MANAGED BY:
MINGGU
29 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 17 Januari 2020 11:51
Dari Penerbangan Perdana Susi Air Samarinda-Maratua
Selamat Tinggal Perjalanan Melelahkan ke Surga Pelepas Penat
MEMUDAHKAN MOBILISASI: Tim dari Kementerian Perhubungan berpose di Bandara Maratua seusai penerbangan perdana Samarinda-Maratua. Foto kanan, cukup 80 menit dari Samarinda sudah bisa nikmati indahnya Maratua. NOFIYATUL CHALIMAH/KP

PROKAL.CO, Pulau Maratua kini hanya berjarak 1 jam 20 menit dari Kota Tepian. Dengan ongkos terjangkau melalui penerbangan perintis yang disubsidi pemerintah. Kaltim Post berkesempatan menikmati penerbangan perdana Samarinda-Maratua bersama Susi Air.

NOFIYATUL CHALIMAH, Maratua

Rasanya baru saja melihat air kecokelatan yang membanjiri Kota Tepian, namun sudah berganti dengan air biru kehijauan berpadu pasir putih. Beruntung cuaca cerah menemani perjalanan Kaltim Post dengan pesawat grand caravan kemarin. Setelah 11.30 Wita lepas landas dari Samarinda, pesawat pun menyentuh tanah Pulau Maratua pukul 12.50 Wita. 

Turun dari burung besi itu, mata langsung dijejali pemandangan pantai dan laut biru kehijauan. Tak jauh dari lapangan terbang, aneka penginapan menanti. Jadi, tak perlu khawatir bermalam di mana.

Maratua memang sudah kesohor keindahannya. Pesona alamnya membuat turis Indonesia dan mancanegara memasukan pulau ini dalam daftar destinasi yang akan dikunjungi.

Dulu, perlu waktu berjam-jam ke pulau ini dari Samarinda. Melalui darat perlu waktu 18-20 jam sampai ke Tanjung Redeb, Berau. Kemudian dilanjutkan via kapal selama dua jam setengah.

Opsi lain, memakai pesawat ke Bandara Kalimarau, Berau. Dilanjutkan naik kapal. Namun kini, tak perlu payah seperti itu. Susi Air telah melayani penerbangan hingga Maratua. Tiap Selasa dan Kamis pada Week A (pekan ganjil) dan Selasa pada Week B (pekan genap). Tiap penerbangan kapasitasnya 12 penumpang. 

Salah satu penumpang di penerbangan perdana ini adalah Dana Pranata. Lelaki asal Samarinda yang ke Maratua karena harus mempersiapkan acara kantornya.

Sebelumnya, dia berpikir opsi terbang ke Bandara Kalimarau lebih dulu. Namun, dia mendapat info dari kawannya bahwa ada penerbangan baru dari Samarinda langsung ke Maratua.

"Saya mengapresiasi sekali. Enak. Satu jam 20 menit saja sudah sampai di Maratua. Semoga ke depannya bisa tambah lagi jadwal penerbangannya," kata Dana yang ke Maratua bersama rekan kantornya.

Tak hanya Dana, Safitri juga jadi penumpang di penerbangan pertama rute Samarinda-Maratua. Perempuan berjilbab ini adalah warga Samarinda yang beberapa waktu belakangan bekerja di Maratua. Sebelumnya, dia ke Maratua melalui Bandara Kalimarau, lalu dilanjut dengan kapal 2,5 jam.

"Tapi, sekarang langsung saja ke Samarinda dan harganya murah. Saya dibelikan tiket sama perusahaan tempat saya bekerja," ucapnya.

Keberadaan rute ini diharap punya dampak baik bagi sektor pariwisata Maratua. Apalagi, tak sedikit masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata pulau ini. Salah satunya adalah Asgar (30), yang bekerja di salah satu resort di Maratua.

Asgar mengatakan, banyak keluhan yang dia dengar terkait transportasi ke pulau ini. Perjalanan jauh membuat pengunjung kelelahan. Misalkan wisatawan asing, mereka setelah sampai Jakarta, harus terbang ke Berau lagi. Setelah di Berau, harus naik kapal cepat 2,5 jam lagi. Berbeda jika ada penerbangan langsung ke Maratua dari Samarinda. Wisatawan dari Jakarta hanya transit di Samarinda.

"Kalau turis asing ke sini ada musimnya. Biasanya, turis Tiongkok datang akhir Januari dan Oktober. Kalau dari Eropa itu Agustus dan September. Mereka ke sini mengincar diving-nya," ucap Asgar.

Di Maratua, aneka resort dan penginapan sudah tersedia. Ada yang di darat, ada pula yang di atas air. Sinyal dan listrik pun tak ada masalah. Bebas dari hiruk pikuk perkotaan, pulau ini jadi tempat pas untuk melepas penat.

Apalagi, bagi mereka yang suka snorkeling atau diving, deretan koral dan ikan warna-warni memanjakan mata. Asgar pun mengatakan, turis asing betah di Maratua. Bahkan menginap hingga 15 hari. "Kerjaannya diving terus. Enggak bosan-bosan tiap hari," sambungnya.

Saat ini, pasaran harga tiket Samarinda-Tanjung Redeb di kisaran Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta. Sedangkan, tarif penerbangan Samarinda-Maratua oleh Susi Air sebesar Rp 448 ribu. Untuk rute sebaliknya, Maratua-Samarinda, Rp 443 ribu. Pemerintah mensubsidi 30 persen dari harga normal, sehingga tarifnya bisa lebih murah.

Diungkapkan Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Dodi Dharma Cahyadi, penerbangan Susi Air yang disubsidi pemerintah ini akan melayani lima penerbangan di Kaltim. Empat di antaranya dari APT Pranoto. Rute tersebut antara lain Samarinda-Maratua pulang pergi (PP). Kemudian Samarinda-Long Apung PP, Samarinda-Datah Dawai PP, dan Samarinda-Muara Wahau PP. Satu penerbangan perintis subsidi lagi yang bukan dari APT Pranoto adalah Datah Dawai-Melak PP.

"Untuk subsidi penerbangan perintis di Kaltim ini, menghabiskan dana Rp 19 miliar," ucapnya.

Diharapkan penerbangan ini akan memudahkan mobilitas masyarakat Kaltim yang selama ini kerap dihadapkan pada masalah transportasi. Apalagi, dia melihat mobilitas masyarakat Samarinda dan sekitarnya cukup tinggi. Terpantau dari Bandara APT Pranoto yang selalu ramai.

Sementara itu, Direktur Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara Maria Kristi mengatakan, rute-rute yang disubsidi ini berdasarkan prinsip daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Pemilihan maskapai pun tak asal tunjuk.

"Melalui mekanisme lelang juga. Susi Air yang menang," ucapnya seusai acara peresmian penerbangan perintis di Bandara APT Pranoto, kemarin (16/1).

Untuk penerbangan perintis di seluruh Indonesia, pemerintah pusat mengalokasikan dana Rp 500 miliar. Meskipun berstatus subsidi, tak ada target khusus kalangan yang boleh naik penerbangan ini. Sebab, tujuan penerbangan perintis ini adalah membantu konektivitas antardaerah agar lebih lancar.

District Manager Susi Air Samarinda Astrid Siska Pratiwi mengatakan, sebelumnya Susi Air sudah menangani beberapa penerbangan perintis di Samarinda. Namun, rute Samarinda–Maratua jadi yang pertama tahun ini.

Astrid mengatakan, untuk membeli tiket Susi Air, masyarakat bisa memesan di loket Susi Air paling tidak dua hari sebelum penerbangan, kemudian melakukan konfirmasi ulang. Sejauh ini tiket belum dijual secara daring.

"Sebelum terbang juga ditimbang berat badan penumpangnya dahulu untuk menghitung beban pesawat," pungkasnya. (***/dwi/k16)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 28 Maret 2020 19:55

Sudah 17 Kasus Covid-19 di Kaltim, Balikpapan Terbanyak

SAMARINDA - Kasus pasien positif terjangkit virus Corona covid-19 di…

Sabtu, 28 Maret 2020 11:34

Kasus Positif Tembus 1.000 Orang

JAKARTA---  Jumlah  pasien yang positif terinfeksi virus Covid-19 akhirnya menembus…

Sabtu, 28 Maret 2020 00:57

Usai Perjalanan Malang-Surabaya, Seorang Dokter di Kaltim PDP Covid-19

SAMARINDA - Seorang berprofesi dokter masuk kategori Pasien dalam pengawasan…

Jumat, 27 Maret 2020 15:04

Pemprov DKI Jakarta Sediakan Hotel untuk Tenaga Medis

Pemprov DKI Jakarta mengambil sejumlah langkah besar untuk mengatasi pandemi…

Jumat, 27 Maret 2020 15:02

Kaltim Terima 2.400 Rapid Test, Utamakan Paramedis dan Keluarga Pasien

SAMARINDA–Laju pertambahan jumlah pasien positif corona atau Covid-19 di Kaltim…

Jumat, 27 Maret 2020 14:58

Pemerintah Harus Tegas Larang Mudik

JAKARTA – Lebaran masih dua bulan lagi. Namun, kondisi Jakarta…

Jumat, 27 Maret 2020 14:55
Diatur Bandar Tawau, Berau Lokasi Transit

Diupah Rp 10 Juta, Dua Kurir 10 Kg Sabu Diancam Hukuman Mati

SAMARINDA–Modus pengedar sabu-sabu dari hari ke hari kian beragam. Namun,…

Jumat, 27 Maret 2020 14:48

Cerita dr Dimas Satrio Baringgo yang Menangani Pasien Covid-19

Wabah virus Covid-19 menjadi ancaman yang mengerikan. Social distancing pun…

Jumat, 27 Maret 2020 14:21

Pandemi Corona, AS Kucurkan Dana Terbesar Sepanjang Sejarah, Warganya Panik dan Antre Beli Senjata

Beberapa negara mengucurkan bantuan besar-besaran untuk mengatasi pandemi Covid-19. Pada…

Jumat, 27 Maret 2020 13:49
Beredar Rekaman Suara Bupati PPU soal Lockdown

Lockdown di PPU..? Ternyata Ini Kata Bupati PPU

Ada isu lockdown diberlakukan di Penajam Paser Utara. Sontak warga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers