MANAGED BY:
SELASA
25 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Kamis, 16 Januari 2020 14:07
Bakal Diserbu Nelayan Pantura, Mahfud Janji Prioritaskan Nelayan Natuna
Nelayan Pantura siap ke Natuna.

PROKAL.CO, JAKARTA– Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mohammad Mahfud MD memastikan bahwa rencana mobilisasi nelayan dari Pantai Utara (Pantura) Jawa ke perairan Natuna tidak akan menyisihkan nelayan lokal. Sebaliknya, nelayan Natuna akan mendapat prioritas.

Keterangan tersebut disampaikan Mahfud saat berkunjung ke Natuna kemarin (15/1). ”Jangan salah paham seakan-akan kami mau mendrop nelayan dari luar Natuna ke sini, kemudian nelayan-nelayan Natuna tidak diperhatikan. Jusrtu prioritas diberikan kepada nelayan-nelayan setempat,” beber mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu.

Mahfud memastikan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan gubernur Kepulauan Riau dan bupati Natuna. Dia menyebutkan bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang akan mengurus masalah teknis. Pihaknya masih mendata dan menyiapkan sejumlah fasilitas yang dibutuhkan di Natuna. Baik untuk nelayan yang datang dari luar Natuna maupun nelayan lokal. Mulai pembangunan sentra ekonomi sampai memperbanyak kapal-kapal ikan.

Selain Mahfud dan pejabat teras Kemenko Polhukam, dalam kunjungan kemarin turut serta Menteri KKP Edhy Prabowo. Selain itu, hadir pejabat dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Mahfud menegaskan, kedatangannya ke Natuna untuk meneruskan dan menjalankan instruksi Presiden Joko Widodo. Yakni, memastikan patroli oleh aparat di Natuna berjalan. Kemudian mengisi Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) di Natuna Utara dengan kegiatan ekonomi yang dimotori oleh para nelayan.

Edhy menambahkan, dirinya sudah melihat sejumlah sarana dan prasarana untuk nelayan di Natuna. Mulai bantuan kapal, sarana pelelangan ikan, cold storage, solar, air bersih, dan sarana penunjang lainnya. Dia mengakui bahwa nelayan-nelayan Natuna sempat mendapat bantuan. Hanya, kurang cocok dan tidak sesuai dengan keinginan mereka. ”Sebelumnya sudah ada bantuan puluhan kapal tapi dari fiber, mereka inginnya kayu,” imbuhnya.

Karena itu, pihaknya mengupayakan supaya keinginan tersebut terpenuhi. Dia memastikan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk memastikan kebutuhan masyarakat. Menurut Edhy, para nelayan Natuna sempat menyampaikan keluhan. Di antaranya mereka kesulitan mendapat bahan bakar, cold storage, dan sarana pelelangan ikan. Untungnya, sudah ada Sentra Keluatan dan Perikanan Terpadu atau SPKT di sana. ”Ke depan kami akan terus optimalkan SKPT itu,” bebernya. (syn/oni)


BACA JUGA

Senin, 24 Februari 2020 17:11

SANGAT BEJAT..!! Kepala Sekolah di Bali Ini Perkosa Muridnya Sejak SD Hingga SMU

Pihak aparat kepolisian dari Polres Badung, Bali, menetapkan seorang kepala…

Senin, 24 Februari 2020 14:23

PARAH ABIS..!! Kepala Sekolah Perkosa Muridnya di Ruang Kepala Sekolah

Polres Badung akhirnya menetapkan WS, pelaku pencabulan terhadap seorang siswi…

Minggu, 23 Februari 2020 10:49

Dua Korban Susur Sungai di Sleman Belum Ditemukan, Pembina Pramuka Jadi Tersangka

SLEMAN– Penyisiran siswa hilang karena susur sungai diperluas menjadi 27…

Minggu, 23 Februari 2020 10:03

Lama Kesepian Ditinggal Suami, Istri Bos Kuda-Kudaan dengan Anak Buah di Gudang

Usia Karin memang tak muda lagi. Sudah 47 tahun. Tapi…

Minggu, 23 Februari 2020 09:24

Suka Ngegas Motor dan Datangi Bini Tetangga, Kepalanya Ditimpas, Adi pun Wassalam..!!

MATARAM-Terkuak motif RA membunuh tetangganya, Adi. Warga Dusun Aik Nyet,…

Minggu, 23 Februari 2020 09:22

Kejagung Kejar Aset Tersangka Korupsi di Asia dan Eropa

JAKARTA-- Penyidik Kejaksaan Agung mulai mengungkap beberapa rencana penelusuran aset…

Sabtu, 22 Februari 2020 10:18

Dua Orang Positif Terkontaminasi Radioaktif

JAKARTA- Teka-teki apakah ada warga Perumahan Batan Indah (PBI) yang…

Sabtu, 22 Februari 2020 10:16

Terlalu Cepat Proses Pembentukan Komcad

JAKARTA– Rencana pembentukan komponen cadangan (komcad) oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan)…

Jumat, 21 Februari 2020 15:00

Pemerintah Klaim Omnibus Law Lebih Melindungi Pekerja

JAKARTA – Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja mengubah aturan pesangon…

Jumat, 21 Februari 2020 14:58
Debat Publik Terkait Unggahan Dosen Unnes di Facebook yang Menyinggung Presiden

Mahasiswa Teriak, Rektornya Takutttt..!! Rektornya Takutttt!!

SEMARANG- “Pertama, saya tidak menghindar. Kedua, saya tidak berdusta,” tegas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers