MANAGED BY:
JUMAT
21 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Rabu, 15 Januari 2020 12:36
Kasus Pembunuhan Hakim PN Medan
Janji Umrah dan Upah Rp 100 Juta Tak Ditepati
PARA TERSANGKA: Dari kiri, M. Jefri Pratama, Zuraida Hanum, dan Reza Fahlevi saat rekonstruksi di The Coffee Town, Medan, kemarin. (Triadi Wibowo/Sumut Pos) _ Tiga tersangka pembunuhan Hakim PN Medan, Jamalludin, Jefri Pratama, Zuraida Hanum dan Reza Fahlevi saat rekontruksi di The Coffe Town Jalan Ngumban Surbakti Medan, Senin (13/1) (Sumut Pos/ JPG)

PROKAL.CO, MEDAN – Reza Fahlevi, 29, satu di antara tiga tersangka kasus pembunuhan hakim Jamaluddin, 55, menuduh istri pertama korban, Zuraida Hanum, tidak menepati janji. Menurut Reza, Zuraida berjanji membiayai dirinya berangkat umrah berikut upah Rp 100 juta jika misi pembunuhan berhasil.

’’Dia (Zuraida, Red) wanita pembohong. Janji yang dia ucapkan tidak dipenuhi. Setelah selesai membunuh sampai akhirnya ditangkap, janji itu tidak terpenuhi. Dia wanita pembohong,’’ kata Reza melalui kuasa hukumnya, Dedi, seperti dilansir Sumut Pos kemarin (14/1). Menurut Dedi, kliennya melakukan aksi pembunuhan karena mendapat tekanan dari tersangka Zuraida Hanum, 41, dan M. Jefri Pratama, 42.

’’Sebetulnya klien kami ini tidak terlibat. Tapi, karena doktrin dan Jefri adalah abangnya, dia (Reza, Red) dipaksa,’’ dalihnya. Menurut dia, hal itu terungkap dalam rekonstruksi adegan ketiga sampai keenam.

Karena itu, lanjut Dedi, pihaknya akan mengajukan pengujian pernyataan maupun materi di PN Medan. Zuraida diduga menyampaikan pernyataan bohong. ’’Ada kebohongan besar yang dilakukan (Zuraida). Dari setelah membunuh sampai ini terungkap. Klien kami dalam paksaan melakukan aksi pembunuhan itu,’’ paparnya.

Sementara itu, tim kuasa hukum Zuraida berencana mengajukan penangguhan penahanan. Alasannya, kliennya memiliki anak di bawah umur atau berusia kurang dari 17 tahun. ’’Anaknya (Zuraida) kan masih kecil-kecil. Anaknya dua. Kalau dia ditahan, bagaimana anaknya itu?’’ ujar Onan Purba, kuasa hukum Zuraida, kepada Sumut Pos kemarin. ’’Soal dikabulkan atau tidak, itu wewenang penyidik,’’ kata dia.

Kasatreskrim Polrestabes Medan AKBP Maringan Simanjuntak yang dikonfirmasi mengenai rencana pengajuan penangguhan penahanan Zuraida menjawab pendek. ’’Silakan diajukan, itu hak tersangka,’’ tegas Maringan.

Sebagaimana diberitakan, tim penyidik Direktorat Reskrimum Polda Sumut dan Satuan Reskrim Polrestabes Medan menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Jamaluddin di beberapa lokasi Senin (13/1). Rekonstruksi itu menghadirkan tiga tersangka. Yakni, Zuraida Hanum yang merupakan istri pertama korban, M. Jefri Pratama, dan Reza Fahlevi. Ada 15 adegan perencanaan pembunuhan.

Reka ulang dimulai di Cafe Everyday, Jalan Ring Road, Medan. Di kafe itu, Jefri bertemu Zuraida sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu Zuraida curhat kepada Jefri mengenai permasalahan rumah tangganya. Pengakuan Zuraida, dirinya sering diselingkuhi korban. ’’Suami saya (Jamaluddin) terus-menerus berselingkuh dengan perempuan-perempuan lain dan dari pertama pernikahan, dia selalu mengkhianati saya,’’ katanya. ’’Saya lagi hamil pun, dia bawa perempuan ke rumah. Saya sudah mengadu ke keluarganya dan saudara-saudara kandungnya, tapi mereka tidak berdaya,’’ lanjut Zuraida sembari menangis dalam adegan tersebut.

Karena itu, Zuraida meminta tolong kepada Jefri untuk membunuh korban. Jefri awalnya menyarankan Zuraida agar bercerai saja. ’’Rasanya mau mati saja karena banyak permasalahan yang dihadapi selama bersama dia (korban). Lebih baik dia mati atau saya yang mati,’’ cetus Zuraida. Akhirnya Jefri menyetujui membunuh korban.

Selanjutnya, Jefri menemui tersangka Reza, adik tirinya, di sebuah warung di kawasan Jalan Setiabudi Ujung, Simpang Selayang, pada 24 November 2019 sekitar pukul 19.00. Jefri menceritakan keluh kesah Zuraida. Lalu, Jefri meminta Reza menemui Zuraida.

Pada 25 November 2019 sekitar pukul 11.00, Jefri menghubungi Reza dan menyuruhnya datang ke The Coffee Town, Jalan Ngumban Surbakti, untuk bertemu dengan Zuraida. Pada saat itulah, Zuraida menjelaskan persoalan rumah tangganya kepada Reza sekaligus meminta bantuan untuk membunuh korban. (ris/c7/oni)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 20 Februari 2020 11:51

Joli Jolan, Tempat untuk Barang Tak Digunakan, Dipilih Perias Jenazah, Kosmetik Kedaluwarsa Jadi Bermanfaat

Sering membeli barang karena dorongan impulsif? Setelah terbeli, barang tak…

Kamis, 20 Februari 2020 11:30

Bertambah, Satu Orang Kru WNI Kapal Pesiar Positif Virus Korona

JAKARTA- Kru kapal pesiar Diamond Princess asal Indonesia yang terinfeksi…

Kamis, 20 Februari 2020 10:58

Pendaki Tolak Heli dan Penginapan Mewah di Rinjani, Ini Alasannya

MATARAM-Penyediaan fasilitas heli tourism dan penginapan mewah di Gunung Rinjani…

Kamis, 20 Februari 2020 10:56

PARAH..!! Oknum Polisi Jadi Bandar Narkotika, Selundupkan 10 Kg Sabu dan 60 Ribu Butir Ekstasi

JAKARTA— Bandar narkotika memang terus berupaya menggaet oknum polisi untuk…

Kamis, 20 Februari 2020 07:49

Begini Dialog SMSI Pusat Bersama Mohammad Nuh dan Hatta Rajadsa

JAKARTA - Migrasi besar-besaran dari physical space (bentuk fisik) ke…

Rabu, 19 Februari 2020 23:16

SMSI dan LPDS Sepakat Kerja Sama Jaga Kualitas Media Siber

JAKARTA - Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS) yang didirikan oleh…

Rabu, 19 Februari 2020 11:02

30 Juta PBI Tak Masuk DTKS

JAKARTA– Persoalan data penerima bantuan iuran (PBI) program Jaminan Kesehatan…

Rabu, 19 Februari 2020 11:00

Istri Kapten Anwar Pingsan Usai Pemakaman

SEMARANG– Pemakaman empat jenazah korban kecelakaan Helikopter MI-17 yang jatuh…

Rabu, 19 Februari 2020 10:54

Singapura Larang Warga China Masuk, Kini Andalkan Kunjungan Turis Indonesia

JAKARTA– Kebijakan pemerintah Singapura terkait dengan wabah korona bakal berdampak…

Rabu, 19 Februari 2020 10:39

Kemenag Lobi Penambahan Toilet di Mina

JAKARTA – Ketersediaan toilet di tenda-tenda jamaah haji Indonesia di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers