 Kilo, Mahasiswi Ini Mengaku Cuma Diupah Rp 300 Ribu

SAMARINDA - Tersangka inisial IT yang menerima paket 2,5 kilogram…

Selasa, 04 Februari 2020 12:00

Merasa Dipalak Ketika Berkendara di Samarinda? Dua Pria Ini Mungkin Pelakunya

SAMARINDA - Tim Macan Borneo Satreskrim Polres Samarinda akhirnya meringkus…

Selasa, 04 Februari 2020 11:59

Hanya Sakit Demam, RS AWS Bantah Merawat 1 Pasien Terkena Corona Virus

SAMARINDA - Rumah Sakit AW Sjahranie (RS AWS) Samarinda membantah…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:48

Pengedar Sabu Berbahan Tawas Ditangkap

SAMARINDA-Banyaknya pemakai narkoba jenis sabu rupanya menjadi peluang bagi Kene…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:10

Begini Kondisi Terakhir Sopir Truk yang Sebabkan 4 Nyawa Melayang di Gunung Manggah Itu...

SAMARINDA- Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) Polresta Samarinda, pada Kamis…

Sabtu, 01 Februari 2020 09:05

Jalin Kerjasama dengan Rumah Sakit, Poltekkes “Nyebrang” ke Malaysia

SAMARINDA-Terus melebarkan sayap, kini Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes)…

Jumat, 31 Januari 2020 23:46

Samarinda Masih Kekurangan Pengajar

Di Samarinda, ada sekitar 2 ribu guru honorer. Mereka tengah…

Jumat, 31 Januari 2020 23:45

Perlu Waktu Realisasikan DOB Samarinda Seberang

SAMARINDA–Usul menjadikan Samarinda Seberang, Palaran, dan Loa Janan Ilir sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers