MANAGED BY:
JUMAT
21 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 14 Januari 2020 14:45
Praktik Minyak Ilegal, Mestinya Segera Tetapkan Tersangka

PROKAL.CO, SAMARINDA – Praktik minyak ilegal yang terkuak sudah sepatutnya ada yang bertanggung jawab. Kasus yang baru-baru ini terungkap terjadi di kawasan Sungai Kapih, Sambutan. Beberapa hari diselidiki, penentuan penetapan tersangka bisa diketahui hari ini.

Empat orang yang berkaitan dengan operasi senyap Bareskrim Polri di Samarinda, terhadap landing craft tank (LCT) Hamka Nusantara yang memuat lebih 80 ton minyak mentah masih dimintai keterangan. Sayangnya, dari empat orang tersebut, belum ada yang menjadi penanggung jawabnya.

Media ini berusaha mencari informasi dari kasus tersebut. Frans Hokum selaku Legal and Relation Pertamina EP Field Sangasanga bukannya irit bicara. “Aduh, saya juga belum ada kabar terbaru yang diterima eh, Mas,” ungkapnya. Dia juga bukannya ingin menutupi kasus yang diungkap kepolisian itu. “Hanya Polda sifatnya mem-backup. Bareskrim langsung yang turun tangan,” ucapnya.

Frans menyebut, tim satgas yang selama ini sudah bekerja, sangat membantu. Di luar tim satgas seperti Bareskrim Polri, hal itu tentu berdampak positif. “Tapi harapannya yang terungkap bisa lebih banyak lagi,” jelasnya.

Dalam kasus yang membuat LCT Hamka Nusantara itu dipasang police line, Frans berharap secepatnya bisa memberitahukan si penanggung jawab. “Seharusnya segera ada tersangka,” sambungnya. Pasalnya, dari lebih 80 ton yang disita tim gabungan kepolisian, dia yakin minyak berjenis crud oil (mentah) itu tak hanya diambil dari field di Sangasanga.

“Karena memang yang sedang marak dan sorotan ini adalah daerah Sangasanga, makanya minyak yang disita itu sebagian dititipkan di tempat kami (PT Pertamina Field Sangasanga) untuk mencari kecocokan karakteristik minyak dari tempat kami atau lain,” sebutnya.

Frans menyebut, belum ada pemanggilan terhadap pihaknya sebagai yang paling dirugikan dalam masalah illegal tapping.

Seperti diketahui, semenjak November 2019, tim satgas membongkar praktik penyulingan minyak mentah di delapan titik. Enam di antaranya di Kota Tepian. Sisanya di Kukar.

Pengungkapan itu berawal dari kasus kebakaran yang terjadi di Sangasanga. Dia melihat, seharusnya, tim satgas gabungan bisa membongkar tempat-tempat lain yang kemungkinan melakukan hal serupa seperti di delapan titik yang dibongkar tim satgas.

Ditegaskannya, pihaknya masih melakukan uji sampel minyak pada LCT tersebut. Hasilnya akan menunjukkan asal muasal minyak. "Selagi menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian," ucapnya.

Frans menduga, minyak 80 ton tersebut bersumber lebih dari satu field. "Kalau sebanyak itu diduga bukan dari field Sangasanga saja," ungkapnya. "Sedangkan untuk kerugiannya, bisa mencapai Rp 800 juta hingga Rp 1 miliar," sambungnya.

Di luar pengungkapan LCT Hamka Nusantara Kamis lalu (9/1), tim satgas Pertamina EP akan terus melakukan penelusuran. Ada perintah dari Pertamina pusat untuk menelusuri ilegal tapping. Frans memastikan terus mengusut kasus yang merugikan negara itu.

Disinggung soal informasi penetapan tersangka dari empat orang yang diamankan pihak kepolisian pada Kamis lalu, pria berkacamata itu belum bisa memastikan. "Soal itu belum bisa dipastikan, saya juga belum mendapatkan informasi," bebernya.

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Ade Yaya Suryana menjelaskan, untuk mengetahui hasil pemeriksaan empat orang yang telah diamankan, dia belum mendapat informasi lain. "Belum selesai Mas penyidikannya. Semoga bisa cepat dibeberkan," terangnya.

Apakah status keempatnya mengarah sebagai tersangka? Ade enggan memberikan keterangan. "Memang empat orang yang diamankan, mengenai keterlibatan tunggu hasil penyidik, baru bisa mengarah ke tersangka," imbuhnya.

Mencoba mencari latar belakang empat saksi yang diamankan, perwira melati tiga tersebut enggan membeberkan. Dari informasi yang dihimpun Kaltim Post, satu saksi yang dimintai keterangan adalah Iwan, pemilik dermaga di Sambutan. Ade juga enggan berbicara lebih awal, soal ada tidaknya kaum intelektual dan perusahaan yang terlibat.

"Untuk perannya masing-masing bisa tunggu hasil penyidikan dahulu. Pasti kami akan berikan jika sudah selesai," ucapnya.

Sementara ada tidaknya keterkaitan temuan minyak di LCT Hamka Nusantara dengan delapan lokasi penyulingan minyak mentah ilegal, dia kembali hanya berspekulasi. "Yang pasti tunggu pemeriksaan selesai," pungkasnya. (dra/dwi/k16)


BACA JUGA

Kamis, 20 Februari 2020 16:51

PDIP Umumkan Empat Jagoan Kepala Daerah Kaltim, Siapa Saja?

JAKARTA–Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjadi partai pertama yang mengumumkan…

Kamis, 20 Februari 2020 14:56

Terancam Longsor, Warga Desa Mulawarman Mengungsi

Adanya pergerakan tanah di Desa Mulawarman membuat warga setempat mengungsi.…

Kamis, 20 Februari 2020 12:11

Mobil Hancur, Ajaibnya Penumpang Selamat

SAMARINDA–Untuk kesekian kalinya sejak dioperasikan akhir tahun lalu, kecelakaan lalu…

Kamis, 20 Februari 2020 12:08
Mengendus Persekongkolan Pelaksanaan Tender Pemerintah

Pengawasan Lemah, Syarat Bisa Dipalsukan

Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) tak mampu menghentikan persekongkolan, antara…

Kamis, 20 Februari 2020 12:05

Masih Ada Celah Persekongkolan

KETUA Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo) Kaltim Slamet Suhariadi…

Kamis, 20 Februari 2020 11:47

Pemerintah Serahkan RUU IKN ke DPR Pekan Depan

JAKARTA– Persiapan pembangunan dan pengelolaan ibu kota negara (IKN) yang…

Kamis, 20 Februari 2020 10:43

Kedatangan Harun Baru Tercatat 19 Januari, Imigrasi Berdalih Server Tidak Sinkron

JAKARTA -- Tim gabungan independen beberapa kementerian dan lembaga mengumumkan…

Rabu, 19 Februari 2020 12:08

Lokasi Ibu Kota Negara Tak Terdampak Banjir di Penajam

Gara-gara foto dan narasi tak terkonfirmasi di media daring, banyak…

Rabu, 19 Februari 2020 12:05

Makmur Diklaim Usung Isran, Musda Golkar Kaltim, Calon Tunggal Menguat

SAMARINDA–Hiruk-pikuk mencari pengganti Rita Widyasari memimpin Golkar Kaltim lima tahun…

Rabu, 19 Februari 2020 12:04

Makam Dibongkar, Bawa Tulang ke Jakarta

Jasad Yusuf Ahmad Gazali digali dari kuburnya kemarin (18/2). Untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers