MANAGED BY:
RABU
28 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Minggu, 19 Januari 2020 13:05
Masalah Liga Inggris dan Kuis Siapa Berani Dibalik Pemecatan Helmy

Karyawan Sempat Marah dan Segel Ruangan Dewas

Direktur Utama LPP TVRI nonaktif Helmy Yahya (kanan) didampingi kuasa hukum Chandra Hamzah menyampaikan pembelaan terkait pemberhentian Dirut oleh Dewan Pengawas LPP TVRI saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Jumat (17/1/2020). (HENDRA EKA)

Apni pun kembali pasang badan soal ini. Dengan berapi-api, dia menegaskan, bahwa sebagai intelectual property right Kuis Siapa Berani Helmy tidak mendapatkan royalty apapun. Sebagai direktur program, ia sendiri yang melakukan kerja sama dengan pihak Krakatau, karena dinilai memiliki pengalaman dalam membuat acara kuis. ”Mereka punya bank data. Lalu kita butuh yang bisa melatih audience karena ada 100 orang uang terlibat. Dan yang berunding saya,” tegas Apni. Tapi seluruh pembelaan itu lagi-lagi dinegasikan oleh dewas. Helmy tetap dipecat. 

Namun, menurut kuasa hukum Helmy, Chandra Hamzah ada yang unik dari surat pemberhentian tersebut. Dalam surat tersebut, kliennya dinyatakan diberhentikan dengan hormat. Artinya, diberhentikan tanpa kesalahan. Menariknya lagi, tidak semua dewas paraf dalam surat pemberhentian tersebut. Supra Wimbarti justru menginginkan penyelesaian tanpa pemecatan. 

”Kontradiktif dengan lampiran suratnya. Di mana, menyatakan ada beberapa kesalahan kan katanya. Dalam UU ASN, dengan hormat berarti tanpa kesalahan,” katanya. 

Bukan itu saja, lanjut dia, dalam aturan yang berlaku dewas tidak punya kewenangan dalam mengangkat pelaksana tugas ketika Helmy diberhentikan sementara. Kecuali, direksi kena pidana. ”Faktanya, apa Pak Helmy kena pidana? Kan tidak,” tegasnya. 

Selain itu, yang cukup disesalkan olehnya ialah tak ada proses hearing. Padahal, menurut dia, komisioner KPU yang terjerat kasus hukum saja masih diberikan kesempatan untuk menjalani proses tersebut. ”Ini tidak ada sama sekali,” keluhnya Chandra. 

Disinggung soal upaya hukum, Chandra mengaku masih menyusun materi yang sudah dimiliki. Keputusannya akan diumumkan dalam seminggu ke depan.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 27 Oktober 2020 11:58

Parpol Lokal Tidak Bisa Eksis di Papua

JAKARTA – Mahkamah Konstitusi (MK) memastikan partai politik (parpol) lokal…

Selasa, 27 Oktober 2020 11:55

Pulau Komodo Ditutup 9 Bulan Demi Jurassic Park

JAKARTA—Rencana pembangunan fasilitas pariwisata di Pantai Loh Buaya, Pulau Rinca…

Selasa, 27 Oktober 2020 11:53

Serbu Markas KKB di Intan Jaya, Satu Tewas, Dua Tertangkap

JAKARTA– Aparat gabungan TNI dan Polri melumpuhkan anggota Kelompok Kriminal…

Senin, 26 Oktober 2020 16:51

Fokus Jaga Kebugaran

Hingga saat ini PSSI belum memberi kepastian soal nasib kompetisi.…

Senin, 26 Oktober 2020 13:08

Kemenparekraf Dorong Pemulihan Industri Pariwisata

JAKARTA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah menyiapkan…

Senin, 26 Oktober 2020 13:07

Pasien Sembuh Bertambah 4.545 Orang

JAKARTA - Pasien sembuh dari Covid-19 per 25 Oktober 2020…

Senin, 26 Oktober 2020 13:06

Santri Diminta Usir Corona

Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Prof Dr KH Nasaruddin Umar…

Senin, 26 Oktober 2020 12:48

Simulasi Lancar, KPU Matangkan Regulasi

JAKARTA- Kesiapan penggunaan sistem rekapitulasi elektronik (Sirekap) terus dimatangkan. Sabtu…

Senin, 26 Oktober 2020 12:44

Wayan Kobra Mancing, Dapat Lele yang Meliuk-Liuk Seperti Keris

TABANAN- Seekor ikan lele unik tertangkap mata pancing seorang pemancing…

Senin, 26 Oktober 2020 12:38

Uji Vaksin Covid-19 Harus Dibuka, Vaksinasi Tak Bisa Serampangan

JAKARTA- Rencana vaksinasi Covid-19 yang akan dilakukan pemerintah mendapat banyak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers