MANAGED BY:
MINGGU
19 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Selasa, 14 Januari 2020 17:24
Begini Prosedur Pelayanan Cuci Darah untuk Peserta JKN

Tak Perlu Ulang Surat Rujukan, Cukup Finger Print

ilustrasi

PROKAL.CO, JAKARTA – Prosedur administrasi pelayanan hemodialisis atau cuci darah bagi pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dipangkas. Pasien tak perlu lagi mengulang pembuatan surat rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk kembali mendapat layanan tersebut.

Syaratnya mudah. Peserta cukup merekam atau terdaftar dengan menggunakan sidik jari (finger print) di rumah sakit atau klinik tempat biasa mendapat layanan. ”Jadi surat rujukannya hanya sekali saat pertama kali datang,” ujar Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Fachmi Idris dalam kunjungannya di Klinik Hemodialisis Tidore, Jakarta Pusat, kemarin (13/1).

Seperti diketahui, biasanya peserta JKN yang melakukan cuci darah harus mengurus surat rujukan dari FKTP seperti Puskesmas atau klinik wajib memperpanjang tiap tiga bulan sekali. Namun, menurut Fachmi, hal itu tidak diperlukan lagi karena penyakitnya sudah jelas. Yang mana, mereka membutuhkan pelayanan kesehatan di fasilitas tingkat lanjut.

”Dengan adanya rekaman ini, maka memastikan dan memudahkan pasien ketika datang memang betul adalah peserta. Kemudian memudahkan simplifikasi administrasi,” paparnya.

Simplifikasi administrasi ini, lanjut dia, bakal memberikan manfaat lebih juga untuk pihak rumah sakit atau klinik dalam hal kecepatan pemberian layanan. Sebab, akan meminimalkan jenis inputan pada penerbitan Surat Eligibilitas Peserta (SEP). ”Serta memberikan kepastian klaim yang akan dibayarkan karena terhindar dari penggunaan kartu oleh peserta yang tidak berhak.

Diakuinya, di awal berlakunya sistem finger print ini pada 1 Januari 2020 lalu, ada beberapa rumah sakit/klinik utama mengalami kendala pengadaan alat finger print. Namun, pihaknya sudah meminta agar para mitra BPJS Kesehatan ini dapat segera menyediakan alat perekam sidik jari tersebut. Sebagai informasi, terdapat 772 fasilitas kesehatan yang melayani cuci darah. Jumlah tersebut terdiri dari 715 rumah sakit dan 47 klinik. ”Sekarang semua sudah (menerapkan finger print, red),” ungkap Fachmi.

Ditemui dalam kesempatan sama, pasien gagal ginjal Inda Candra, 36, mengaku sistem ini bakal sangat membantu. Dirinya tak perlu lagi bolak-balik mengurus perpanjangan rujukan cuci darah ke FKTP sebelum akhirnya mendapat layanan di klinik hemodialisis.

Kendati demikian, ia tetap meminta agar penyederhanaan prosedur pengambilan obat juga dapat dilakukan. Menurut dia, saat ini, masih berbelit. Dirinya tetap harus mendapatkan rujukan dari FKTP sebelum ke rumah sakit untuk mengambil obat. Itupun, obat hanya diberikan tiga hari. padahal, obat ini harus diminum tiap hari.

”Kalau bisa diberikannya untuk satu bulan. Agar tidak bolak-balik. Atau bisa langsung dari klinik,” tutur peserta mandiri kelas I JKN tersebut.

Menanggapi masalah obat ini, Direktur Klinik Hemodialisis Tidore Andreas Japar menyampaikan, pihaknya memang tak memberikan obat pada pasien. Hal ini berkaitan dengan biaya yang dicover oleh BPJS kesehatan untuk klinik cuci darah tipe D. ”Mungkin kalau agak sedikit dinaikkan, kami bisa,” ungkapnya. (mia)


BACA JUGA

Jumat, 17 Januari 2020 14:26

Subsidi LPG 3 Kg Dicabut, Dialihkan ke Nontunai

JAKARTA– Pemerintah bakal mencabut subsidi untuk LPG 3 Kg. Rencananya,…

Jumat, 17 Januari 2020 14:01

Pelaku Buang Jenazah Hakim PN Medan ke Jurang, Ini Alasannya

MEDAN – Eksekusi baru saja selesai dilakukan. Tapi, di kamar…

Jumat, 17 Januari 2020 10:58

Aniaya Driver Go Car, Tentara Jerman Resmi Tersangka

BADUNG- Kasus penganiayaan warga negara asing (WNA) asal Jerman terhadap…

Jumat, 17 Januari 2020 10:55

Bule Ugal-ugalan di Jalan Raya Denpasar, Polisi Mengaku Kehilangan Jejak

DENPASAR- Seorang bule yang belum diketahui identitasnya tiba-tiba viral karena…

Kamis, 16 Januari 2020 16:03

Kasus Suap KPU, PDIP Bantah OTT

JAKARTA– DPP PDIP akhirnya menyikapi secara resmi kabar tentang Sekjen…

Kamis, 16 Januari 2020 15:31

KPK Minta Bantuan Polri Cari Harun

JAKARTA - KPK bersikukuh bahwa keberadaan Harun Masiku, caleg PDIP…

Kamis, 16 Januari 2020 14:07

Bakal Diserbu Nelayan Pantura, Mahfud Janji Prioritaskan Nelayan Natuna

JAKARTA– Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam)…

Kamis, 16 Januari 2020 14:05

BPJS Kesehatan Berpotensi Langgar Tiga Aturan Perundangan

JAKARTA-- DPR masih bersikukuh menolak kenaikan iuran bagi peserta Jaminan…

Kamis, 16 Januari 2020 13:39

AS Melarang Kios Rokok Elektrik, Laaahhh...!! di Indonesia Malah Menjamur

JAKARTA- Pemerintah didesak untuk melarang peredaran rokok elektrik di Indonesia sebelum…

Kamis, 16 Januari 2020 13:36

Suami Menikah Lagi, Istri Membalas..!! Ngga Tanggung-Tanggung, 5 Lelaki Dipikat

Istilah tit for tat sepertinya berlaku di dalam rumah tangga Karin dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers