MANAGED BY:
JUMAT
21 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

MANCANEGARA

Rabu, 15 Januari 2020 13:31
Pangeran Charles Marah, Tapi Ratu Restui Keputusan Harry-Meghan
Pangeran Harry dan Meghan Markle

PROKAL.CO, LONDON– Keluarga Kerajaan Inggris telah berkumpul untuk membahas keputusan Pangeran Harry dan Meghan Markle untuk mundur dari lingkaran dalam kerajaan. Ratu Elizabeth II menyetujui permintaan pasangan bangsawan Sussex untuk tak lagi menunaikan tugas bangsawan secara penuh.

Pada Senin (13/1) waktu setempat, Ratu Elizabeth II mendukung keinginan pasangan muda itu untuk hidup mandiri. ’’Kami tentu lebih senang mereka menjadi anggota kerajaan sepenuhnya. Namun, kami tentu menghargai keinginan mereka untuk berbakti kepada kerajaan sambil hidup independen,’’ ungkapnya menurut BBC.

Menurut dia, Harry dan Meghan bakal melaksanakan rencananya untuk menjalani masa transisi. Artinya, mereka bakal membagi waktu untuk tinggal di Kanada dan Inggris selama 2020. Selama masa itu, kerajaan bakal mencari peran yang paling cocok.

’’Ini adalah permasalahan rumit. Tapi, saya yakin keputusan akhir bisa diumumkan dalam waktu dekat,’’ ungkapnya.

Menurut The Guardian, dalam pertemuan kerajaan, Harry harus mempertahankan argumen sendirian. Sebab, Meghan tak jadi mengikuti pertemuan tersebut via telepon. Menurut sumber internal, keluarga kerajaan takut ada yang meretas saluran telepon.

Ratu pun kembali menegaskan bahwa Harry tak akan menggunakan uang rakyat. Pekan lalu, Harry memaparkan bahwa dana sovereign grant alias alokasi negara untuk kerajaan hanya mencakup 5 persen dari total pengeluarannya. Sebagian besar dana operasional mereka datang dari jatah pendapatan aset Duchy of Cornwall milik Pangeran Charles.

Daily Mail melaporkan, Charles sangat marah kepada Harry dalam pertemuan tersebut. Dia dikabarkan pergi sebelum pertemuan berakhir. ’’Saya yakin Ratu bisa melewati krisis ini. Dan saya harap politisi tak berkomentar aneh-aneh,’’ ujar Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.

Masalah lainnya adalah biaya perlindungan pasangan kerajaan tersebut. Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengungkapkan, dirinya belum tahu apakah pemerintah bersedia menanggungnya. Kanada merupakan negara persemakmuran yang menetapkan Ratu Elizabeth II sebagai kepala negara.

’’Kami belum tahu apa nanti keputusan finalnya. Sebagai salah satu anggota persemakmuran, tentu kami ingin berperan,’’ ujar Menteri Keuangan Kanada Bill Morneau kepada Agence France-Presse. (bil/c5/sof)


BACA JUGA

Rabu, 24 Oktober 2012 08:56

Bimtek bagi Pendata NJOP

<div style="text-align: justify;"> <strong>SAMARINDA </strong>&ndash;…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers