MANAGED BY:
JUMAT
14 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 21 Januari 2020 10:48
Penculikan di Utara Kalimantan Marak Lagi, Ini Imbauan untuk Nelayan
Nelayan di Kaltara mesti waspada, karena perairan seputar Kaltara rawan penculikan oleh kelompok bersenjata.

PROKAL.CO,

JAKARTA- Penculikan lima orang WNI di Perairan Sabah, Malaysia Kamis (16/1) membuat pemerintah Indonesia merasa heran. Sebab, belum lama mereka berhasil membawa pulang WNI yang diculik Kelompok Abu Sayyaf dari Perairan Sabah, sudah ada lagi WNI yang diculik dari daerah yang sama. Merujuk kasus terdahulu serta informasi yang sudah diterima, Menko Polhukam Mohammad Mahfud MD memastikan, Kelompok Abu Sayyaf yang berada di balik penculik lima WNI itu.

Kepastian tersebut disampaikan oleh Mahfud ketika ditanyai oleh awak media di kantornya kemarin (20/1). "Penculiknya sama," kata dia tegas. Karena itu, dia juga merasa ada yang aneh. "Itu kan aneh juga baru bebas tiga (WNI) diambil lima," lanjutnya. Hanya, pemerintah juga tidak bisa gegabah menyikapi keanehan tersebut. Daerah operasi Kelompok Abu Sayyaf menculik WNI ada di Malaysia. Sehingga harus ada dialog lebih dulu sebelum pemerintah bertindak.

Sejatinya, Mahfud mengakui, pemerintah sudah punya ide merekomendasikan kepada otoritas Malaysia supaya mereka membuat aturan yang melarang pelayaran nelayan di Perairan Sabah. "Itu salah satu pemikiran," imbuhnya. Bila tidak demikian, dikhawatirkan penculikan WNI oleh Kelompok Abu Sayyaf terulang lagi. Diakui Mahfud, kelompok yang berbasis di Filipina itu memang sumber masalah dalam sejumlah kasus penculikan yang terjadi di Perairan Sabah.

Karena itu, perlu juga mencari jalan agar kelompok tersebut bisa ditumpas. Lantas bagaimana nasib lima WNI yang belum lama diculik? Mahfud menyampaikan bahwa dirinya akan membahas itu bersama Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno L. P. Marsudi. "Ini kan masalah keamanan di laut dan lautnya kan bukan laut Indonesia," imbuhnya. Saat dikonfirmasi terkait perkembangan upaya membebaskan lima WNI itu, Kemenlu belum bisa memberi banyak informasi.

Plt Juru Bicara (Jubir) Kemenlu Faizasyah hanya menjawab singkat pertanyaan yang diajukan Jawa Pos. "Belum ada perkembangan," ungkap dia. Identitas lima WNI yang diculik maupun tiga WNI yang sengaja dilepas juga belum diungkap kepada publik.

Faiza mengimbau para nelayan yang biasa mencari ikan di perairan tersebut untuk tidak melaut untuk mencegah terulangnya kasus penculikan. Kepada calon pekerja migran Indonesia yang berangkat ke luar negeri harus sesuai prosedur. “Hal tersebut menyangkut pendokumentasian sehingga buruh migran lebih bisa terdata dan terlindungi,” katanya.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 14 Agustus 2020 11:53

Tiongkok Terancam Krisis Pangan, Presiden Xi Jinping Larang Sisakan Makanan di Piring

Ancaman krisis pangan akibat pandemi Covid-19 dan bencana banjir tampaknya…

Kamis, 13 Agustus 2020 13:09

Serapan Anggaran APBD Seret, Hanya Lima Provinsi yang diatas Rata-rata Nasional

JAKARTA- Realisasi serapan belanja daerah kembali mendapat sorotan. Betapa tidak,…

Kamis, 13 Agustus 2020 12:59

Bahaya Klaster Baru di Sekolah, Pemerintah Diminta Tegas

JAKARTA– Baru beberapa hari sekolah dibuka, muncul klaster baru. Ketegasan…

Kamis, 13 Agustus 2020 12:42

Lebih Separuh Bayi di Indonesia Tidak Terima ASI Eksklusif

JAKARTA– Lebih dari separuh bayi di Indonesia tidak menerima air…

Kamis, 13 Agustus 2020 12:18

IKN Mulai,Tahun 2025 Tersedia Dua Juta Lapangan Kerja di Kaltim

Pemerintah terus mematangkan persiapan rencana pemindahan pusat pemerintahan ke Kaltim.…

Kamis, 13 Agustus 2020 12:16

Balikpapan yang Kembali Menerapkan Pembatasan Sosial di Area Publik

Masifnya persebaran kasus Covid-19, memaksa Pemkot Balikpapan kembali menerapkan pembatasan…

Kamis, 13 Agustus 2020 12:16

Proyeksi APBD Kaltim 2021 Diperkirakan Rp 9 Triliun

SAMARINDA–Nominal Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim 2021 sepertinya…

Kamis, 13 Agustus 2020 12:15

Periksa Kejiwaan Pembunuh Ayah Kandung

SANGATTA–Motif Joni (38) menganiaya ayahnya hingga tewas dan membuat istrinya…

Kamis, 13 Agustus 2020 12:15

KPK Dalami Peran Saksi untuk Tujuh Tersangka

SAMARINDA–Perkara dugaan suap proyek infrastruktur di Pemkab Kutai Timur (Kutim)…

Kamis, 13 Agustus 2020 12:14

Sepeda Listrik Air Pertama

KALAU main sepeda di atas aspal biasa. Tapi apa pernah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers