MANAGED BY:
RABU
19 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Senin, 20 Januari 2020 13:07
Berlayar ke Natuna, Nelayan Pantura Minta Subsidi BBM

Awal Februari Kerahkan 30 Kapal Ikan

Awal Februari akan dikerahkan 30 kapal ikan dari Pantura.

PROKAL.CO, JAKARTA– Misi pengamanan zona ekonomi eksklusif (ZEE) di Natuna dengan melibatkan nelayan pantai utara (pantura) Jawa segera dimulai. Awal Februari puluhan kapal ikan akan berlayar ke perairan Natuna Utara yang sering diklaim pemerintah Tiongkok itu.

Ketua Aliansi Nelayan Indonesia Riyono menuturkan, keputusan tersebut dipastikan setelah dirinya rapat bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Kamis pekan lalu (16/1). ”Rencana (berangkat ke Natuna) 1 Februari,” ungkap dia kemarin. Namun, jumlah kapal yang berangkat berkurang dari rencana awal. Semula dikabarkan ada ratusan kapal pantura yang bakal berangkat ke Natuna. Namun, ternyata hanya 30 yang diizinkan berangkat.

Menurut Riyono, jumlah itu sesuai dengan permintaan pemerintah. Sebelumnya, nelayan-nelayan pantura yang akan dikirim ke Natuna meminta beberapa hal. Di antaranya terkait dengan perizinan serta bahan bakar. Untuk perizinan, mereka meminta pemerintah memberikan kemudahan. Sebab, kapal yang berangkat ke Natuna berbobot besar. Untuk tahap awal, 30 kapal yang diberangkatkan berbobot di atas 100 GT. Soal bahan bakar, mereka berharap ada subsidi dari pemerintah.

Subsidi itu mereka butuhkan untuk mengurangi beban operasional. Tanpa subsidi, para nelayan pantura harus membeli bahan bakar industri dengan harga Rp 8 ribu per liter. Sedangkan bahan bakar yang disubsidi hanya Rp 5 ribu per liter. Meski sudah pasti akan melaut ke Natuna Utara, 30 kapal itu belum dapat kepastian soal izin dan bahan bakar subsidi yang mereka minta. ”Per hari ini (kemarin) belum ada keputusan pemerintah,” ungkapnya. Riyono berharap segera mendapat kepastian.

Sementara itu, Menko Polhukam Mohammad Mahfud MD memastikan bahwa mobilisasi nelayan dari pantai utara (pantura) Jawa tidak lantas menyisihkan nelayan lokal. Sebab, nelayan lokal akan mendapat prioritas. ”Jangan salah paham seakan-akan kami mengedrop nelayan dari luar Natuna ke sini, kemudian nelayan-nelayan Natuna tidak diperhatikan. Justru prioritas diberikan kepada nelayan-nelayan setempat,” papar mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu. Mahfud sudah berkoordinasi dengan gubernur Kepulauan Riau dan bupati Natuna.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo yang sudah berkunjung ke Natuna menegaskan, para pejabat dari Jakarta akan menjalankan instruksi Presiden Joko Widodo. Yakni, memastikan patroli oleh aparat di Natuna berjalan. Kemudian, mengisi ZEE di Natuna Utara dengan kegiatan ekonomi yang dimotori para nelayan. Edhy menyebutkan bahwa dirinya sudah melihat sejumlah sarana dan prasarana untuk nelayan di Natuna. Mulai bantuan kapal, sarana pelelangan ikan, cold storage, solar, air bersih, hingga sarana penunjang lainnya.

Edhy mengakui, nelayan-nelayan Natuna sempat mendapat bantuan. Namun, bantuan itu kurang cocok dengan keinginan mereka. ”Bantuan yang datang berupa puluhan kapal dari fiber, padahal mereka inginnya kayu,” imbuhnya. Karena itu, pihaknya tengah mengupayakan untuk memenuhi keinginan tersebut. (syn/c10/oni)


BACA JUGA

Rabu, 19 Februari 2020 11:02

30 Juta PBI Tak Masuk DTKS

JAKARTA– Persoalan data penerima bantuan iuran (PBI) program Jaminan Kesehatan…

Rabu, 19 Februari 2020 11:00

Istri Kapten Anwar Pingsan Usai Pemakaman

SEMARANG– Pemakaman empat jenazah korban kecelakaan Helikopter MI-17 yang jatuh…

Rabu, 19 Februari 2020 10:54

Singapura Larang Warga China Masuk, Kini Andalkan Kunjungan Turis Indonesia

JAKARTA– Kebijakan pemerintah Singapura terkait dengan wabah korona bakal berdampak…

Rabu, 19 Februari 2020 10:39

Kemenag Lobi Penambahan Toilet di Mina

JAKARTA – Ketersediaan toilet di tenda-tenda jamaah haji Indonesia di…

Rabu, 19 Februari 2020 10:23

Bahaya Rokok Perlu Masuk Kurikulum

JAKARTA– Peraturan tentang kawasan tanpa rokok (KTR) di sekolah tidak…

Rabu, 19 Februari 2020 10:22

Buron KPK Diduga Ada di Apartemen Mewah

JAKARTA– Belum adanya sikap tegas dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)…

Rabu, 19 Februari 2020 10:19

Hindari Anjing Pelacak, Ganja 1 Ton Ganja Dilapisi Serbuk

JAKARTA– Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil mengagalkan peredaran 1 ton…

Rabu, 19 Februari 2020 10:03

Gagal di Perseorangan, Boleh Maju Via Partai

JAKARTA- Bagi bakal calon perseorangan yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS),…

Selasa, 18 Februari 2020 12:22

Pemilik Motor Ikut Bakar Diri, Akhirnya Tewas

Pada Sabtu (15/2) lalu warga di seputaran Pantai Siyut, Desa…

Selasa, 18 Februari 2020 12:16

Beri Insentif Pariwisata Tutup Dampak Corona

JAKARTA – Pariwisata menjadi salah satu sektor yang berpotensi paling…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers