MANAGED BY:
SENIN
26 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 17 Januari 2020 11:51
Dari Penerbangan Perdana Susi Air Samarinda-Maratua
Selamat Tinggal Perjalanan Melelahkan ke Surga Pelepas Penat
MEMUDAHKAN MOBILISASI: Tim dari Kementerian Perhubungan berpose di Bandara Maratua seusai penerbangan perdana Samarinda-Maratua. Foto kanan, cukup 80 menit dari Samarinda sudah bisa nikmati indahnya Maratua. NOFIYATUL CHALIMAH/KP

Keberadaan rute ini diharap punya dampak baik bagi sektor pariwisata Maratua. Apalagi, tak sedikit masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata pulau ini. Salah satunya adalah Asgar (30), yang bekerja di salah satu resort di Maratua.

Asgar mengatakan, banyak keluhan yang dia dengar terkait transportasi ke pulau ini. Perjalanan jauh membuat pengunjung kelelahan. Misalkan wisatawan asing, mereka setelah sampai Jakarta, harus terbang ke Berau lagi. Setelah di Berau, harus naik kapal cepat 2,5 jam lagi. Berbeda jika ada penerbangan langsung ke Maratua dari Samarinda. Wisatawan dari Jakarta hanya transit di Samarinda.

"Kalau turis asing ke sini ada musimnya. Biasanya, turis Tiongkok datang akhir Januari dan Oktober. Kalau dari Eropa itu Agustus dan September. Mereka ke sini mengincar diving-nya," ucap Asgar.

Di Maratua, aneka resort dan penginapan sudah tersedia. Ada yang di darat, ada pula yang di atas air. Sinyal dan listrik pun tak ada masalah. Bebas dari hiruk pikuk perkotaan, pulau ini jadi tempat pas untuk melepas penat.

Apalagi, bagi mereka yang suka snorkeling atau diving, deretan koral dan ikan warna-warni memanjakan mata. Asgar pun mengatakan, turis asing betah di Maratua. Bahkan menginap hingga 15 hari. "Kerjaannya diving terus. Enggak bosan-bosan tiap hari," sambungnya.

Saat ini, pasaran harga tiket Samarinda-Tanjung Redeb di kisaran Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta. Sedangkan, tarif penerbangan Samarinda-Maratua oleh Susi Air sebesar Rp 448 ribu. Untuk rute sebaliknya, Maratua-Samarinda, Rp 443 ribu. Pemerintah mensubsidi 30 persen dari harga normal, sehingga tarifnya bisa lebih murah.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Senin, 26 Oktober 2020 16:14

Menumpuk di Kota karena Bisa Buka Praktik

DATA Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat pada 2019, Kaltim memiliki…

Senin, 26 Oktober 2020 16:12

Kisah Dokter sebagai Garda Terdepan Penanganan Covid-19, Perjuangan Ekstra di Era Corona

Perayaan Hari Dokter Nasional tahun ini terasa berbeda. Bahkan, para…

Senin, 26 Oktober 2020 14:15

Rp 252 Triliun APBD Didepositokan Pemda, KPK Selidiki Modus Deposito APBD

JAKARTA- Kebijakan sejumlah pemerintah daerah yang menempatkan Anggaran Pendapatan dan…

Senin, 26 Oktober 2020 11:06

Kualitas Demokrasi Indonesia Menurun, Publik Takut Berpendapat, Aparat Semena-mena

JAKARTA– Kualitas demokrasi Indonesia dinilai mengalami penurunan. Itulah hasil survei…

Senin, 26 Oktober 2020 11:01

Imbas Pandemi, Puluhan Perusahaan di Kaltim Tumbang

Tak hanya banyak pekerja yang dirumahkan, masuknya virus corona di…

Sabtu, 24 Oktober 2020 13:58

Proyek-Proyek APBN Masih Berjalan

SAMARINDA–Perlambatan ekonomi membuat APBD Kaltim 2021 melorot. Jelang disahkan, angkanya…

Sabtu, 24 Oktober 2020 13:57

Cadangan Batu Bara Kaltim 4,6 Miliar Metrik Ton

SAMARINDA–Realisasi produksi batu bara Kaltim dari tahun ke tahun naik-turun.…

Sabtu, 24 Oktober 2020 12:33

Realisasi Pajak Batu Bara Minus 36 Persen

SAMARINDA-Dominasi pertambangan baru bara terhadap perekonomian Kaltim bukan hal baru.…

Sabtu, 24 Oktober 2020 12:32

Vaksin Tak Langsung Dongkrak Ekonomi Kaltim

SAMARINDA-Vaksin rencananya didistribusikan secepatnya. Namun, langkah ini dinilai tak akan…

Sabtu, 24 Oktober 2020 11:14
Dari Duel Akbar UFC 254

Hapus Keraguan, Ujian Terbesar Khabib

Duel UFC 254 Khabib Nurmagomedov vs Justin Gaethje bakal berlangsung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers