MANAGED BY:
SABTU
25 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Rabu, 15 Januari 2020 13:09
Peraturan Pajak Impor Perbanyak Barang Mahal
ilustrasi

PROKAL.CO, SURABAYA– Peraturan baru mengenai pajak barang impor diprediksi turut memengaruhi bisnis ekspedisi. Berdasar Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 199/PMK.04/2019 tentang Ketentuan Kepabeanan, Cukai, dan Pajak atas Impor Barang Kiriman, barang impor yang bebas bea masuk hanya berlaku untuk barang yang harganya tidak lebih dari USD 3. Aturan itu mengubah aturan sebelumnya yang membebaskan bea masuk untuk barang di bawah harga USD 75.

Aturan baru tersebut juga mengubah pungutan pajak dalam rangka impor (PDRI). Yakni, pemerintah merasionalisasi tarif pajak dari yang semula berkisar 27,5–37,5 persen menjadi 17,5 persen. Selain itu, pemerintah menetapkan tarif bea masuk normal 15–20 persen untuk tas, 25–30 persen untuk sepatu, dan 15–35 persen untuk produk tekstil.

Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik (Asperindo) Jatim Ardito Soepomo mengatakan, aturan itu secara umum tidak akan membuat kiriman barang impor murah berkurang. Di sisi lain, akan memperbanyak kiriman barang yang harganya lebih mahal. ”Kiriman barang ukuran kecil dengan paket pengiriman biasa akan berkurang. Sementara itu, kiriman barang dengan pengemasan khusus, seperti yang menggunakan kayu atau bubble wrap, akan naik,” katanya kemarin (14/1).

Menurut Ardito, hal itu akan memudahkan pihak ekspedisi. Sebab, selama ini banyak kiriman barang berukuran kecil yang tidak di-packing dengan kemasan khusus. ”Nah, barang kecil yang tidak dikemas khusus ini lebih rawan hilang atau rusak kan,” ujarnya. Secara volume pengiriman, Ardito memprediksi kiriman barang impor akan tetap naik. Sebab, pemerintah juga telah menaikkan upah minimum karyawan. Hal tersebut turut mendorong daya beli konsumen. ”Nah, kecuali kalau masyarakat itu kena PHK (pemutusan hubungan kerja). Beda lagi urusannya,” ucapnya.

Di sisi lain, pengurus bidang perdagangan internasional Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Jatim Liliek Noer mengatakan, dirinya berharap produk UMKM bisa lebih bersaing. Sebab, saat ini barang UMKM bersaing ketat dengan produk luar negeri. ”Sebenarnya tidak hanya di dalam negeri, tapi kalau mau jualan di luar negeri juga bersaing dengan produk negara lain seperti dari Tiongkok,” ucapnya.

Di bagian lain, industri elektronik tahun ini diprediksi lebih bergairah dibandingkan 2019. UFO Elektronik memproyeksikan sampai akhir 2020 penjualan elektronik di Jatim bisa naik 10 persen dibandingkan tahun lalu. Ditopang produk AC, kulkas, dan mesin cuci.

Direktur Utama UFO Elektronik Poedji Harixon menjelaskan, saat ini pendingin ruangan atau AC sudah menjadi kebutuhan utama masyarakat. ”Indonesia negara tropis, suhunya sering panas. Jadi, banyak yang perlu AC di rumahnya,” tuturnya kemarin (14/1). Kemudian, gaya hidup orang-orang masa kini juga sudah berubah. Banyak perempuan yang sibuk bekerja, tetapi sulit mencari asisten rumah tangga untuk bantu membereskan rumah. ”Akhirnya, tidak sedikit masyarakat yang beli mesin cuci supaya lebih praktis,” lanjut Poedji.

Selain itu, masih ada beberapa faktor yang memengaruhi keoptimisan industri elektronik sampai akhir 2020. Antara lain, suhu politik yang sudah dingin sehingga membuat investor kembali berani berbelanja elektronik. Kemudian, nilai tukar rupiah terus menguat. Ditambah, suku bunga bank relatif turun. ”Lalu, kenaikan UMK juga berpengaruh positif. Karena bisa meningkatkan daya beli masyarakat. Selain itu, sekarang pembangunan rumah baru kian masif. Otomatis mereka butuh elektronik,” paparnya. (rin/car/c6/oki)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 24 Januari 2020 23:05

Realisasikan DBH Sawit dengan Omnibus Law

Sejak dulu pemerintah daerah kesulitan merealisasikan permintaan dana bagi hasil…

Jumat, 24 Januari 2020 20:39

Kepala OJK Kaltim Berganti, Ini Komentar Pejabat Baru soal Kondisi Perbankan

SAMARINDA - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Timur…

Jumat, 24 Januari 2020 09:42

2019, Pengunjung Plaza Balikpapan Naik 43 Persen

BALIKPAPAN – Plaza Balikpapan sepanjang 2019 berhasil mencatatkan pertumbuhan cukup…

Jumat, 24 Januari 2020 09:42
Mengelola Bisnis Keluarga ala Nurul Karti Handayani (2-Habis)

Harus Tampil Beda dan Berani Mencoba

Konsisten menjadi kunci kesuksesan Nurul Karti Handayani dalam menjalankan bisnis…

Kamis, 23 Januari 2020 15:23

Kasus Jiwasraya Tak Pengaruhi Ekonomi

JAKARTA– Kondisi ekonomi dalam negeri masih menunjukkan stabilitas yang terjaga…

Kamis, 23 Januari 2020 14:14

Tahun Ini Ditargetkan Rp 26,51 T, Kejar Wajib Pajak Pribadi

Meski tahun lalu belum mampu melampaui target penerimaan pajak, pusat…

Kamis, 23 Januari 2020 14:13

Jadi Gaya Hidup, Vape Dorong Pendapatan Cukai

BALIKPAPAN – Pengguna vape atau rokok elektrik di Bumi Etam…

Kamis, 23 Januari 2020 14:08
Mengelola Bisnis Keluarga ala Nurul Karti Handayani (1)

Nomor Duakan Keuntungan, Pilih Didik Anak dan Jalin Silaturahmi

Tak hanya fokus mencari keuntungan, Nurul Karti Handayani memilih membuka…

Kamis, 23 Januari 2020 14:07

Kinerja Apik Perbankan Bakal Berlanjut

SAMARINDA – Ekonomi Kaltim pada 2019 tumbuh baik di tengah…

Kamis, 23 Januari 2020 13:50

Ayo Semangat..!! Kembalikan Kejayaan Lada Putih Kaltim

SAMARINDA- Puluhan tahun silam, lada menjadi salah satu komoditas ekspor…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers