MANAGED BY:
RABU
30 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Jumat, 17 Januari 2020 14:06
OJK Percepat Reformasi Asuransi

PROKAL.CO,

 JAKARTA - Industri asuransi nasional tengah menjadi sorotan. Kasus gagal bayar perusahaan asuransi jiwa, mulai dari Bumiputera, Jiwasraya hingga Asabri dinilai cukup massif. Otoritas terkait, dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan akan melakukan reformasi Lembaga Keuangan Non Bank (LKNB) khususnya asuransi. Dia mengungkapkan, reformasi untuk industry asuransi sebenarnya sudah dimulai sejak 2018 silam.

 "Tapi, penerapannya butuh waktu. Insyaallah di 2020 sudah mulai diterapkan. Ini agenda yang berlanjut karena di perbankan saja perlu waktu lima tahun dari 2000 ke 2005,”papar Wimboh dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK), Di Ritz Carlton Hotel Pacific Place, (16/1). 

Wimboh menuturkan, reformasi asuransi tersebut mencakup perbaikan penerapan manajemen risiko, governance yang lebih baik dan laporan kinerja investasi kepada otoritas dan public. Kemudian, pihaknya juga akan mengeluarkan pedoman manajemen risiko dan governance serta format laporan dan pengawasan yang lebih ketat terhadap kualitas investasi, proyeksi likuiditas dan solvabilitas. 

Selain itu, pihaknya juga telah meminta seluruh direksi LKNB untuk segera melihat kembali lebih rinci kinerja perusahaannya dan melakukan corrective action yang diperlukan. "Kita akan menginstruksikan kepada lembaga jasa keuangan untuk menerapkan risk management, resikonya apa saja, bagaimana penerapannya di setiap lembaga jasa keuangan, yang disesuaikan dengan bisnisnya. Ini penting jangan contek-contekan padahal bisnisnya beda, ada resiko likuiditas," tegasnya. 

Sehingga, lanjut Wimboh, proyeksi cash flow harus dilakukan baik untuk jangka pendeknya, menengah dan panjang. Selain itu, harus dipikirkan soal utang jatuh tempo, hingga risiko investasi seperti nilai saham dan nilai tukar. “Perusahaan juga harus memonitor investasinya dan dilaporkan ke top management. Secara rutin juga dilaporkan ke masyarakat dan otoritas, supaya otoritas dapat gambaran potensi resikonya," lanjutnya. 

Wimboh pun menegaskan bahwa industry asuransi secara keseluruhan, tidak terdampak kasus-kasus gagal bayar seperti Jiwasraya dan Bumiputera. Sebab, berdasarkan data OJK, premi industry asuransi komersial masih mengalami pertumbuhan 6,1 persen secara tahunan. Premi asuransi komersial sepanjang 2019 mencapai Rp 261,65 triliun. Pada tahun 2018, pertumbuhan premi asuransi hanya sebesar 4,1 persen. 

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Rabu, 30 September 2020 11:09

Lanjutkan Efisiensi, Bidik Rencana Likuidasi 14 BUMN

JAKARTA- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus melanjutkan langkah…

Rabu, 30 September 2020 11:07

Belanja Online Pacu Bisnis Logistik

Ketika banyak usaha tertekan pandemi corona, bisnis logistik justru berhasil…

Rabu, 30 September 2020 11:06

Batu Bara Bikin Neraca Dagang Loyo

SAMARINDA- Penurunan permintaan batu bara di tengah pandemi membuat kinerja…

Rabu, 30 September 2020 11:05

Tidak Tegas WP Bandel, 2020, Proses Tiga Kasus Pidana Perpajakan

SAMARINDA- Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kaltim dan…

Rabu, 30 September 2020 11:03

Beras Komersial Bulog Mulai Diburu

BALIKPAPAN- Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Kalimantan Timur…

Selasa, 29 September 2020 11:39

Maskapai Terbantu Demand Kargo Udara

JAKARTA - Lonjakan permintaan pengiriman barang mendatangkan keuntungan tersendiri bagi…

Selasa, 29 September 2020 10:44

PHKT Dorong Peningkatan Produksi, Ini yang Dilakukan...

BALIKPAPAN- PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) terus berupaya mempertahankan…

Selasa, 29 September 2020 10:43

Tren Positif CPO Sampai Akhir Tahun

Industri kelapa sawit menunjukkan tren perbaikan setelah sempat tertekan akibat…

Senin, 28 September 2020 16:33

Berpotensi Makin Lesu, Pengusaha Mal Minta Relaksasi

JAKARTA- Pemberlakuan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dianggap sebagai…

Senin, 28 September 2020 16:32

Isu Vaksin Hanya Sentimen Jangka Pendek

JAKARTA - Analis pasar modal Hans Kwee menilai indeks harga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers