MANAGED BY:
SELASA
25 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 15 Januari 2020 13:35
10 Ribu Warga Samarinda Terdampak Banjir

Genangan Makin Tinggi dan Meluas, Sekolah Diliburkan

SABAR YA DIK...: Dua balita di Panti Asuhan Baitul Walad, Loa Buah, Sungai Kunjang hanya bisa di atas ranjang yang hany aberjarak beberapa sentimeter dari genangan banjir. (RAMA/KALTIMPOST)

PROKAL.CO, Segala upaya sudah dilakukan pemerintah. Namun faktanya, bukannya berkurang, titik banjir justru meluas.

 

SAMARINDA–Banjir di Samarinda seolah tanpa henti. Beberapa tempat belum surut karena banjir pada Sabtu (11/1), namun air bah kembali menyambangi mereka. Hujan deras yang mengguyur Selasa (14/1), mengakibatkan genangan di mana-mana. Lagi-lagi, aktivitas masyarakat terhambat. Paduan cuaca buruk dengan tata kelola lahan yang buruk, membuat kota ini familier dengan banjir.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun merilis, potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan kilat, di beberapa wilayah di Indonesia masih terjadi. Salah satunya, Kaltim. Yang diperkirakan bakal berpotensi hujan sedang hingga lebat sampai 18 Januari 2020. Dari hasil analisis dinamika atmosfer, menunjukkan fenomena alam Madden Julian Oscillation (MJO) masih berada di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur yang mendukung peningkatan konsentrasi curah hujan.

“Fenomena gelombang tropis yakni Kelvin Wave dan Rossby Ekuatorial, berkontribusi signifikan pada pembentukan pola siklonik dan pertemuan angin, yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumatra dan Kalimantan,” jelas Deputi Bidang Meteorologi BMKG R Mulyono R Prabowo dalam keterangan tertulisnya.

 Jika Sabtu (11/1) banjir tak berpengaruh banyak pada penerbangan, maka cuaca hujan lebat di Samarinda kemarin mengakibatkan penerbangan Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto terganggu. “Iya, bad weather (cuaca buruk) semuanya delay,” kata Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) APT Pranoto Dodi Dharma Cahyadi, (14/1). Karena cuaca buruk, jarak pandang di bandara ini hanya 1.000 meter. Padahal, jarak pandang ideal untuk mendarat harus di atas 5.000 meter.

Tak hanya di udara yang kewalahan, di darat pun kena imbas. Masyarakat banyak yang terpaksa mendorong kendaraannya karena terjebak banjir. Salah satu akses lumpuh karena banjir adalah di dekat pintu masuk tol di depan Jembatan Mahkota II. Banjir dengan kedalaman sekitar 70 sentimeter sepanjang 50 meter, membuat masyarakat baik dari arah kota maupun Kecamatan Palaran terjebak. Salah satunya adalah Eko (28), warga Palaran yang hendak pulang ke rumahnya setelah dari Sambutan.

“Pagi kan mendung sedikit, tapi saya tidak kira hujan deras. Pas pulang kok sudah jadi sungai begini jalannya. Jadi, tadi saya ikut orang-orang lewat jalan tol, baru tembus ke Simpang Pasir. Padahal pakai motor saja, untung sama petugas dibolehkan lewat. Ada beberapa tadi yang lewat tol pakai motor sama saya,” sebutnya.

Terang Eko, kawasan ini memang langganan banjir. Namun, tak pernah tinggi. Biasanya, mobil atau truk masih bisa lewat. Tetapi kemarin siang, mobil dan truk pun turut mogok. Eko menduga penimbunan telaga di sisi jalan yang terendam banjir adalah sebabnya. “Dahulu, telaganya masih utuh saja sering banjir, apalagi sekarang, yang telaganya berkurang. Buktinya gundul, airnya ya lari ke jalan,” keluhnya. Pantauan lainnya, ketinggiannya banjir mencapai hampir setengah meter untuk ruas perkotaan. Sementara di beberapa titik, ketinggiannya ada yang nyaris mencapai pinggang orang dewasa. Beberapa jalan utama bahkan harus ditutup lantaran ketinggian air yang membahayakan bagi pengendara yang terpaksa melintas.

Salah satunya, Jalan Dr Soetomo. Akses warga yang hendak melintas ke Pasar Segiri lumpuh total. Kawasan yang sebelumnya jarang kebanjiran itu justru sulit dilintasi ketika air meluber hingga jalan. Namun, beberapa titik terparah ada di kawasan Samarinda Utara dan Sungai Pinang. Khususnya daerah Kompleks Perumahan Bengkuring, Griya Mukti, Jalan DI Panjaitan.

Dari data laporan yang diperoleh harian ini, banjir yang mengepung Kota Tepian hampir terjadi di seluruh ruas jalan utama. Dari data yang tercatat, ada 27 ruas jalan kebanjiran hingga selutut orang dewasa. Bahkan, hingga pukul 20.00 Wita, data yang terhimpun sebagai korban banjir nyaris menyentuh 10 ribu jiwa.

Jumlah itu terus bertambah seiring meningkatnya air yang menggenangi permukiman dan ruas jalan ibu kota Kaltim. Kawasan langganan banjir lainnya adalah simpang Kompleks Perumahan Alaya. Polresta Samarinda beserta unsur terkait lainnya melakukan evakuasi bagi warga yang hendak bertolak ke Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto. Hingga malam tadi, sejumlah titik di Samarinda pun masih tergenang hingga lutut orang dewasa.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Samarinda Ifran menuturkan, titik banjir kian meluas. “Ditambah hujan yang belum berhenti. Masyarakat harus waspada,” ungkapnya. Terlebih daerah tepi sungai. Ditegaskannya, daerah lain yang turut jadi perhatian ada di kawasan Sambutan. BPBD Samarinda menurunkan dua perahu. Satu di antaranya digunakan untuk operasional di Bengkuring. Rata-rata, ketinggian air yang mengepung Samarinda mencapai setengah meter.

 

AKTIVITAS SEKOLAH TERPAKSA DILIBURKAN

 

Salah satu sekolah yang menyelesaikan pendidikan lebih dini kemarin adalah SD 005, Kelurahan Sidodadi, Jalan Dr Soetomo. Banjir yang menggenangi sekolah sejak pukul 10.00 Wita itu terus beranjak naik. Para guru berinisiatif segera memulangkan dan meliburkan jadwal untuk kelas IV dan V.

“Air terus naik. Siangnya ada jadwal, tapi harus diliburkan karena banjir,” ujar Darsan, guru olahraga yang tengah mengawasi muridnya.

Dia mengatakan, memberikan libur dan memulangkan murid merupakan arahan dari kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda. Banjir yang melanda tempatnya mengajar sekitar 30 cm. Tidak hanya sehari, sekolah akan mengambil kebijakan libur jika banjir masih melanda hingga beberapa hari ke depan.

Kadisdik Samarinda Asli Nuryadin mengatakan, puluhan sekolah telah meliburkan siswanya karena dampak banjir. Baik SD maupun SMP. Dia menyatakan, pihak sekolah tidak perlu meminta izin untuk mengambil keputusan tersebut. “Bicaranya keselamatan anak-anak. Jadi silakan (libur) saja,” jelasnya.

Namun, dia berharap, guru memberikan pelajaran tambahan terkait libur tak diinginkan itu. Pasalnya, murid di kelas VI dan IX akan melaksanakan ujian tingkat akhir. Selain SD 005, proses belajar-mengajar di SD 007, Kelurahan Sidodamai, Samarinda Ilir, sekitar pukul 11.00 Wita, tepat setelah jam istirahat selesai, air meninggi hingga lutut orang dewasa. Sembilan kelas ikut tergenang. Aktivitas belajar terpaksa dihentikan.

Tak hanya sekolah, air disertai arus yang cukup kuat menggenang di sepanjang Jalan Damai, Samarinda Ilir. Guru dan siswa terjebak di sekolah. Sebanyak 800 siswa yang dipulangkan harus menunggu terlebih dahulu jemputan dari orangtua dan bantuan dari tim gabungan BPBD, Damkar, Detasemen B Pelopor Brimob Polda Kaltim, serta relawan untuk mengevakuasi menggunakan perahu.

Wakil Kepala SD 007 Samarinda Abdul Rahim menuturkan, pihaknya mengambil inisiatif meliburkan kegiatan. “Alhamdulillah, ada bantuan untuk mengevakuasi,” ungkapnya. Evakuasi dilakukan tim gabungan menggunakan dua perahu dan satu mobil dari Brimob. Menurut Abdul, kejadian banjir kali ini terparah dalam sejarah banjir yang menggenangi sekolah.

Sebelumnya, SD 007 memang sering kebanjiran, tapi tak sama dengan banjir sebelumnya. "Lihat saja sampai besok. Kalau air sudah surut total baru dilanjutkan aktivitas belajar. Kalau masih tergenang meskipun sedikit tetap akan diliburkan," imbuhnya. Iptu Herlan Suherlan Komandan Kompi (Danki) IV Detasemen B Pelopor Brimob Polda Kaltim mengatakan, jajarannya menurunkan 15 personel untuk membantu proses evakuasi.

"Kita mendapatkan kabar ada sekolah terdampak dan membutuhkan bantuan. Menurunkan dua perahu dan satu truk untuk melakukan bantuan," ucap Herlan. Sekitar empat jam, Brimob lalu lalang membantu warga maupun para siswa. Sedangkan proses evakuasi yang menggunakan truk mengambil dua jalur.

Yakni, masuk ke Jalan Damai menuju arah Jalan Gerilya dan satunya menuju Jalan Otto Iskandardinata. "Setelah dirasa cukup, kembali menugaskan personel untuk bersiap melakukan bantuan di lokasi lain," pungkas Herlan.

 

11 GARDU LISTRIK DIPADAMKAN

 

Menghindari adanya korsleting listrik yang membahayakan warga, Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Samarinda melakukan antisipasi. Manager UP3 Samarinda Hendra Manurung menuturkan, sejak Sabtu (11/1), pihaknya telah melakukan inspeksi di wilayah yang tergenang banjir dan terus melakukannya hingga banjir teratasi. Inspeksi tersebut bertujuan mengantisipasi instalasi yang dapat tergenang air sehingga membahayakan nyawa.

"Untuk inspeksi kami sudah lakukan sejak Sabtu lalu dan akan kami terus lakukan selama banjir ini setiap tiga jam," ucapnya. Mengantisipasi adanya aliran listrik yang membahayakan, 11 gardu dari tujuh wilayah (lihat grafis) telah dipadamkan, Selasa (14/1). "Kalau Sabtu lalu memang kami tidak ada pemadaman listrik, tapi untuk hari ini ada 11 gardu yang dipadamkan karena hampir kena, tapi itu merupakan opsi terakhir," bebernya.

Samarinda bagian utara, lanjut Hendra, saat ini menjadi pusat perhatian pihaknya, lantaran kondisi banjir yang cukup tinggi. Walau begitu, Hendra tidak menutup mata dengan kondisi lainnya. Beberapa miniature circuit breaker (MCB) pada rumah warga yang kini telah ditinggalkan telah dimatikan oleh pihaknya. "MCB dari 18 rumah yang ditinggalkan pemiliknya juga telah dimatikan petugas di lapangan," jelas Hendra. "Untuk warga yang meninggalkan rumah, dapat mematikan MCB-nya dahulu," sambungnya.

Hendra mengimbau, untuk warga yang rumahnya tergenang dapat mengamankan instalasi listriknya. Jika telah terendam, dia menyarankan untuk mengeringkan terlebih dulu sebelum dipakai. "Bagi warga yang telah meninggalkan rumahnya dan telah kembali dapat mengenakan sepatu karet dan mengeringkan terminal listrik yang akan dipakai. Jika masih ragu, dapat menghubungi petugas PLN," pungkasnya. (nyc/dra/*/dad/*/eza/riz/k8)

 

 

Samarinda Dikepung Air

 

Kecamatan RT KK Jiwa Kelurahan Rerata Tinggi

Samarinda Utara 29 2081 5431 Sempaja Timur 15-50 cm

Lempake

Budaya Pampang

Sungai Pinang 33 1248 2727 Temindung Permai 15-70 cm

Gunung Lingai

Sambutan 7 123 489 Sambutan 15-70 cm

Palaran 10 297 1123 Simpang pasir 30-70 cm

 

Titik banjir

1. Jalan Ampera (Simpang Pasir)

2. Jalan Bengkuring Raya

3. Jalan Griya Mukti

4. Jalan Surabaya (Simpang Pasir)

5. Jalan Poros Bontang-Samarinda

6. Jalan DI Panjaitan

7. Jalan P Suryanata

8. Jalan Pramuka

9. Jalan H A M Riffadin

10. Jalan Cipto Mangunkusumo

11. Jalan Damai (Sungai Dama)

12. Jalan Gelatik

13. Jalan Soekarno-Hatta (Loa Janan Ilir)

14. Jalan Mayjen Sutoyo (eks Jalan Remaja)

15. Jalan Padat Karya

16. Jalan Harun Nafsi

17. Jalan Sentosa Dalam

18. Simpang Mal Lembuswana

19. Jalan Ahmad Yani

20. Jalan P Antasari

21. Simpang Sempaja

22. Jalan Flamboyan (Loa Buah)

23. Jalan Ir Juanda

24. Jalan AW Syahranie

25. Jalan Dr Soetomo

26. Jalan Mugirejo

 

================================

 

Daftar Sekolah yang dipulangkan Karena Banjir:

 

SMP

Sekolah Lokasi

1. SMP 13 Lempake

2. SMP 27 Sempaja

3. SMP 29 Bengkuring

4. SMP 15 Loa Janan Ilir

5. SMP 5 Air Putih

6. SMP 24 Air Putih

7. SMP 11 Sempaja Selatan

8. SMP 30 Pampang

9. SMP 8 Rapat Dalam

10. SMP 6 Sungai Pinang Dalam

11. SMP 3 Samarinda Seberang

 

SD

Kecamatan Samarinda Ulu

SD 013

SD 005

SD 012

SD 027

 

Kecamatan Samarinda Utara

SD 024 Bengkuring

SD 005 Talang Sari

SD 013 Lempake

 

Kecamatan Loa Janan Ilir

SD 006

SD 009

SD 010

 

Kecamatan Samarinda Seberang

SD 010

SD 016

SD 011

SD 004

SD 007

Sumber: Dinas Pendidikan Samarinda

 

 

Daerah yang sempat mengalami pemadaman listrik

1. Kompleks Perumahan Bengkuring RT 35,36,37, 38, dan RT 44,45,46

2. Jalan Kastela 3

3. Jalan Labu Merah

4. Jalan Bengkuring raya 1

5. Perumahan Griya Mukti

6. Jalan Sejati

7. Jalan Sultan Alimuddin

 

Konsentrasi Pemantauan dan Pengamanan-

1. Daerah Bengkuring

2. Daerah Sempaja

3. Daerah Lempake

4. Daerah Mugirejo

5. Daerah Benanga

6. Daerah Pampang

7. Daerah Handil Kopi

8. Daerah DI Panjaitan

 

Sumber: Data UP3 PLN Samarinda

 

*)Update data Selasa (14/1) pukul 20.00 Wita


BACA JUGA

Selasa, 25 Februari 2020 13:18

Tanpa Corona Batu Bara Sudah Susah

Pada awal 2020, Tiongkok yang menjadi tujuan utama ekspor Kaltim…

Selasa, 25 Februari 2020 11:47

PPU Banjir, Apakah Lokasi IKN Rawan Banjir Juga..?

JAKARTA- Salah satu kawasan yang hendak dijadikan lokasi ibu kota negara…

Selasa, 25 Februari 2020 11:41

WOW..!! Pembangunan Tol dan Mal Menjadi Incaran Swasta di Ibu Kota Baru

JAKARTA- Ibu Kota baru di Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi incaran…

Senin, 24 Februari 2020 17:27

Dicalonkan Ketua Golkar Kaltim, Isran Tersenyum dan Enggan Jawab Pertanyaan Wartawan

SAMARINDA - Isran Noor kembali enggan menjawab pertanyaan wartawan. Kali…

Senin, 24 Februari 2020 15:10

Panik Corona, Korea Tetapkan Status Darurat

Korea Selatan (Korsel) makin panik dengan persebaran virus corona. Terakhir,…

Senin, 24 Februari 2020 14:45

Gara-gara Virus Korona, Bali Bisa Kehilangan Sejuta Wisatawan Tiongkok, Pantai Kuta Kini Didominasi Turis India

Keputusan pemerintah menghentikan penerbangan dari dan ke Tiongkok membuat pariwisata…

Senin, 24 Februari 2020 14:14

Seluruh Siswa Berhasil Ditemukan, Korban Meninggal Susur Sungai Jadi 10 Orang

JAKARTA--  Tim SAR Gabungan dibawah koordinasi BPBD Yogyakarta berhasil menemukan…

Senin, 24 Februari 2020 14:10

KPK Minta Parpol Usung Calon Tanpa Mahar

JAKARTA- KPK memberikan perhatian serius terhadap proses pencalonan kepala daerah…

Senin, 24 Februari 2020 14:08

Di Proyek Ini Tenaga Kerja Tiongkok Tak Datang, Pakai Tenaga Lokal

JAKARTA– Proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung sempat dikhawatirkan molor pasca…

Senin, 24 Februari 2020 13:27

Prabowo Berjaya di Dua Survei sebagai Capres

JAKARTA – Habisnya kesempatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai petahana…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers