MANAGED BY:
JUMAT
21 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Senin, 20 Januari 2020 11:07
TEBALIK DUNIA..!! Pelajar Bela Diri dari Begal dan Pacar Ingin Diperkosa, Tapi Dituntut dengan Pembunuhan Berencana
Aji Prasetyo bersama kawan-kawan kuasa hukum ZA menemani Prof Hariyono mengunjungi rumah ZA (Foto: Facebook Aji Prasetyo)

PROKAL.CO, KASUS seorang remaja kelas 3 SMA asal Malang, ZA, terancam penjara padahal dirinya menjadi korban pembegalan, sejak beberapa hari terakhir viral di media sosial dan pemberitaan media massa.

Budayawan Aji Prasetyo melalui fanpage Facebooknya, Minggu (19/1/2020) seperti dikutip Pojoksatu.id, mengungkapkan kronologis kasus ZA hingga akhirnya ia akan menghadapi keputusan persidangan pada Kamis (23/1/2020).

Postingan Aji Prasetyo pun viral dibagikan 16 ribu lebih orang hingga berita ini ditulis. Dikatakan ZA (18) membonceng VN teman perempuannya saat mengalami peristiwa tragis itu.

“Malam itu sungguh apes mereka. Motor yang mereka tumpangi dipepet dua orang begal dan dipaksa untuk melipir ke area perkebunan tebu yang sepi,” ungkapnya.

Di tempat sepi itu kunci motornya dirampas, handphone keduanya juga disikat. Datang lagi dua orang berboncengan. Yang satu mengambil alih motor yang dipakai dua pembegal pertama lantas pergi menjauh (jadi total pelaku empat orang).

Dua pelaku yang masih ada di tempat, lanjutnya, bernama Misnan dan Mat. Sebelumnya Polres Kabupaten Malang telah menerima setidaknya lima pengaduan kasus pembegalan yang melibatkan mereka.

Setelah Mat merampas kunci motor dan HP kedua remaja itu, Misnan rupanya punya ide yang lebih jahat lagi. Tertarik melihat kecantikan VN, dia ingin memperkosa gadis itu.

Ide itu tertahan karena Misnan menerima telepon dari dua kawan mereka yang menunggu di kejauhan. Selesai menerima telepon Misnan lantas berbisik-bisik dengan Mat. Posisi mereka yang membelakangi kedua korbannya dimanfaatkan oleh ZA untuk diam-diam mendekati motornya, sejenis matic yang tidak butuh kunci untuk membuka joknya.

“Di dalam jok itu terdapat pisau yang dia gunakan untuk mengerjakan tugas keterampilan di sekolah,” jelasnya. Setelah mengambil pisau itu dari dalam jok, ZA mundur selangkah sambil menyembunyikan pisau kecil itu di balik genggaman tangan kanannya.

Sedangkan VN yang makin ketakutan memeluk erat lengan kiri ZA. Sejurus kemudian Misnan dan Mat kembali mendekati mereka. Kedua begal itu kembali memaksa ZA agar menyerahkan VN kepada mereka.

“Sini biar kupakai sebentar cewekmu itu. Paling cuma tiga menit saja. Setelah itu dipakai buat berjalan sebentar saja pasti vaginanya akan kembali rapat!” begitu ucap para Begal dituturkan Aji.

“Oke, mungkin selorohan itu buat mereka lucu. Tapi tidak buat ZA. Dia marah. Semakin keras Misnan memaksa VN agar mau menuruti kemauannya, ZA semakin tidak bisa menahan marahnya,” beber Aji.

Remaja itu akhirnya melawan dengan pisaunya. Hujaman pertama menancap tepat di tengah dada Misnan. Begal itu terkejut mendapati dadanya bolong. Panik mendapati korbannya ternyata mampu melukainya, Misnan lari menyelamatkan diri ke dalam rerimbunan tebu. ZA beralih ke arah Mat. “Kembalikan kunci motorku!”

Mat lari tunggang langgang ke arah yang berbeda dengan Misnan. ZA berusaha mengejarnya tapi gagal. Tanpa kunci motor terpaksa ZA dan VN menuntun motornya menuju pemukiman terdekat untuk minta bantuan. Esok harinya Misnan ditemukan tak bernyawa di tengah kebun tebu.

ZA tetap menjalani penyidikan polisi sejak September 2019. Ketiga begal pun bisa dengan cepat dibekuk polisi (tapi anehnya dua di antaranya kemudian dibebaskan). Kasusnya sempat viral tapi akhirnya lambat laun mereda.

Banyak yang menduga kasusnya dihentikan karena dimaklumi pembunuhan ini terjadi karena usaha membela diri. Tapi beberapa hari belakangan ini kasus tersebut mencuat kembali. Karena berkas kasus ZA benar-benar diajukan ke pengadilan.

Jaksa menuntutnya dengan pasal berlapis, salah satunya adalah pasal pembunuhan berencana. Banyak pihak yang terkejut dengan tuntutan itu.

“Besok (senin 20 Januari) sidang akan berlanjut. Kamis (23 Januari) keputusan sidang akan dibacakan. Apakah ZA akan dijatuhi hukuman sebagai pelaku pembunuhan berencana?” katanya.

“Siang tadi aku bersama kawan-kawan kuasa hukum ZA menemani Prof Hariyono mengunjungi rumah ZA. Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu menunjukkan dukungan moralnya untuk ZA dan keluarga,” ujarnya.  

“Mari kita kawal sidang atas ZA. Jika pengadilan memberi keputusan yang tidak adil kepada remaja pemberani ini, kita harus bersikap. Kita bikin rame!” tegas Aji. (sta/pojoksatu/kpc)


BACA JUGA

Kamis, 20 Februari 2020 13:56

SBY Bertolak ke Pacitan Dalam Rangka Groundbreaking Pembangunan Museum & Galeri Seni SBY-ANI

JAKARTA - Kamis (20/2/2020) Presiden RI Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono…

Kamis, 20 Februari 2020 11:51

Joli Jolan, Tempat untuk Barang Tak Digunakan, Dipilih Perias Jenazah, Kosmetik Kedaluwarsa Jadi Bermanfaat

Sering membeli barang karena dorongan impulsif? Setelah terbeli, barang tak…

Kamis, 20 Februari 2020 11:30

Bertambah, Satu Orang Kru WNI Kapal Pesiar Positif Virus Korona

JAKARTA- Kru kapal pesiar Diamond Princess asal Indonesia yang terinfeksi…

Kamis, 20 Februari 2020 10:58

Pendaki Tolak Heli dan Penginapan Mewah di Rinjani, Ini Alasannya

MATARAM-Penyediaan fasilitas heli tourism dan penginapan mewah di Gunung Rinjani…

Kamis, 20 Februari 2020 10:56

PARAH..!! Oknum Polisi Jadi Bandar Narkotika, Selundupkan 10 Kg Sabu dan 60 Ribu Butir Ekstasi

JAKARTA— Bandar narkotika memang terus berupaya menggaet oknum polisi untuk…

Kamis, 20 Februari 2020 07:49

Begini Dialog SMSI Pusat Bersama Mohammad Nuh dan Hatta Rajadsa

JAKARTA - Migrasi besar-besaran dari physical space (bentuk fisik) ke…

Rabu, 19 Februari 2020 23:16

SMSI dan LPDS Sepakat Kerja Sama Jaga Kualitas Media Siber

JAKARTA - Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS) yang didirikan oleh…

Rabu, 19 Februari 2020 11:02

30 Juta PBI Tak Masuk DTKS

JAKARTA– Persoalan data penerima bantuan iuran (PBI) program Jaminan Kesehatan…

Rabu, 19 Februari 2020 11:00

Istri Kapten Anwar Pingsan Usai Pemakaman

SEMARANG– Pemakaman empat jenazah korban kecelakaan Helikopter MI-17 yang jatuh…

Rabu, 19 Februari 2020 10:54

Singapura Larang Warga China Masuk, Kini Andalkan Kunjungan Turis Indonesia

JAKARTA– Kebijakan pemerintah Singapura terkait dengan wabah korona bakal berdampak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers