MANAGED BY:
RABU
30 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Rabu, 15 Januari 2020 14:31
Kata Kejari, Haram Staf Bersentuhan dengan “Uang”
LEBIH TRANSPARAN: Kasi Pidum Kejari Kutim Indra Rivani (kanan) mengecek kendaraan tilang, termasuk barang bukti di gudang khusus . LELA RATU SIMI/KP

PROKAL.CO,

SANGATTA-Menuju zona integritas wilayah bebas korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM), Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutim meningkatkan pelayanan, membuat transparansi anggaran.

Termasuk menerapkan sistem transfer melalui bank untuk membayar kasus tilang. Kepala Kejari Kutim Setiyowati mengatakan, pihaknya tengah melakukan pencanangan pembangunan zona integritas menuju WBK dan WBBM. Jadi, masyarakat dapat mengakses layanan publik Kejari Kutim secara transparan.

Hal itu bertujuan agar pelayanan publik bisa lebih tertib, amanah, dan bebas KKN. Tidak hanya tilang, barang bukti kejahatan langsung dikembalikan kepada pemiliknya. Selain itu, dia ingin seluruh staf tidak bersentuhan dengan uang. Dalam artian menerima fee alias bayaran yang tidak seharusnya dilakukan.

"Sekarang semua harus jelas, kasus tilang langsung transfer ke bank. Kalau barang sitaan dilelang secara terbuka, uangnya masuk ke kas negara," katanya saat diwawancarai (14/1).

Perempuan berhijab itu mengatakan, banyaknya hasil sitaan dari kendaraan roda dua hingga enam (truk) langsung diamankan. Mekanisme pelelangan tidak dia ketahui secara gamblang. Barang rampasan tersebut berasal dari beragam pelanggaran, seperti sepeda motor hasil temuan hingga kasus illegal logging kayu hutan.

"Barang rampasan sudah ada enam truk, lelang terbuka dan tertutup kerja sama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), juga uang lelang langsung oleh negara. Artinya kami tahu pembeli dan pemenangnya siapa," ungkapnya. Desember lalu, lanjut dia, pihaknya telah memasukkan anggaran ke rekening negara melebihi batasan. Menurut dia, hal itu akan terus ditingkatkan. 

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Rabu, 30 September 2020 14:01

Stok Beras dan Gula Masih Melimpah, Aman hingga Awal Tahun Depan

TANJUNG REDEB–Pimpinan Bulog KCP Tanjung Redep Apriansyah menjelaskan, hingga saat…

Rabu, 30 September 2020 13:59

Dewan Setuju Naikkan Gaji Tenaga Honorer

Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Kutai Timur (Kutim) Jauhar Effendi dibuat…

Rabu, 30 September 2020 13:56

Belum Ada Minat Maskapai Lain setelah Nam Air Batal, Bandara Melalan Masih Menanti

Penantian warga Kabupaten Kutai Barat (Kubar) untuk penerbangan komersial di…

Rabu, 30 September 2020 13:53

Sembilan Bulan Tujuh Karhutla di Tahura

TENGGARONG–Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bukit Soeharto, Kutai Kartanegara…

Rabu, 30 September 2020 13:47

Rawan Tergerus Erosi saat Air Pasang, Jembatan Long Penjalin Perlu Penanganan Khusus

  TENGGARONG–Struktur bangunan pengganti Jembatan Long Penjalin di Desa Umaq…

Selasa, 29 September 2020 12:58

Sulit Jaringan Internet, Hambat Pendidikan

Bukan perkara mudah, kebanyakan orangtua yang gagap teknologi (gaptek) kerap…

Selasa, 29 September 2020 12:57

Ditangkap Warga, Ini Dia Pelaku Kacak Susu di Tanjung Redeb

TANJUNG REDEB – Begal payudara cukup meresahkan warga, khususnya bagi…

Selasa, 29 September 2020 12:53

Hari Pertama Ngantor, Pj Bupati Kutim Kaget Kondisi Pemkab

Pejabat sementara (Pjs) Bupati Kutai Timur (Kutim) Jauhar Effendi turun…

Selasa, 29 September 2020 12:50

Di Bontang Tembus 27 Klaster Keluarga, Ketatkan Pengawasan Pasien Isolasi Mandiri

Pandemi di Kota Taman kini cenderung menyebar di antara anggota…

Selasa, 29 September 2020 12:48

Ngeri..!! Hingga September, Ada 5 Kali Serangan Buaya di Sini

Januari hingga penghujung September 2020, tercatat sudah 5 kali terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers