MANAGED BY:
MINGGU
19 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 14 Januari 2020 17:41
Nelayan Pantura Kerahkan 447 Kapal Ikan Melaut ke Natuna Utara
KAYA IKAN: Perahu nelayan bersandar di Pangkalan Nelayan Tanjung Kubik Utara, Pulau Tiga Barat, Natuna. (mam Husein/Jawa Pos)

PROKAL.CO, JAKARTA– Rencana pemerintah mengerahkan para nelayan dari Pantai Utara (Pantura) Jawa ke perairan Natuna Utara terus dikonkretkan. Kemarin masalah tersebut dibahas kembali di kantor Kemenko Polhukam. Dalam rapat tersebut, Aliansi Nelayan Indonesia memastikan bahwa 447 kapal ikan telah siap berangkat.

Keterangan itu disampaikan langsung oleh Ketua Aliansi Nelayan Indonesia Riyono setelah rapat. ”Ada 447 kapal yang siap. Kemudian yang kami utamakan 177 kapal yang di atas 100 GT,” ungkap dia. Dia mengakui, pihaknya menyiapkan kapal untuk bertolak ke Natuna Utara dengan ukuran paling kecil 60 GT.

Lantaran lokasi dan medan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di Natuna Utara termasuk jauh, Riyono menilai kapal dengan ukuran besar cocok dikirim lebih dulu. Meski belum ada kepastian terkait keberangkatan, Riyono menyampaikan bahwa besar kemungkinan ratusan kapal yang sudah siap tidak berangkat bersamaan.

Berdasar data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), kapasitas kapal ikan yang bisa melaut di Natuna hanya 305 kapal. Khusus untuk pemberangkatan nelayan dari Pantura ke Natuna Utara, mereka baru merekomendasikan 20 kapal. ”Tapi ini kan bukan hanya misi penangkapan ikan. Tapi, misi ngusir (kapal ikan Tiongkok) dari hak berdaulat kita,” imbuhnya.

Karena itu, pihaknya siap apabila nelayan-nelayan Pantura yang diberangkatkan ke Natuna Utara lebih banyak dari rekomendasi KKP. ”Ya sekitar 50 sampai 80 (kapal ikan) yang berangkat dulu,” imbuhnya. Soal pemberangkatan, para nelayan menyesuikan. Namun, besar kemungkinan pemberangkatan dilaksanakan bertahap.

Waktu pasti keberangkatan para nelayan dari Pantura ke Natuna Utara, lanjut dia, akan disampaikan setelah Menko Polhukam Mohammad Mahfud MD melaksanakan rapat koordinasi di Natuna. Rencananya dia akan bertolak ke sana hari ini (14/1) kemudian melaksanakan rapat koordinasi besok (15/1).

Namun demikian, pemerintah sudah membentuk tim kecil. Selain kementerian, lembaga, dan instansi terkait Natuna Utara, termasuk di dalamnya para nelayan dari Pantura. ”Kami masuk tim kecil itu untuk finalisasi kapan, bagaimana, dan siapa yang duluan,” terang Riyono. Dia memastikan tidak akan ada masalah antara nelayan Pantura dengan nelayan Natuna.

Menurut dia, perwakilan dari DPRD Natuna juga datang dalam rapat di Kemenko Polhukam itu. ”Disampaikan agar jangan sampai terjadi konflik sosial,” ungkap dia. Menurut dia, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sudah merespons kekhawatiran tersebut. ”Ini misi nasional. Jangan provokatif ke masyarakat,” tambahnya.

Riyono juga memastikan, nelayan-nelayan dari Pantura siap bekerja sama dengan nelayan Natuna. Termasuk di antaranya terkait pembagian zona tangkap. ”Kalau di bawah 30 GT dan di bawah 12 mil itu kan kewenangan temen-temen Natuna,” imbuhnya. Para nelayan dari Pantura hanya akan melaut di ZEE Indonesia yang berada di laut dalam.

Soal alat tangkap, Riyono menyebutkan, bakal menyesuaikan. Yang pasti, mereka tidak akan memakai pukat harimau. Ketika dikonfirmasi oleh awak media, Mahfud mengakui rapat teknis berkaitan dengan nelayan Pantura ke Natuna Utara tengah dilaksanakan. ”Besok (hari ini) saya mau ke Natuna. Itu rapat teknisnya,” ucap dia. (syn/oni)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Januari 2020 10:03

Diduga Penularan Antraks dari Daerah Lain

JAKARTA- Kementerian Kesehatan kemarin (17/1) mengunjungi Gunung Kidul guna memastikan…

Jumat, 17 Januari 2020 23:00

Banjir Samarinda Cuma Komoditas Politik

SAMARINDA-Gaya komunikasi Wali Kota Syaharie Jaang dalam menyikapi banjir di…

Jumat, 17 Januari 2020 22:00

KLHK Investigasi Tambang Ilegal di IKN

BALIKPAPAN–Kegiatan pertambangan di sekitar lokasi calon ibu kota negara (IKN)…

Jumat, 17 Januari 2020 21:00

Tahu Sumedang yang Tiada Henti Diuji, Efisiensi setelah Tol Beroperasi, Omzet Tersisa 25 Persen

Setelah Bandara APT Pranoto Samarinda, kini Tol Balikpapan-Samarinda yang menggerus…

Jumat, 17 Januari 2020 14:31
Minta Polri Usut Tuntas Masalah ASABRI

Direksi ASABRI Bersikeras Bantah Terjadi Korupsi

JAKARTA– Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyambangi…

Jumat, 17 Januari 2020 11:51
Dari Penerbangan Perdana Susi Air Samarinda-Maratua

Selamat Tinggal Perjalanan Melelahkan ke Surga Pelepas Penat

Pulau Maratua kini hanya berjarak 1 jam 20 menit dari…

Jumat, 17 Januari 2020 11:42

Titik Longsor Bertambah, Penghuni Kuburan Bisa Keluar

Meski hujan yang mengguyur Kota Tepian tengah mereda. Namun, bahaya…

Jumat, 17 Januari 2020 11:26

Sudah Tidak Ada WNI yang Ditawan Abu Sayyaf

JAKARTA - Pemerintah Filipina memenuhi janjinya kepada pemerintah Indonesia. Melalui…

Jumat, 17 Januari 2020 11:21

Kasus Jiwasraya, Kejagung Blokir 84 Aset Tanah Tersangka

JAKARTA-- Setelah mengamankan sejumlah mobil mewah dan motor sejak Rabu,…

Jumat, 17 Januari 2020 11:01

DKPP Resmi Berhentikan Wahyu Setiawan

JAKARTA– Wahyu Setiawan secara resmi diberhentikan secara tetap sebagai komisioner…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers