MANAGED BY:
JUMAT
21 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Minggu, 19 Januari 2020 11:10
Ogah Menyusui Tuyul, Wanita Ini Pilih Cerai dari Suami
Ilustrasi: Fajar Krisna/Radar Surabaya

PROKAL.CO, Karin -nama samaran- memang bukan perempuan yang tergolong salihah. Walakin, perempuan paruh baya itu ogah melakukan hal-hal berbau syirik. Saat ini Karin sedang dalam proses cerai dari suaminya -sebut saja namanya Donwori- yang sudah dua dasawarsa hidup bersama. Keputusan Karin menggugat cerai Donwori benar-benar sudah melalui pertimbangan matang.

Dilansir Radar Surabaya melalui JPNN.com, menurut Karin, suaminya tak puas dengan penghasilan pas-pasan. Namun, Donwori bukannya berupaya lebih keras ataupun bertindak kreatif untuk menambah penghasilan, melainkan justru memilih hal-hal klenik.

“Dodolan tahunan yo gak tau nglirik ngonokan. Saiki dolanane aneh-aneh (Berjualan selama bertahun-tahun ya tak pernah melirik yang begituan. Sekarang mainannya aneh-aneh, red)!” tutur Karin di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya beberapa hari lalu.

Karin sendiri tak begitu paham tentang pesugihan Donwori. Sebab, ia baru tahu suaminya tak beres lantaran melihat sesajen bertebaran di sudut rumah.Menurut Karin, bentuk sesajen itu persis dengan yang biasa diletakkan di perempatan jalan. Ada telur dan kembang tujuh rupa yang mengeluarkan semerbak wangi. Beberapa hari sebelumnya, Donwori juga sempat membongkar plafon rumah. Karin pikir saat itu Donwori sedang membenahi atap yang rusak.

Ternyata tidak. Sebab, Donwori sedang megikat kain kafan di salah satu kayu penyangga rumah. Mengetahui tindakan Donwori yang makin aneh, Karin tak tinggal diam. Ia sempat memarahi suaminya yang berbuat syirik.

Namun, omongan Karin hanya dianggap angin lalu. Alih-alih menggubris, Donwori balas mendamprat Karin. “Wis kon meneng ae, gak usah kakean cangkem (Sudah disuruh diam saja, tak usah banyak bicara, red),” ujar Karin menirukan ucapan Donwori.

Karin mengaku takut dengan praktik klenik suaminya. Sebab, Karin meyakini ada konsekuensi dari pesugihan. Karin khawatir akan ada keluarganya yang jadi korban lantaran ditumbalkan. Itulah mengapa Karin berusaha menggagalkan praktik klenik suaminya.

Untuk itu, Karin pernah menggoreng telur di sesajen. Ia mengaku telah melakukan hal itu beberapa kali. “Pokok goreng ae, rasane yo biasa kok, sing penting awak dewe gak percoyo se (Pokoknya goreng saja, rasanya juga biasa kok, yang penting tak percaya, red),” ujarnya santai.

Pernah pula Karin mengambil sesuatu yang dipasang Donwori di atas plafon. Tentu saja hal itu tanpa sepengetahuan Donwori.  Ternyata ada banyak barang klenik di atas plafon rumahnya. Ada yang dibungkus kain kafan lusuh.

Meski demikian Karin tak kuasa menghentikan kebiasaan suaminya. Donwori terkadang pergi selama beberapa hari meninggalkan keluarga dan dagangannya.

Alasan Donwori adalah mencari wangsit. “Jarene saiki saingane tambah akeh. Gak gelem kesaing, mangkane klenik ngene (Katanya sekarang sainganya tambah banyak. Tak mau tersaingi, makanya pakai klenik begini, red),” Karin menjabarkan alasan Donwori memiliki pesugihan.

Anehnya, usaha dagang Donwori tak makin maju. Sebab, usahanya justru bangkrut. Saat kondisi memburuk, Donwori memancing amarah Karin sampai ke puncak. Bisa-bisanya Donwori mengutarakan permintaan aneh kepada Karin.

Donwori meminta Karin untuk menyusui tuyul pesugihan. Sontak Karin tak bisa lagi berkata-kata. Karin tak tahu lagi cara menghentikan kebiasaan suaminya melakukan praktik klenik. Oleh karena itu solusinya adalah cerai.

Menurut Karin, dirinya tak mau jadi tumbal bagi pesugihan suaminya. “Cekne golek bojo maneh. Sing gelem nyusoni tuyule. Amit-amit lek aku (biar saja mencari istri lagi, yang mau menyusui tuyulnya. Amit-amit kalau aku, red),” pungkasnya.(rs/jpnn)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 20 Februari 2020 13:56

SBY Bertolak ke Pacitan Dalam Rangka Groundbreaking Pembangunan Museum & Galeri Seni SBY-ANI

JAKARTA - Kamis (20/2/2020) Presiden RI Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono…

Kamis, 20 Februari 2020 11:51

Joli Jolan, Tempat untuk Barang Tak Digunakan, Dipilih Perias Jenazah, Kosmetik Kedaluwarsa Jadi Bermanfaat

Sering membeli barang karena dorongan impulsif? Setelah terbeli, barang tak…

Kamis, 20 Februari 2020 11:30

Bertambah, Satu Orang Kru WNI Kapal Pesiar Positif Virus Korona

JAKARTA- Kru kapal pesiar Diamond Princess asal Indonesia yang terinfeksi…

Kamis, 20 Februari 2020 10:58

Pendaki Tolak Heli dan Penginapan Mewah di Rinjani, Ini Alasannya

MATARAM-Penyediaan fasilitas heli tourism dan penginapan mewah di Gunung Rinjani…

Kamis, 20 Februari 2020 10:56

PARAH..!! Oknum Polisi Jadi Bandar Narkotika, Selundupkan 10 Kg Sabu dan 60 Ribu Butir Ekstasi

JAKARTA— Bandar narkotika memang terus berupaya menggaet oknum polisi untuk…

Kamis, 20 Februari 2020 07:49

Begini Dialog SMSI Pusat Bersama Mohammad Nuh dan Hatta Rajadsa

JAKARTA - Migrasi besar-besaran dari physical space (bentuk fisik) ke…

Rabu, 19 Februari 2020 23:16

SMSI dan LPDS Sepakat Kerja Sama Jaga Kualitas Media Siber

JAKARTA - Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS) yang didirikan oleh…

Rabu, 19 Februari 2020 11:02

30 Juta PBI Tak Masuk DTKS

JAKARTA– Persoalan data penerima bantuan iuran (PBI) program Jaminan Kesehatan…

Rabu, 19 Februari 2020 11:00

Istri Kapten Anwar Pingsan Usai Pemakaman

SEMARANG– Pemakaman empat jenazah korban kecelakaan Helikopter MI-17 yang jatuh…

Rabu, 19 Februari 2020 10:54

Singapura Larang Warga China Masuk, Kini Andalkan Kunjungan Turis Indonesia

JAKARTA– Kebijakan pemerintah Singapura terkait dengan wabah korona bakal berdampak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers