MANAGED BY:
SENIN
17 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 17 Januari 2020 11:26
Sudah Tidak Ada WNI yang Ditawan Abu Sayyaf
Militer Filipina berhasil memaksa kelompok terror Abu Sayyaf untuk membebaskan nelayan Indonesia.(Defense News Daily)

PROKAL.CO, JAKARTA - Pemerintah Filipina memenuhi janjinya kepada pemerintah Indonesia. Melalui operasi militer, Muhammad Farhan, warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi tawanan Abu Sayyaf, sukses dibebaskan Rabu malam (15/1). Dengan demikian, sudah tidak ada lagi WNI yang disandera oleh kelompok perompak perairan Sulu tersebut.

Juru Bicara Komando Mindanao Barat Militer Filipima Mayor Arvin Encinas mengatakan, operasi bermula ketika pasukan darat menerima informasi dari penduduk Desa Bato-Bato, Indanan, mengenai keberadaan Farhan. Operasi berlangsung senyap tanpa adanya kontak senjata. Pukul 18.45 waktu setempat, Farhan berhasil dibawa keluar.

Saat diselamatkan, kondisi Farhan nampak lesu. Tim lantas membawanya ke Rumah Sakit Stasiun Hautal Teodulfo Bautista Kuta di Jolo untuk pemeriksaan medis. Setelah dianggap membaik, Farhan diterbangkan menuju Rumah Sakit Umum Camp Navarro di Zamboanga.

”Kami sangat senang dengan pencapaian luar biasa dari Satuan Tugas Gabungan Militer kami di Sulu. Ini membuktikan bahwa upaya penyelamatan berkelanjutan dan operasi keamanan melumpuhkan Abu Sayyaf telah sangat efektif,” beber Encinas dilansir Daily Express.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Teuku Faizasyah menyampaikan apresiasi atas kerja keras pemerintah Filipina. Terutama, berterima kasih kepada Divisi 11 AFP (pasukan militer Filipina) dalam upaya membebaskan para sandera WNI. ”Dengan bebasnya Farhan, maka saat ini seluruh WNI yang disandera Abu Sayyaf telah berhasil dibebaskan,” kata Faiza.

Pada 22 Desember 2019 lalu, pasukan militer Filipina berhasil membebaskan Maharudin Lunani dan Samiun Maneu. Pembebasan tersebut diwarnai kontak senjata. Saat itu satu personil militer Filipina gugur. Serah terima Lunani dan Samiun oleh pemerintah Indonesia kepada keluarga sudah dilaksanakan empat hari setelah pembebasan di kantor Kemenlu.

Selama proses pembebasan tersebut pemerintah Filipina sengaja memilih pendekatan militer.Pendekatan tersebut sudah dibahas dengan pemerintah Indonesia sejak KTT ASEAN-Republic of Korea (RoK) pada awal Desember lalu. Saat itu Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia Retno Marsudi meminta Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana untuk mengintensifkan upaya pembebasan tersebut. Pada kesempatan yang sama, Presiden RI Joko Widodo juga melakukan bertemu langsung dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte membicarakan hal yang sama. (han)


BACA JUGA

Minggu, 16 Februari 2020 12:45

Jakarta Setelah Ibu Kota Pindah, Gedung DPR Sudah Ada yang Ngincar

Pasca pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur, sejumlah aset…

Minggu, 16 Februari 2020 11:48

Sambut 5 Mahasiswa dari Wuhan, Rizal : Masyarakat Jangan Punya Anggapan Macam-macam

SAMARINDA - Walikota Balikpapan Rizal Effendi menyambut kedatangan 5 mahasiswa…

Sabtu, 15 Februari 2020 13:15

Bahan Baku Masih Terbatas, Lokasi IKN Baru Krisis Air

BALIKPAPAN–Ketersediaan air di calon ibu kota negara (IKN) menjadi sorotan…

Sabtu, 15 Februari 2020 12:40

Peredaran Narkoba di Kaltim dari Malaysia, Ada Celah di Akses Darat

SAMARINDA-Menyelesaikan masalah peredaran narkoba tak semudah membalikkan telapak tangan. Parahnya,…

Sabtu, 15 Februari 2020 12:39

Musda Golkar Kaltim, Keluarga Mas’ud All Out

SAMARINDA–Opsi diskresi oleh ketua umum Golkar bisa saja mencuat dalam…

Sabtu, 15 Februari 2020 12:36

SEMUA SEHAT..!! Lewati Masa Inkubasi Virus Corona, 14 Pelajar Kaltim Pulang

SAMARINDA–Hari ini (15/2), 238 WNI dari Provinsi Hubei, Tiongkok akan…

Sabtu, 15 Februari 2020 12:23

Draf RUU Cipta Lapangan Kerja, Bisa Kontrak Seumur Hidup dan Tak Dapat Pesangon

JAKARTA – Kerja! Kerja! Kerja! Slogan Kabinet Kerja era kepimpinan…

Sabtu, 15 Februari 2020 12:04

Garda Terdepan Yang Paling Rawan Terpapar COVID-19

WUHAN– Jam masih menunjukkan pukul 03.00 ketika Wang Xiaoting menembus…

Sabtu, 15 Februari 2020 11:48

Masih Ada 3 Ribuan Warga Tiongkok di Bali, 468 Warga RRT Mengajukan Perpanjangan Izin Tinggal Darurat

Virus Corona membuat semuanya geger. Yang paling kena imbasnya tentu…

Sabtu, 15 Februari 2020 11:33

WASPADA..!! Hujan Lebat dan Angin Kencang 3 Hari Kedepan

JAKARTA– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi hujan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers