MANAGED BY:
SENIN
28 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 17 Januari 2020 23:00
Banjir Samarinda Cuma Komoditas Politik

Dewan Ancam dengan Interpelasi, Pesimistis Ada Hasil Konkret

Banjir tiap tahun melanda Samarinda, tak ada perubahan.

PROKAL.CO,

SAMARINDA-Gaya komunikasi Wali Kota Syaharie Jaang dalam menyikapi banjir di Samarinda disayangkan akademisi. Namun, di sisi lain, Jaang diapresiasi karena bernyali mempertanyakan peran DPRD dalam menanggulangi masalah utama di Samarinda itu. Bahkan siap meladeni wacana interpelasi yang disuarakan parlemen.

Menurut pengamat politik Universitas Mulawarman (Unmul) Luthfi Wahyudi, pada dasarnya dia sepakat apa yang dikatakan Jaang. Bahwa APBD adalah kerja bersama antara DPRD dan Pemkot Samarinda. Namun, dengan sisa jabatan yang kurang dari setahun, tak banyak yang bisa dilakukan Jaang dalam menanggulangi banjir. "Dia (Jaang) sudah menjadi elite di Samarinda itu sejak 20 tahun lalu. Selama itu, enggak mampu berbuat banyak. Apalagi kalau tinggal hitungan bulan," kata Luthfi kepada Kaltim Post  (16/1).

Padahal, lanjut dia, 20 tahun menjabat mestinya Jaang sudah tahu bahwa problematika Samarinda sejak dahulu adalah banjir. Namun, banjirnya tak semasif sekarang. Jadi, kurang bijak jika Jaang memberikan statement emosional. "Dalam satu hal saya sepakat dengan Pak Jaang bahwa APBD itu kesepakatan. Justru yang menyepakati itu DPRD. Jadi, jika ada kritik ya wajar saja," imbuhnya.

Sebaliknya, sambung Luthfi, jika ada interpelasi, Jaang juga tak perlu tersinggung. Sebab, interpelasi adalah hak untuk menyatakan pendapat meminta penjelasan. Hal ini bisa diantisipasi wali kota dan pembantunya dengan menyiapkan argumen yang kuat. Luthfi melanjutkan, menjadi risiko pejabat publik, memang harus mengurusi publik. Termasuk keluhan publik. DPRD yang secara formal mewakili rakyat, ketika bersuara maka akan dianggap mewakili rakyat.

Apalagi, dua kali peristiwa banjir besar melanda Samarinda, Jaang kebetulan tak berada di tempat. Seperti pada banjir Juni 2019 dan Januari 2020 ini. Luthfi pun menggarisbawahi pernyataan Jaang yang mengatakan dia memonitor banjir di Samarinda via smartphone. Menurutnya, ini merupakan pembelaan Jaang karena tak ada di tempat. "Nah, komunikasi politik semacam ini adalah komunikasi politik yang tidak matang. Untuk kelas Pak Jaang yang sudah 20 tahun jadi elite di Samarinda, itu saya kira ya harusnya, beliau lebih wise (bijak). Apalagi, beliau berhadapan dengan banyak anggota dewan yang notabene baru," paparnya.

Diketahui, saat meninjau lokasi banjir di Perumahan Bengkuring, Samarinda Utara, Rabu (15/1), Jaang secara emosional meminta, di tengah banjir yang melanda Samarinda, tak perlu mencari “kambing hitam”. Menurutnya, anggota dewan tidak bisa menyalahkan wali kota. “Apa tanggung jawab mereka (DPRD). APBD itu program kerja bersama. Kalau ada yang kurang, DPRD bisa kasih masukan. Harusnya anggota dewan ketika masyarakat bermasalah, turun ke lapangan. Jangan sekadar ketika ingin nyaleg baru turun,” ungkapnya. Dia melanjutkan, “Gagal seperti apa? Apakah pihak dewan pernah membedah permasalahan itu (banjir)”.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 21 September 2020 09:52
Pilih Realistis Bukan Pragmatis

Fenomena Calon Tunggal: Antara Aksi Borong Partai hingga Kandidat Punya Kualitas

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 di Balikpapan dan Kutai…

Senin, 21 September 2020 09:51

Mahar Politik Bikin Pengaderan Parpol Tak Berjalan

DUA dari sembilan daerah di Kaltim hanya memiliki calon tunggal…

Senin, 21 September 2020 09:49

Mobil Terbang dari Turki

MOBIL terbang menjadi teknologi masa depan yang banyak dikembangkan beberapa…

Minggu, 20 September 2020 12:29
Korban Prostitusi Online Diperkosa Penjaga

Terbuai Janji Nikah, Rela Berikan Servis Gratis

NAJIB/KP   Bak pagar makan tanaman, penjaga menggasak korban yang…

Minggu, 20 September 2020 12:26

Hampir 4 Tahun Off, Nah....Akhir Tahun, Rumah Sakit Islam Beroperasi

SAMARINDA–Hampir empat tahun sudah bangunan Rumah Sakit Islam (RSI) Samarinda…

Minggu, 20 September 2020 09:45

Langgar Protokol Kesehatan saat Mendaftar, Tiga Calon Kepala Daerah Ditegur Mendagri

BALIKPAPAN–Kontroversi kampanye di masa pandemi oleh peserta Pilkada Serentak 2020…

Sabtu, 19 September 2020 11:46

Pasien Covid-19 Dirawat di Hotel, Pemerintah Kumpulkan Hotel-Hotel Bintang 3 Sebagai Fasiltas Isolasi

JAKARTA—Pemerintah berencana akan menggunakan hotel-hotel kelas bintang 3 di seluruh…

Sabtu, 19 September 2020 11:35

Resesi Terburuk dalam Satu Dekade, Selandia Baru Optimistis Ekonomi Lekas Pulih

WELLINGTON– Selandia Baru sukses menekan angka penularan Covid-19. Hanya sedikit…

Sabtu, 19 September 2020 11:05

Picu Klaster Baru Covid-19, Tolak Kampanye Diselingi Konser, Kumpulan Massa Tak Lebih 100 Orang

SAMARINDA–Jalannya Pilkada Serentak 2020 di tengah pandemi Covid-19 memunculkan kekhawatiran.…

Sabtu, 19 September 2020 11:00

Nestapa Nelayan Tradisional di Pesisir Kaltim, Ruang Tangkap Makin Kecil, Tersingkir Geliat Perusahaan

ABDUL Kadirkaget bukan kepalang. Ketika bangun dari tidurnya di atas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers