MANAGED BY:
SELASA
25 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Senin, 20 Januari 2020 18:59
Lagi, Tiga Rumah Bergeser karena Longsor
LONGSOR: Beberapa warga di Jalan Kelapa Gading, Kecamatan Sungai Kunjang, mengungsi, Minggu (19/1). Tiga rumah nyaris roboh karena mengalami pergeseran tanah. Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. FOTO RAMA SIHOTANG

PROKAL.CO, Sepekan terakhir Kota Tepian diguyur hujan. Walhasil, banjir dan longsor pun menghantui warga.

 

SAMARINDA–Empat kecamatan yang terdampak banjir telah surut. Namun, longsor masih jadi momok. Tercatat 14 lokasi longsor hingga kemarin (19/1).

Terbaru, longsor menimpa tiga rumah di Gang 16, Jalan Kelapa Gading, Kecamatan Sungai Kunjang. Salah satunya di rumah Herry yang tembok rumahnya hancur. "Tadi pagi (kemarin) pukul 06.30 Wita, saya lihat belum roboh kayak gini," ujarnya saat ditemui harian ini pukul 11.10 Wita.

Sebelumnya, Rabu (15/1), Herry membawa anak dan istri ke rumah keluarganya. Pagi itu dia menyadari teras rumahnya retak. Ditambah bunyi retakan lantai betonnya terdengar. Karena takut terjadi hal yang tak diinginkan. Dengan sigap dia mengungsikan anak dan istri ke rumah saudaranya.

Zeid Amin (62), tetangga Herry, juga mengungsikan dua anak dan istrinya ke rumah anak sulungnya di Perumahan Wijaya Kusuma, Samarinda Ulu. Pagar temboknya bergeser. Lantai dan tembok rumahnya retak. Nahas, rumah tersebut baru ditempati tiga bulan.

Sementara itu, pada 2017, rumahnya juga terdampak hal yang sama. Namun, tak lebih parah dengan kejadian kemarin (19/1). Malam, pukul 02.00 Wita. "Geseran tanah terasa," katanya pada Kaltim Post.

Sementara itu, Sekretaris Camat Sungai Kunjang Aditya Koesprayogi yang meninjau lokasi tersebut mengimbau warga sekitar untuk segera mencari tempat pengungsian. "Yang penting tidak ada korban," tegasnya.

Dia mengatakan, ada tiga rumah yang rusak. Sedangkan rumah lain bergeser sejauh 80 cm sampai 1 meter. Total yang terdampak ada delapan rumah. Dia menambahkan, tiga rumah telah dikosongi oleh pemiliknya. "Untuk yang lain akan menyusul hari ini," jelasnya.

Praduga sementara, tanah di lokasi tersebut merupakan tanah uruk. Jadi, ikatan tanah tidak kuat. Ditambah adanya perumahan yang berada di atas bukit yang tidak memiliki tempat saluran atau tampungan air yang membuat limpasan air mengalir ke arah Gang Ramadhan. "Ini cuma dugaan. Kami akan mencari akar permasalahan," jelasnya.

Sebagai solusi, dia akan berkoordinasi dengan pihak Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda untuk mencari jalan keluar. Sementara itu, koordinasi juga dilakukan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk terus membantu mengawasi lokasi tersebut.

Ketua RT 37 Muhammad Tarmidji Noor mengatakan, longsor di lokasi tersebut merupakan kejadian kedua. Namun, tragedi kali ini menjadi bencana yang terparah. Sementara sebabnya, dia belum dapat memastikan.

Tarmidji akan berkoordinasi dengan pihak pengembang Perumahan Rawa Indah Residence di atas bukit di belakang kawasannya. "Apakah penyebabnya pembangunan di atas karena tidak memiliki aliran air sehingga langsung turun ke bawah dan meresap yang membuat ikatan tanah menjadi tidak kuat," tuturnya.

Tarmidji akan melakukan pertemuan dengan pihak pengembang untuk mencari penyebab yang dijadwalkan pada hari ini, Senin (20/1), bersama camat dan lurah. (*/eza/dns/k8)

 


BACA JUGA

Selasa, 04 Februari 2020 12:04

Kritik Kota lewat Lirik Rap, Wajah Samarinda dari Lagu “Samar Indah"

Hanya di Samarinda kita bisa hidup sama rendah Nikmati tepian…

Selasa, 04 Februari 2020 12:03

Berkas Pasar Baqa Dilimpah, Rabu, Sidang Perdana

SAMARINDA-Berkas dugaan korupsi tiga tersangka Pasar Baqa sudah digulirkan Korps…

Selasa, 04 Februari 2020 12:01

Terima Paket Ganja 2,5 Kilo, Mahasiswi Ini Mengaku Cuma Diupah Rp 300 Ribu

SAMARINDA - Tersangka inisial IT yang menerima paket 2,5 kilogram…

Selasa, 04 Februari 2020 12:00

Merasa Dipalak Ketika Berkendara di Samarinda? Dua Pria Ini Mungkin Pelakunya

SAMARINDA - Tim Macan Borneo Satreskrim Polres Samarinda akhirnya meringkus…

Selasa, 04 Februari 2020 11:59

Hanya Sakit Demam, RS AWS Bantah Merawat 1 Pasien Terkena Corona Virus

SAMARINDA - Rumah Sakit AW Sjahranie (RS AWS) Samarinda membantah…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:48

Pengedar Sabu Berbahan Tawas Ditangkap

SAMARINDA-Banyaknya pemakai narkoba jenis sabu rupanya menjadi peluang bagi Kene…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:10

Begini Kondisi Terakhir Sopir Truk yang Sebabkan 4 Nyawa Melayang di Gunung Manggah Itu...

SAMARINDA- Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) Polresta Samarinda, pada Kamis…

Sabtu, 01 Februari 2020 09:05

Jalin Kerjasama dengan Rumah Sakit, Poltekkes “Nyebrang” ke Malaysia

SAMARINDA-Terus melebarkan sayap, kini Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes)…

Jumat, 31 Januari 2020 23:46

Samarinda Masih Kekurangan Pengajar

Di Samarinda, ada sekitar 2 ribu guru honorer. Mereka tengah…

Jumat, 31 Januari 2020 23:45

Perlu Waktu Realisasikan DOB Samarinda Seberang

SAMARINDA–Usul menjadikan Samarinda Seberang, Palaran, dan Loa Janan Ilir sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers