MANAGED BY:
JUMAT
10 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 20 Januari 2020 10:24
Pemancing Waspada, Gelombang Masih Berbahaya

Puncak Musim Hujan Bergeser ke Januari

PROKAL.CO, BALIKPAPAN-Selama sepekan terakhir, sebagian wilayah Kaltim masih merasakan potensi hujan dengan intensitas lebat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, hal serupa terjadi di penjuru wilayah Tanah Air. Akibat adanya sirkulasi siklonik di sekitar Selat Karimata yang hingga saat ini masih teridentifikasi aktif.

Keberadaan sirkulasi siklonik itu menyebabkan terbentuknya pola konvergensi dan belokan angin. Semua itu yang mendukung peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia bagian barat. BMKG menjelaskan, kondisi tersebut juga tidak terlepas dari tingkat labilitas udara yang signifikan.

Itu berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan awan hujan di sebagian Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Berdasar laporan prakiraan BMKG, Kaltim juga termasuk wilayah yang mengalami curah hujan dengan intensitas lebat yang disertai kilat atau petir.

“Terutama di sebagian area Berau. Itu membuat potensi banjir masih bisa terjadi hingga besok,” kata Kasi Data dan Informasi BMKG Balikpapan Mulyono Leo Nardo. Seperti diketahui, saat ini banjir masih menghantui Samarinda dan Berau.

Berdasarkan peringatan dini cuaca yang dibuat oleh BMKG Balikpapan, potensi hujan lebat terjadi di Long Bangun, Tabang, dan Long Iram. Dia menjelaskan, sejauh ini pengaruh cuaca buruk belum memberikan dampak bagi penerbangan. Baik penerbangan di Samarinda, Balikpapan, dan Berau masing-masing masih terpantau aman.

“Yang berdampak adalah akses jalan menuju bandara karena terendam banjir,” imbuhnya. Menurut peta prakiraan berbasis dampak hujan lebat di Indonesia, Kaltim termasuk lolos dari waspada potensi banjir dan longsor. BMKG menyatakan, beberapa wilayah berstatus siaga banjir dan longsor, terutama bagian barat.

Status siaga di antaranya Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Jambi, Bengkulu, dan Jawa Barat. Sementara status waspada untuk Aceh, Sumatra Utara, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. Sementara kondisi di Kaltim, prakiraan cuaca menunjukkan selama dua hari hingga Senin (20/1) cenderung cuaca udara kabur, kabut, dan berawan.

Suhu rata-rata sekitar 23-30 derajat celsius. Serta kelembapan 75–100 persen. Kemudian ketinggian gelombang di perairan Balikpapan, Samarinda-Bontang, dan Kota Baru bagian timur terpantau aman. “Ketinggian gelombang di Selat Makassar bagian tengah ini sekitar 0,5 sampai 1,25 meter,” ucapnya.

Secara umum kondisi angin dari timur laut – tenggara disertai hujan lokal dan kecepatan angin sebesar 2-20 knots. Ada pun waspada gelombang tinggi terjadi di Selat Makassar bagian utara dan perairan barat Sulawesi Tengah. Dengan ketinggian mencapai 1,25 hingga 2,50 meter.

“Sementara untuk kapal nelayan, gelombang di atas 1,25 meter sudah masuk kategori berbahaya. Jadi waspada bagi nelayan dan pemancing,” ucapnya. Namun untuk kapal besar masih bisa berlayar, tetapi harus tetap waspada terjadi perubahan cuaca buruk di pelayarannya. Dia mengimbau masyarakat tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan dari cuaca buruk.

Misalnya banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin.  “Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi diimbau agar selalu waspada,” tuturnya.

Mulyono mengatakan, puncak musim hujan seharusnya berada pada Desember dan Juni. Namun, kali ini, ada pergeseran tiga dasarian dari Desember. Jadi, puncak musim hujan di Kaltim masih bergeser hingga Januari. “Musim hujan dapat berlangsung hingga Juni ini. Informasi untuk musim kemarau akan kami update Mei atau Juni,” tutupnya. (gel/rom/k16)


BACA JUGA

Jumat, 10 April 2020 13:33

PSBB Jakarta Berlaku, Ojek Dilarang Angkut Orang

JAKARTA- Pemprov DKI Jakarta akhirnya menerbitkan peraturan gubernur (pergub) tentang…

Jumat, 10 April 2020 13:21
ASN Kena Covid-19 Akibat Mudik Bisa Dipecat

Pemerintah Buka Peluang Larang Mudik Nasional

JAKARTA – Larangan Mudik bagi aparatur pemerintah mulai berlaku Kamis…

Jumat, 10 April 2020 11:19

Bagaimana Jika Wabah Korona "Menyerang" di Tengah Wilayah Konflik Bersenjata?

Pandemi Covid-19 sampai di negara-negara konflik. Keterbatasan infrastruktur dan finansial…

Jumat, 10 April 2020 00:41

Hasil Rapid Test Positif, Pasien Ini Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

TENGGARONG – Warga Kukar dua hari lalu sempat dihebohkan mengenai…

Jumat, 10 April 2020 00:16

PDP Covid-19 di Samarinda Bertambah 6 Orang dari Klaster Gowa

SAMARINDA - Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona covid-19 di…

Kamis, 09 April 2020 13:50
Beragam Cara Umat Beragama Menghadapi Pandemi Corona (2)- sub

Tanpa Ziarah ke Makam, Umat Konghucu Tetap Berdoa untuk Leluhur

Setiap April di Indonesia, warga keturunan Tionghoa melaksanakan Qingming atau…

Kamis, 09 April 2020 13:35

NGERI..!! AS Dekati Prediksi 2 Ribu Tewas Per Hari karena Covid-19

WASHINGTON DC – Selasa (7/4) menjadi hari yang kelam bagi…

Kamis, 09 April 2020 13:30

1.568 Siswa Kaltim Lolos SNMPTN 2020

JAKARTA-Hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2020 akhirnya…

Kamis, 09 April 2020 13:30

Anies Minta Warga Jakarta Patuh

JAKARTA– Peringatan terakhir dilontarkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kemarin.…

Kamis, 09 April 2020 13:29

PSBB Dimulai, Pemerintah Beri Bantuan Pangan

JAKARTA– Pemerintah tengah menyiapkan mekanisme bantuan pangan untuk masyarakat DKI…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers