MANAGED BY:
JUMAT
21 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Kamis, 16 Januari 2020 14:02
Penduduk Miskin Kaltim Cuma Bertambah 990 Orang

Total Jumlah Penduduk Miskin 220.910 Orang

Pemukiman kumuh di bantaran Sungai Karang Mumus, Samarinda. Menurut data BPS menyatakan Persentase penduduk miskin di perdesaan pada September 2019 dan Maret 2019 masing-masing sebesar 9,26 persen dan 9,31 persen.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Jumlah penduduk miskin di daerah perdesaan masih lebih besar dibanding perkotaan. Persentase penduduk miskin di perdesaan pada September 2019 dan Maret 2019 masing-masing sebesar 9,26 persen dan 9,31 persen. Sedangkan di perkotaan sebesar 4,29 persen pada September 2019 dan 4,31 persen pada Maret 2019.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Anggoro Dwitjahyono mengatakan, jumlah penduduk miskin di Kaltim pada September 2019 sebesar 220.910 orang. Atau secara persentase mencapai 5,91 persen dibandingkan jumlah penduduk.

Dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2019 sebesar 219.920 orang (5,94 persen), berarti jumlah penduduk miskin secara keseluruhan bertambah sebanyak 990 orang. Namun secara persentase berkurang sebesar 0,03 persen.

“Jumlah penduduk miskin sangat dipengaruhi oleh garis kemiskinan. Sebab penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan,” jelasnya.

Dia menuturkan, jika dilihat penyebabnya dari memerhatikan komponen garis kemiskinan (GK), yang terdiri dari garis kemiskinan makanan (GKM) dan garis kemiskinan non-makanan (GKNM). Terlihat bahwa peranan komoditas makanan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditas bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan). “Sehingga makanan masih menyebabkan kemiskinan, dibandingkan komoditi bukan makanan,” pungkasnya.

Diwawancarai terpisah, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) Kaltim Midden Sihombing mengatakan, untuk mengurangi kemiskinan dana bantuan sosial memang harus ditingkatkan dan digunakan lebih efisien oleh pemerintah daerah. Agar langsung berdampak pada angka kemiskinan. Selain meningkatkan belanja bantuan sosial, dana desa seharusnya bisa juga diperuntukkan kepada peningkatan sumber daya manusia (SDM). “Dengan peningkatan SDM, maka secara otomatis tingkat kemiskinan akan menurun,” jelasnya.

Sejak 2019, pemerintah mulai memfokuskan kepada peruntukan dana desa untuk meningkatkan SDM masyarakat. Sudah ada satu desa yang menggunakan dana desa untuk meningkatkan SDM lewat peningkatan keterampilan di Badan Latihan Kerja (BLK) Samarinda.

Jika keterampilan masyarakat meningkat, maka pengangguran akan berkurang yang berujung pada penurunan angka kemiskinan di Kaltim. Selama ini dana desa kebanyakan digunakan untuk pengembangan infrastruktur sesuai dengan peraturan menteri desa dan daerah tertinggal. Namun selain itu, dana desa harus digunakan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat di desa.

“Kanwil DJPB tidak hanya mencairkan dana saja, tapi memantau bagaimana uang itu harus lebih bermanfaat. Sehingga kami mengimbau untuk mengurangi kemiskinan lewat meningkatkan efisiensi dana desa,” pungkasnya. (ctr/rom/k18)

Penduduk di Kaltim

Daerah/Tahun Garis Kemiskinan (Kapita/Bulan) Jumlah Persentase

Makanan Non Makanan Total

Perkotaan

Maret 2019 Rp 422.701 Rp 191.520 Rp 614.221 107.670 orang 4,31

September 2019 Rp 437.601 Rp 205 447 Rp 643.047 108.160 orang 4,29

 

Perdesaan

Maret 2019 441 376 156 075 597 451 112.250 orang 9,31

September 2019 465 407 162 946 628 354 112.750 orang 9,26

 

Kaltim

Maret 2019 429 165 179 991 609 155 219.920 orang 5,94

September 2019 446 840 191 850 638 690 220.910 orang 5,91

 

 

Data Maret 2019 – September 2019

 

Sumber : BPS Kaltim


BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:47

Tambah Satu Crane, PT Pelindo IV Matangkan Rencana Pengembangan Semayang

PT Pelindo IV Balikpapan optimistis kinerja sepanjang tahun ini lebih…

Kamis, 30 Januari 2020 15:04

Jadi Favorit, Permintaan Kopi Terus Naik

SURABAYA– Permintaan kopi dalam negeri terus meningkat. Itu tidak terlepas…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

RUU Omnibus Law Optimistis Dongkrak Ekonomi Daerah

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kebijakan omnibus law bisa mendorong kinerja…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

Kunjungan Bisnis Terganggu Corona

SAMARINDA – Penyebaran wabah virus corona berpotensi menghambat pengusaha dalam…

Rabu, 29 Januari 2020 13:09

Krakatau Steel Restrukturisasi Utang

JAKARTA – PT Krakatau Steel Tbk berhasil merestrukturisasi utang senilai…

Rabu, 29 Januari 2020 12:07

Target Integrasikan Pelabuhan di Kaltim

BALIKPAPAN - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV siap mendukung berjalannya…

Selasa, 28 Januari 2020 13:40

Garap Mobil Listrik Hyundai Inves USD 750 Juta

JAKARTA– Grab Indonesia bekerja sama dengan PT Hyundai Motor Indonesia…

Selasa, 28 Januari 2020 10:48

Bantu UMKM Perluas Pasar

SAMARINDA- Tak hanya mempermudah pelaku usaha mikro kecil dan menengah…

Selasa, 28 Januari 2020 10:42

Pertahankan Resep Warisan Mertua, Terbantu Marketplace

Menjaga konsistensi rasa masakan dan memuaskan pelanggan menjadi kunci sukses…

Senin, 27 Januari 2020 12:09
Menjaga Eksistensi Usaha ala Hadlan Feriyanto Munajat

Jangan Lupa Bahagia, Kombinasikan Hobi dengan Bisnis

Berbisnis tak melulu soal keuntungan. Tapi akan lebih memuaskan jika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers