MANAGED BY:
JUMAT
28 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 17 Januari 2020 11:51
Dari Penerbangan Perdana Susi Air Samarinda-Maratua
Selamat Tinggal Perjalanan Melelahkan ke Surga Pelepas Penat
MEMUDAHKAN MOBILISASI: Tim dari Kementerian Perhubungan berpose di Bandara Maratua seusai penerbangan perdana Samarinda-Maratua. Foto kanan, cukup 80 menit dari Samarinda sudah bisa nikmati indahnya Maratua. NOFIYATUL CHALIMAH/KP

PROKAL.CO, Pulau Maratua kini hanya berjarak 1 jam 20 menit dari Kota Tepian. Dengan ongkos terjangkau melalui penerbangan perintis yang disubsidi pemerintah. Kaltim Post berkesempatan menikmati penerbangan perdana Samarinda-Maratua bersama Susi Air.

NOFIYATUL CHALIMAH, Maratua

Rasanya baru saja melihat air kecokelatan yang membanjiri Kota Tepian, namun sudah berganti dengan air biru kehijauan berpadu pasir putih. Beruntung cuaca cerah menemani perjalanan Kaltim Post dengan pesawat grand caravan kemarin. Setelah 11.30 Wita lepas landas dari Samarinda, pesawat pun menyentuh tanah Pulau Maratua pukul 12.50 Wita. 

Turun dari burung besi itu, mata langsung dijejali pemandangan pantai dan laut biru kehijauan. Tak jauh dari lapangan terbang, aneka penginapan menanti. Jadi, tak perlu khawatir bermalam di mana.

Maratua memang sudah kesohor keindahannya. Pesona alamnya membuat turis Indonesia dan mancanegara memasukan pulau ini dalam daftar destinasi yang akan dikunjungi.

Dulu, perlu waktu berjam-jam ke pulau ini dari Samarinda. Melalui darat perlu waktu 18-20 jam sampai ke Tanjung Redeb, Berau. Kemudian dilanjutkan via kapal selama dua jam setengah.

Opsi lain, memakai pesawat ke Bandara Kalimarau, Berau. Dilanjutkan naik kapal. Namun kini, tak perlu payah seperti itu. Susi Air telah melayani penerbangan hingga Maratua. Tiap Selasa dan Kamis pada Week A (pekan ganjil) dan Selasa pada Week B (pekan genap). Tiap penerbangan kapasitasnya 12 penumpang. 

Salah satu penumpang di penerbangan perdana ini adalah Dana Pranata. Lelaki asal Samarinda yang ke Maratua karena harus mempersiapkan acara kantornya.

Sebelumnya, dia berpikir opsi terbang ke Bandara Kalimarau lebih dulu. Namun, dia mendapat info dari kawannya bahwa ada penerbangan baru dari Samarinda langsung ke Maratua.

"Saya mengapresiasi sekali. Enak. Satu jam 20 menit saja sudah sampai di Maratua. Semoga ke depannya bisa tambah lagi jadwal penerbangannya," kata Dana yang ke Maratua bersama rekan kantornya.

Tak hanya Dana, Safitri juga jadi penumpang di penerbangan pertama rute Samarinda-Maratua. Perempuan berjilbab ini adalah warga Samarinda yang beberapa waktu belakangan bekerja di Maratua. Sebelumnya, dia ke Maratua melalui Bandara Kalimarau, lalu dilanjut dengan kapal 2,5 jam.

"Tapi, sekarang langsung saja ke Samarinda dan harganya murah. Saya dibelikan tiket sama perusahaan tempat saya bekerja," ucapnya.

Keberadaan rute ini diharap punya dampak baik bagi sektor pariwisata Maratua. Apalagi, tak sedikit masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata pulau ini. Salah satunya adalah Asgar (30), yang bekerja di salah satu resort di Maratua.

Asgar mengatakan, banyak keluhan yang dia dengar terkait transportasi ke pulau ini. Perjalanan jauh membuat pengunjung kelelahan. Misalkan wisatawan asing, mereka setelah sampai Jakarta, harus terbang ke Berau lagi. Setelah di Berau, harus naik kapal cepat 2,5 jam lagi. Berbeda jika ada penerbangan langsung ke Maratua dari Samarinda. Wisatawan dari Jakarta hanya transit di Samarinda.

"Kalau turis asing ke sini ada musimnya. Biasanya, turis Tiongkok datang akhir Januari dan Oktober. Kalau dari Eropa itu Agustus dan September. Mereka ke sini mengincar diving-nya," ucap Asgar.

Di Maratua, aneka resort dan penginapan sudah tersedia. Ada yang di darat, ada pula yang di atas air. Sinyal dan listrik pun tak ada masalah. Bebas dari hiruk pikuk perkotaan, pulau ini jadi tempat pas untuk melepas penat.

Apalagi, bagi mereka yang suka snorkeling atau diving, deretan koral dan ikan warna-warni memanjakan mata. Asgar pun mengatakan, turis asing betah di Maratua. Bahkan menginap hingga 15 hari. "Kerjaannya diving terus. Enggak bosan-bosan tiap hari," sambungnya.

Saat ini, pasaran harga tiket Samarinda-Tanjung Redeb di kisaran Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta. Sedangkan, tarif penerbangan Samarinda-Maratua oleh Susi Air sebesar Rp 448 ribu. Untuk rute sebaliknya, Maratua-Samarinda, Rp 443 ribu. Pemerintah mensubsidi 30 persen dari harga normal, sehingga tarifnya bisa lebih murah.

Diungkapkan Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Dodi Dharma Cahyadi, penerbangan Susi Air yang disubsidi pemerintah ini akan melayani lima penerbangan di Kaltim. Empat di antaranya dari APT Pranoto. Rute tersebut antara lain Samarinda-Maratua pulang pergi (PP). Kemudian Samarinda-Long Apung PP, Samarinda-Datah Dawai PP, dan Samarinda-Muara Wahau PP. Satu penerbangan perintis subsidi lagi yang bukan dari APT Pranoto adalah Datah Dawai-Melak PP.

"Untuk subsidi penerbangan perintis di Kaltim ini, menghabiskan dana Rp 19 miliar," ucapnya.

Diharapkan penerbangan ini akan memudahkan mobilitas masyarakat Kaltim yang selama ini kerap dihadapkan pada masalah transportasi. Apalagi, dia melihat mobilitas masyarakat Samarinda dan sekitarnya cukup tinggi. Terpantau dari Bandara APT Pranoto yang selalu ramai.

Sementara itu, Direktur Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara Maria Kristi mengatakan, rute-rute yang disubsidi ini berdasarkan prinsip daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Pemilihan maskapai pun tak asal tunjuk.

"Melalui mekanisme lelang juga. Susi Air yang menang," ucapnya seusai acara peresmian penerbangan perintis di Bandara APT Pranoto, kemarin (16/1).

Untuk penerbangan perintis di seluruh Indonesia, pemerintah pusat mengalokasikan dana Rp 500 miliar. Meskipun berstatus subsidi, tak ada target khusus kalangan yang boleh naik penerbangan ini. Sebab, tujuan penerbangan perintis ini adalah membantu konektivitas antardaerah agar lebih lancar.

District Manager Susi Air Samarinda Astrid Siska Pratiwi mengatakan, sebelumnya Susi Air sudah menangani beberapa penerbangan perintis di Samarinda. Namun, rute Samarinda–Maratua jadi yang pertama tahun ini.

Astrid mengatakan, untuk membeli tiket Susi Air, masyarakat bisa memesan di loket Susi Air paling tidak dua hari sebelum penerbangan, kemudian melakukan konfirmasi ulang. Sejauh ini tiket belum dijual secara daring.

"Sebelum terbang juga ditimbang berat badan penumpangnya dahulu untuk menghitung beban pesawat," pungkasnya. (***/dwi/k16)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 27 Februari 2020 19:24

Bursa Ketua Golkar Kaltim, Lima Ormas Didirikan Golkar Ada di Kubu Makmur

SAMARINDA - Lima organisasi dididirikan Partai Golkar solid mendukung Makmur…

Kamis, 27 Februari 2020 16:28

GILA..!! Bocah SD Tawuran di Lapangan Terbuka, Saling Serang dengan Senjata Tajam

SUKABUMI- Entah apa karena kebanyakan nonton film atau game kekerasan,…

Kamis, 27 Februari 2020 16:22

Arab Saudi Stop Izin Umrah dan Berkunjung, Indonesia Kena..!!

Indonesia menjadi salah satu negara yang masuk dalam daftar 22…

Kamis, 27 Februari 2020 13:44

Lacak Bukti Percakapan, Sekjen PDIP Diperiksa KPK Lagi

JAKARTA– Indikasi keterlibatan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Hasto Kristiyanto…

Kamis, 27 Februari 2020 13:21

Masjid Dibakar, Toko Dijarah, Bentrok Delhi Renggut 23 Nyawa

NEW DELHI– India mengulang sejarah kelam. Kerusuhan sektarian kembali terjadi…

Rabu, 26 Februari 2020 22:49

Kata Menteri Ini, Tiongkok Sampai Jepang Niat Bangun Bandara di IKN

JAKARTA- Pemerintah berencana membangun ibu kota negara dengan infrastruktur yang…

Rabu, 26 Februari 2020 22:42

Energi Ramah Lingkungan di IKN, Begini Konsepnya....

JAKARTA-  Ibu kota negara (IKN) mengadopsi konsep Green City atau…

Rabu, 26 Februari 2020 22:40

Menhub Bilang, Wajah IKN Baru Bakal Jadi Kiblat Kota Masa Depan Indonesia

JAKARTA- Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan pembangunan infrastruktur…

Rabu, 26 Februari 2020 22:37

IKN Tak Dipimpin Gubernur, Tapi Setingkat Menteri

JAKARTA-  Ibu kota negara (IKN) meski berada di dua kabupaten…

Rabu, 26 Februari 2020 18:10

Wagub Minta Tol Balsam Seksi I dan V Selesai Mei 2020

SAMARINDA - Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi akan meminta sejumlah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers