MANAGED BY:
JUMAT
21 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Sabtu, 18 Januari 2020 09:51
Merasa Terbuang, Pedagang Pilih “Ngemper”
TAK MANFAATKAN FASILITAS: Puluhan pedagang membuka lapak di area belakang Pasar Induk Sangatta Utara. LELA RATU SIMI/KP

PROKAL.CO, SANGATTA–Puluhan pedagang menyebut merasa terbuang karena tidak mendapat lapak untuk berjualan di Pasar Induk Sangatta Utara. Hal itu dianggap berdampak ke omzet yang didapat kian merosot.

Salah satu pedagang yang takut menyebut namanya mengatakan, kejadian itu telah dialami selama sepekan terakhir. Dia dan sejumlah pedagang lain dipindahkan untuk berjualan di bagian paling belakang pasar.

"Pertama kami di depan, sudah ramai di sana, pedagang di depan mengeluh. Akhirnya, kami dipindah ke parkir mobil selama enam bulan. Terus tidak tahu kenapa sekarang dipindah lagi ke sini. Ya tambah tidak laku jualan kami. Padahal, kami beli juga dari petani lain," ungkapnya saat ditemui, (17/1). Biasanya, omzet yang diperoleh mencapai Rp 1–2 juta setiap harinya. Kini, turun drastis menjadi Rp 300–400 ribu per hari. Jika sayur yang dijual tidak laku karena membusuk, terpaksa harus membuang.

"Saya sudah dua tahun di sini, tapi tiga kali pindah. Kalau yang lain boleh jualan dalam gedung, kalau kami di sini kehujanan, kebanjiran, dan kepanasan. Malah pernah dapat cuma Rp 20 ribu sehari," tuturnya.

Kepala UPT Pasar Induk Buhori membenarkan adanya keluhan dari pedagang. Namun, dia telah menyampaikan jika pemindahan lokasi jualan akan dipusatkan sesuai zona jenis dagangan. Pasalnya, lokasi pertama yang digunakan para pedagang merupakan area parkir. 

"Kami sudah pikirkan ke depan, mereka butuh tenda. Insyaallah tahun ini diadakan, kami sudah memetakan, pedagang tetap dulu diprioritaskan. Kalau ada sisanya yang di belakang baru dimasukkan ke gedung," paparnya.

Senada, Bupati Kutim Ismunandar menyampaikan mengupayakan Pasar Induk Sangatta Utara mampu menampung seluruh pedagang yang membuka lapak di ruas jalan raya. Juga, untuk Pasar Subuh, pemerintah akan membuatkan atap sesuai keinginan pedagang. "Kalau perlu jangan bayar dulu, yang penting masuk. Jangan ada yang jualan sepanjang jalan. Saya sudah minta Satpol PP mengawasi," tandasnya. (*/la/dra/k8)

 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 11:38

Jual Sarang Burung Curian ke Teman Korban, Ya Ketahuan Lah...

TENGGARONG - Bukannya meraup untung dari hasil pencurian sarang burung…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:37

Menurut Pengamat, Bupati Edi Punya Hak Penuh Menentukan Cabup Disisa Jabatan

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah sudah menentukan dua figur…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:33

WAHAI PEMUDA..!! Ayok Daftar Jadi Prajurit TNI

TANA PASER - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat ( TNI…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:31

Sudah 436 ABK Tiongkok Tiba di Pelabuhan Pondong, KKP Pastikan Semuanya Bebas Corona

TANA PASER - Vitalnya penyebaran virus corona yang berasa dari…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:06

Kapal Terbalik Dihantam Ombak, Sohang Hilang

Seorang warga Kelurahan Muara Kembang bernama Sohang, dilaporkan tenggelam di…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Sabu Dikemas Bersama Ikan Asin

TENGGARONG–Sepandai-pandainya tupai melompat akan jatuh juga. Pepatah tersebut tepat disematkan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Kerajinan Tumpar Makin Berkembang

Dekranasda Kubar mendorong para perajin untuk meningkatkan kualitas produk dengan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:01

Akhir Bulan, DPA Harus Sudah Terkirim

SANGATTA - Batas waktu penyerahan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) pada…

Jumat, 31 Januari 2020 14:00

RS SOHC Sangatta Bantah Adanya Pasien Corona

SANGATTA - Rumah Sakit Medika Sangatta atau lebih dikenal SOHC…

Kamis, 30 Januari 2020 15:05

PDAM Danum Taka Jadi Perumda, Tarif Rumah Ibadah Dapat Subsidi Silang

PENAJAM - Transformasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Danum Taka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers