MANAGED BY:
SELASA
25 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Rabu, 15 Januari 2020 12:06
Ada Sembilan Titik Longsor, BPBD Masih Fokus Banjir
JEBOL: Bagian belakang rumah Farida jebol diterjang tanah longsor. Dadang YS/KP

PROKAL.CO, Tingginya curah hujan mengharuskan warga Kota Tepian waspada. Selain banjir di beberapa tempat, tanah longsor terjadi di sembilan titik. 

 

SAMARINDA–Hujan yang mengguyur Kota Tepian tidak hanya menyebabkan banjir di beberapa tempat, tapi juga longsor. Bahkan, longsor terpantau di sembilan titik. Bencana tersebut menimbulkan kerugian besar bagi warga. 

Selasa (14/1), Kaltim Post bertandang ke kediaman Farida (34) di Jalan Lumba-Lumba, RT 05, Gang 7, Kelurahan Selili, Samarinda Ilir. Perempuan berambut sepunggung itu menuturkan, sejak semalam ketika hujan turun, seluruh keluarganya, tak bisa tidur nyenyak.

Rumahnya memang berada di atas bukit. Mereka juga pengalaman soal longsor, membuatnya tambah khawatir. "Pada 2016, pernah kena longsor juga. Bulan Juni dan Desember, jadi kalau hujan, ya nggak bisa tidur nyenyak, khawatir saya," jelasnya.

Prasangka adanya longsor pun terjadi. Sekitar pukul 11.00 Wita, (14/1), suara gemuruh terdengar dari belakang rumahnya. Tembok bagian dapur beserta perabotan hancur diterjang tanah. "Suami saya sebelumnya sempat mengecek di belakang, karena ada air masuk," imbuhnya. 

Beruntung, 11 jiwa yang berada di rumah dua lantai itu telah bersiap dan berada di bagian depan rumah. "Sempat juga diberi tahu suami, jangan ada di belakang rumah. Jadi, kami langsung pergi semua ke depan," sambungnya.

Kini, 11 jiwa yang terdiri dari empat kepala keluarga itu, harus tidur di pelataran rumah atau menginap di tempat sanak keluarga. "Ya tidur di teras, atau nginap di rumah keluarga. Belum tahu lagi ini ke depannya, yang penting selamat dulu lah," tandasnya. 

Kabag Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda Ifran menuturkan, untuk penanggulangan bencana longsor, pihaknya lebih mengutamakan keselamatan pemilik rumah.

"Ini cuaca masih basah. Jadi, belum bisa langsung ke lapangan karena bahaya. Tanah masih terus bergerak, yang penting penghuni dapat selamat," terangnya.

Untuk beberapa daerah yang mengalami longsor, lanjut Ifran tidak ada korban jiwa. Saat ini, para korban telah mengungsi. "Teman-teman di lapangan sudah mengecek, dan telah dibantu warga sekitar," imbuhnya.

Untuk saat ini, pihak BPBD masih fokus dengan banjir yang melanda Samarinda. Sedangkan longsor menunggu kestabilan tanah. “Beberapa lokasi juga dibutuhkan alat berat, kami masih menunggu kestabilan tanah,” pungkasnya. (*/dad/kri/k8)

 


BACA JUGA

Selasa, 04 Februari 2020 12:04

Kritik Kota lewat Lirik Rap, Wajah Samarinda dari Lagu “Samar Indah"

Hanya di Samarinda kita bisa hidup sama rendah Nikmati tepian…

Selasa, 04 Februari 2020 12:03

Berkas Pasar Baqa Dilimpah, Rabu, Sidang Perdana

SAMARINDA-Berkas dugaan korupsi tiga tersangka Pasar Baqa sudah digulirkan Korps…

Selasa, 04 Februari 2020 12:01

Terima Paket Ganja 2,5 Kilo, Mahasiswi Ini Mengaku Cuma Diupah Rp 300 Ribu

SAMARINDA - Tersangka inisial IT yang menerima paket 2,5 kilogram…

Selasa, 04 Februari 2020 12:00

Merasa Dipalak Ketika Berkendara di Samarinda? Dua Pria Ini Mungkin Pelakunya

SAMARINDA - Tim Macan Borneo Satreskrim Polres Samarinda akhirnya meringkus…

Selasa, 04 Februari 2020 11:59

Hanya Sakit Demam, RS AWS Bantah Merawat 1 Pasien Terkena Corona Virus

SAMARINDA - Rumah Sakit AW Sjahranie (RS AWS) Samarinda membantah…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:48

Pengedar Sabu Berbahan Tawas Ditangkap

SAMARINDA-Banyaknya pemakai narkoba jenis sabu rupanya menjadi peluang bagi Kene…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:10

Begini Kondisi Terakhir Sopir Truk yang Sebabkan 4 Nyawa Melayang di Gunung Manggah Itu...

SAMARINDA- Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) Polresta Samarinda, pada Kamis…

Sabtu, 01 Februari 2020 09:05

Jalin Kerjasama dengan Rumah Sakit, Poltekkes “Nyebrang” ke Malaysia

SAMARINDA-Terus melebarkan sayap, kini Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes)…

Jumat, 31 Januari 2020 23:46

Samarinda Masih Kekurangan Pengajar

Di Samarinda, ada sekitar 2 ribu guru honorer. Mereka tengah…

Jumat, 31 Januari 2020 23:45

Perlu Waktu Realisasikan DOB Samarinda Seberang

SAMARINDA–Usul menjadikan Samarinda Seberang, Palaran, dan Loa Janan Ilir sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers