MANAGED BY:
RABU
19 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Kamis, 16 Januari 2020 16:17
Lucu Memang..!! ”Raja” dan ”Ratu” Keraton Agung Sejagat Tawarkan Jabatan Menteri sampai Lurah

Jadi Tersangka Penipuan, Bangunan Keraton Agung Sejagat Bukan Milik Raja

"Ratu" Fanny Aminadi usai ditangkap polisi karena terjerat kasus penipuan.

PROKAL.CO, SEMARANG– ”Raja” dan ”ratu” itu lebih sering menundukkan kepala. Sesekali sang ratu mengusap air mata sembari menengok ke arah sang raja. Di halaman Ditreskrimum Polda Jateng, Semarang, kemarin (15/1), Totok Santosa dan Fanny Aminadi tidak hanya kehilangan ”kekuasaan”. Tapi sekaligus berstatus tersangka tindak penipuan.

”Tentunya, dengan adanya kejadian ini, saya minta kepada seluruh masyarakat menjadi jelas tentang apa yang terjadi di Jateng. Pihak kepolisian sudah melakukan tindakan cepat dan tegas untuk menangani fenomena ini supaya tidak bertambah jumlah korban,” tutur Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel dalam rilis kemarin seperti dilansir Jawa Pos Radar Semarang.

Ya, Totok adalah Totok Santosa Hadiningrat, raja Keraton Agung Sejagat (KAS) yang ”diproklamasikan” di Desa Pogungjurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jateng, pada Minggu (12/1). Sedangkan Fanny mengaku sebagai ratu atau permaisuri dengan nama Dyah Gitarja.

Keduanya ditangkap paksa oleh Ditreskrimum Polda Jateng di daerah Kulonprogo, Jogjakarta, Selasa (14/1). Selanjutnya, keduanya digelandang ke Mapolda Jateng untuk dilakukan pemeriksaan.

Di akun Facebook pribadinya, Fanny tertulis bekerja sebagai penulis skenario, script writer, dan tim kreatif di beberapa rumah produksi. Status terakhirnya tercatat pada 18 November 2018 yang terkait dengan diskon belanja di salah satu lokapasar (marketplace).

Di ”pusat kerajaan” di Desa Pogungjurutengah, Purworejo, garis polisi terpasang mengelilingi KAS. Dan bangunan itu ternyata bukan punya Totok atau Fanny. Melainkan milik Chikmawan yang merupakan mantan pegawai negeri sipil (PNS) Kabupaten Purworejo. Informasi yang didapatkan Jawa Pos, Chikmawan merupakan tangan kanan Totok. Dia pun dianugerahi gelar Resi Joyodiningrat. Tugasnya menjadi penasihat kerajaan.

Dari polisi yang berjaga di lokasi, Hikmawan, sapaan akrab Chikmawan, kabarnya ikut diamankan polisi. Warga sekitar juga tak asing dengan dia. Sebab, dia pernah menjabat sekretaris Desa (Sekdes) Pogungjurutengah. ”Dulu mantan PNS juga,” ujar Kepala Desa (Kades) Pogungjurutengah Slamet Purwadi kepada Jawa Pos.

Kata Slamet, setelah menjabat Sekdes, Hikmawan diangkat sebagai PNS. Karena itu, dia mengundurkan diri dari Sekdes. Dia kemudian ditempatkan di salah satu dinas Pemkab Purworejo. Entah tepatnya kapan, selanjutnya dia memilih keluar dari PNS. Slamet memprediksi keputusan itu tak lain diambil karena bergabung dengan Totok yang dulu pernah mendirikan Jogjakarta Development Committee.

Tetangga Hikmawan, Mariyati, menjelaskan bahwa bangunan KAS terdiri atas dua bagian: ruang sidang Gedung Sri Ratu Indratayana dan padepokan keraton. Di ruang sidang ada air conditioner, tempat duduk, serta tongkat raja beserta permaisuri.

Menurut Mariyati, di antara keluarga besar Chikmawan, tidak ada yang tinggal di keraton itu. Sekitar dua tahun lalu rumah tersebut dipugar. Dinding dan atapnya ditinggikan. Bagian belakangnya juga diperpanjang. Sementara bagian dalamnya dirombak total.

Dalam rilis di Semarang, Rycko menyebutkan, Totok dan Fanny mengaku memperoleh wangsit beberapa bulan lalu dari para leluhur dan diminta segera mendirikan kerajaan. Dengan pusatnya di Kecamatan Bayan. ”Atas dasar wangsit tersebut kemudian melengkapi beberapa kartu yang berasal dari PBB, tapi palsu,” jelasnya.

Masyarakat yang menjadi korban dalam fenomena itu mencapai ratusan orang dan sudah nyaris menjadi pengikut. Mereka juga diwajibkan memberikan iuran hingga puluhan juta rupiah.

Berbekal keyakinan dan hasutan tersebut, Totok menyebarkan sebuah paham yang diduga menyesatkan. Yakni, mereka yang ikut dengan kerajaan itu akan terbebas dari malapetaka. Juga kehidupan mereka akan berubah menjadi lebih baik.

”Dan sebaliknya, kalau tidak mengikuti, tidak mengakui, dari sebagian kerajaan akan mendapatkan berbagai bencana. Pengikutnya yang tidak mau tunduk, tidak mau patuh kepada kerajaan, dianggap sebagai pembangkang. Dianggap sebagai teroris dan akan mendapat malapetaka,” bebernya.

Rycko menambahkan, sudah kali ketiga kegiatan itu dilakukan Totok dan Fanny. Berawal pada 29 Desember 2019 dengan mulai membentuk kerajaan sesuai wangsit di Purworejo. Kemudian membagikan seragam kepada anggotanya pada 10 Januari 2020 dan deklarasi pada 12 Januari 2020.

Dari aspek yuridis, jelas Rycko, kepolisian telah menemukan berbagai bukti permulaan yang cukup untuk meningkatkan status. Dari penyelidikan meningkat menjadi penyidikan. Bukti yang dimaksud terkait penipuan. Dengan cara melakukan penarikan biaya dari masyarakat dengan menggunakan simbol.

”Sehingga masyarakat tertarik dan menjadi pengikutnya dengan mengeluarkan sejumlah uang agar kehidupannya berubah. Ternyata simbol-simbol itu semua palsu. Tempat tinggal juga palsu,” tegasnya.

Rycko menjelaskan, sesuai KTP, Totok tinggal di Jakarta Utara. Sedangkan Fanny yang diakui sebagai permaisuri tinggal di Jakarta Selatan. Sebelum tinggal di dalam kerajaan, pasangan yang menikah siri itu indekos di kawasan Godean, Jogjakarta. Totok dan Fanny ternyata juga sudah membentuk struktur pemerintahan. Yang berkeinginan menjabat ditarik iuran dengan nilai mulai Rp 3 juta sampai Rp 30 juta.

Kabidhumas Polda Jateng Kombespol Iskandar Fitriana Sutisna mengatakan, pembentukan kerajaan tersebut sudah terstruktur dan direncanakan keduanya sejak 2018. ”Tadi saya tanya juga kepada mereka berdua, yang menetapkan raja dan ratu itu siapa. Katanya mereka berdua sendiri,” ungkapnya seperti dilansir Jawa Pos Radar Semarang.

Menurut Iskandar, ada yang menyetor sampai Rp 30 juta, tapi belum mendapat jabatan. Jumlah anggota yang telah direkrut sudah mencapai 450 orang dari berbagai daerah. Mereka merupakan masyarakat biasa dari berbagai kalangan.

Sementara itu, struktur dalam pemerintahan kerajaan Totok yang sudah dikonsep adalah membentuk kabinet hingga terendah sekelas jabatan lurah. ”Mereka ini nanti ada resi yang terdapat 13 kementerian. Termasuk juga ada militernya di situ. Ada bidang ekonomi, sosial, budaya, dan politik,” bebernya.

Di bawah resi, lanjut Totok, ada yang namanya bre. Bre itu seperti gubernur. Di bawah gubernur ada yang namanya tekel atau sama dengan lurah. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan untuk mengungkap motif dari kasus tersebut.

KAS, menurut pengakuan Totok dan Fanny, masih mengakui negara Indonesia. ”Dari hasil penipuan belum kami total. Tapi, tadi kami lihat buku tabungan cukup banyak isinya. Ada yang Rp 20 juta, Rp 35 juta,” kata Iskandar.

Berbagai barang bukti juga telah disita Polda Jateng. Mulai seragam hingga pistol jenis airsoft gun. Sejauh ini sudah sepuluh saksi yang diperiksa. Tapi, baru dua yang ditetapkan sebagai tersangka, Totok dan Fanny

Kedua tersangka terancam dijerat pasal 14 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana tentang menyiarkan berita atau pemberitaan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat. Dan atau pasal 378 KUHP tentang penipuan. Menurut Iskandar, selain pasal penipuan, kedua tersangka bakal dijerat Undang-Undang Darurat atas kepemilikan pistol tak berizin tersebut. (mha/omy/c9/ttg)


BACA JUGA

Rabu, 19 Februari 2020 11:29

Pengusaha Malaysia Mulai Petakan Peluang

Hadirnya ibu kota negara (IKN) di Kaltim membuat mata investor…

Rabu, 19 Februari 2020 10:17

Tiga Kru WNI Positif Terinfeksi Virus Korona

JAKARTA- Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan, tiga orang kru…

Selasa, 18 Februari 2020 12:48

Pantau Kondisi 78 WNI yang Dikarantina di Kapal Pesiar, Kemenlu-Kemenkes Kerahkan Tim ke Jepang

JAKARTA– Pariwisata menjadi salah satu sektor yang berpotensi paling terpukul…

Selasa, 18 Februari 2020 12:41

Musda Golkar Berpotensi Aklamasi

TENGGARONG–Bayang-bayang aklamasi dalam pemilihan ketua DPD Golkar Kaltim menguat. Sinyalemen…

Selasa, 18 Februari 2020 12:38

Singgung Presiden di Facebook, Dosen Unnes Dibebastugaskan dan Minta Pembuktian Akademik

SEMARANG– Dosen Universitas Negeri Semarang (Unnes) Dr Sucipto Hadi Purnomo…

Selasa, 18 Februari 2020 12:34

Sulitnya Mencari Masker di Hong Kong saat Wabah Virus Corona Merebak

Pada 23 Januari, awak Kaltim Post mendarat sempurna di Hong…

Selasa, 18 Februari 2020 12:33

Jelang Bebas, Abun Malah Ajukan PK

JAKARTA-Hery Susanto Bun alias Abun menyebut peninjuan kembali (PK) yang…

Selasa, 18 Februari 2020 12:10

Lewat Omnibus Law, Pemerintah Dianggap Ingin Intervensi Pers

JAKARTA - Penolakan draf omnibus law juga datang dari Aliansi…

Selasa, 18 Februari 2020 12:06

ADUH..!! Neraca Dagang RI Kembali Defisit, Belum Lagi Dampak Corona

JAKARTA– Tahun telah berganti. Namun, neraca perdagangan RI masih tetap…

Selasa, 18 Februari 2020 11:51

Kualitas SDM Kaltim Meningkat

SAMARINDA- Kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kaltim terus mengalami…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers