MANAGED BY:
SENIN
01 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

FEATURE

Selasa, 14 Januari 2020 14:39
Inovator Semen Geo Fast Sotya Astuningsih, Pakai Limbah Smelter, 5 Jam Sudah Kuat
Sotya Astuningsih

PROKAL.CO, Semen biasa butuh waktu 28 hari untuk bisa kuat optimal. Sotya Astuningsih berhasil membuat semen yang bisa kuat dalam waktu 5 jam sampai 3 hari saja. Semen bernama Geo Fast itu juga ramah lingkungan karena dibuat dari limbah.

 

Moh. Hilmi Setiawan, Depok, Jawa Pos

 

SAMPAI namanya dipanggil sebagai peraih BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) Innovator Awards 2019, Sotya Astuningsih benar-benar tidak memiliki bayangan menjadi pemenang. Dia tahu masuk dalam tiga nomine penerima penghargaan tahunan tersebut. Tapi sedikit pun tak menyangka dirinyalah sang jawara.

Pengumuman berlangsung pada 9 Desember lalu. Setelah acara, dengan bahagia dosen Fakultas Teknik (FT) Universitas Indonesia itu memasang namanya di wall of fame BPPT. Di dinding itu terpajang nama-nama peraih penghargaan tahun sebelumnya.

Ditemui di ruang kerjanya di gedung Departemen Teknik Metalurgi dan Material Fakultas Teknik UI, Sotya menunjukkan dua beton hasil cor dengan menggunakan semen karyanya. Beton dengan bobot masing-masing 3 kg itu berbentuk balok dan silinder. Beton dibentuk silinder karena di tengahnya ada kabel sebagai alat penimbang.

’’Ini sudah paten. (Namanya, Red) Geo Fast,’’ kata perempuan kelahiran Jogjakarta, 10 Mei 1967, tersebut.

Sesuai dengan namanya, semen itu bisa mengeras lebih cepat dan kuat jika dibandingkan dengan semen konvensional. Menurut Sotya, semennya bisa kuat dalam tempo 5 jam dan maksimal 3 hari.

Dia menegaskan, istilah yang tepat bukanlah semen cepat kering. Tetapi mencapai kekuatan maksimal. ’’Sebelumnya kan lembek, belum ada kekuatannya. Kemudian berangsur menjadi kuat,’’ jelasnya.

Semen konvensional pada umumnya mencapai kekuatan optimal setelah penggunaan 28 hari. Sebetulnya bisa di-setting supaya lebih cepat, tetapi dibutuhkan bahan tambahan yang biasa disebut akselerator. Namun, dengan adanya bahan itu, otomatis dibutuhkan biaya tambahan.

Semen Sotya bisa lebih cepat kuat karena bahan dasarnya. Semen konvensional umumnya menggunakan bahan baku batu kapur. Sementara semen Sotya berbahan dasar limbah smelter slag alias terak.

Sotya memperkirakan, Geo Fast berhasil memikat juri karena bisa memberikan dampak positif bagi bangsa Indonesia. Apalagi, saat ini pemerintah gencar membangun infrastruktur seperti jalan raya dan gedung.

Perempuan yang mengawali karir sebagai dosen UI pada 1992 itu menuturkan, semennya bisa menjaga kelestarian alam alias ramah lingkungan. Tidak perlu menambang batu kapur. ’’Dengan menggunakan limbah ini, sudah mampu memberikan solusi pemanfaatan limbah,’’ ungkapnya.

Khususnya limbah smelter. Apalagi, saat ini Indonesia gencar membangun smelter. Dia menyatakan, satu smelter bisa menghasilkan limbah sampai satu juta ton dalam setahun. Limbah tersebut berkategori B3 (bahan berbahaya dan beracun).

Sotya menjelaskan, pengolahan semen dengan menggunakan batu kapur memerlukan proses pembakaran. Dibutuhkan panas sampai 1.400 derajat Celsius. Pembakaran itu otomatis menghasilkan emisi gas karbon. ’’Kalau menggunakan slag, tidak perlu dibakar,’’ tuturnya.

Sotya menyatakan, slag alias terak limbah smelter tinggal diaduk, kemudian ditambahi campuran zat kimia 15–20 persen.

Perempuan yang hobi nonton film genre kriminal dan hukum itu menceritakan, riset semennya dimulai saat kuliah S-3 di University of Western Australia. Saat itu masih berupa teori. Baru dilanjutkan menjadi produk inovasi sekembali dirinya ke Indonesia. Setelah melalui pengujian, didaftarkan paten pada 2010 dan granted-nya keluar pada 2016.

Melihat potensi yang besar, Sotya mendirikan usaha rintisan berbasis teknologi. Namanya PT Geo Fast Indonesia. Usaha rintisan itu sempat ikut program inkubasi supaya bisa menjadi mandiri dan berkelanjutan.

Secara bisnis, Sotya menyatakan usahanya tidak membutuhkan investasi besar. Bahan baku berasal dari smelter berbentuk bongkahan batu. Kemudian dihancurkan sampai halus menjadi semen. ’’Bisa juga meminta limbah dalam bentuk serbuk dari smelter,’’ ujarnya.

Dia pernah melakukan uji coba temuannya itu untuk membangun musala dan lahan parkir Fakultas Teknik UI. Hasilnya cukup bagus dengan durasi kering atau penguatan maksimal lebih cepat daripada pengecoran dengan semen biasa.

Tantangan yang dihadapi Sotya adalah ongkos produksi Geo Fast yang masih lebih mahal jika dibandingkan dengan semen konvensional. Dia memperkirakan lebih mahal sekitar 50 persen. Namun, dia optimistis, jika diproduksi dengan skala besar, ongkosnya bisa ditekan.

Untuk pengenalan produk ke calon investor, Sotya menyiapkan stok Geo Fast sebanyak 10 ton. Jumlah itu tidak banyak. Sebab, satu mobil molen biasanya diisi 2,4 ton semen.

Sotya akan terus menyempurnakan Geo Fast. Selain itu, dia punya mimpi membuka layanan jasa konstruksi berbasis 3D printing. ’’Mirip 3D printing. Namun, ini bahannya semen. Untuk membuat rumah atau sejenisnya,’’ katanya.

Kepala BPPT Hammam Riza menuturkan, penghargaan bagi para inovator bertujuan mendorong SDM unggul dan berdaya saing. ’’SDM unggul dapat diciptakan melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Apalagi mendorong Industri 4.0,’’ jelasnya.

Hammam menyatakan, penghargaan yang diterima Sotya masuk kategori eksternal. Berjudul inovasi Geopolymer Fast Setting Cement. Dia menuturkan, inovasi harus memenuhi lima asas. Yakni, asas inovasi atau invensi, kreatif, efisien dan efektif, nilai tambah, serta manfaat. Dia yakin dewan juri telah melakukan penilaian dengan baik.

Ajang BPPT Innovator Awards 2019 diikuti 130 peserta. Banyaknya pendaftar menunjukkan tren positif di dunia riset dan inovasi tanah air. Sebanyak 42 peserta mendaftar untuk inovasi teknologi. Peserta lain untuk kategori transformasi digital, layanan teknologi, dan lainnya. ’’Semoga ke depan ekosistem inovasi di Indonesia terus meningkat pesat,’’ ungkapnya. (*/c5/ayi)


BACA JUGA

Minggu, 26 Januari 2020 11:05

Lebih Dekat dengan Aktivis Lingkungan Muda Aeshina Azzahra Aqilani

Terlahir dari orang tua yang merupakan pejuang lingkungan memunculkan kepedulian…

Senin, 20 Januari 2020 14:19
Menikmati Family Fun Rally Sambut Kejuaraan Provinsi Kaltim 2020

Memperkuat Pariwisata, Ingin Lebih Banyak Orang Datang ke Balikpapan

Family Fun Rally 2020 gelaran Kaltim Post berakhir meriah, Ahad…

Kamis, 16 Januari 2020 16:10

Cerita Mengharukan, Kembar Identik yang Terpisah 16 Tahun Akhirnya Bertemu

Kisah hidup dua remaja kembar ini begitu mengharukan. Enam belas…

Rabu, 15 Januari 2020 13:45
Keraton Baru ”Calon Pemersatu Dunia”, Nasibmu Kini...

Nasib Keraton Agung Sejagat, "Keraton" Disegel Pemkab, Sang Raja dan Ratu Ditangkap Polisi

Keraton Agung Sejagat boleh menyebut diri sebagai pendamai bumi, pemulih…

Selasa, 14 Januari 2020 14:39

Inovator Semen Geo Fast Sotya Astuningsih, Pakai Limbah Smelter, 5 Jam Sudah Kuat

Semen biasa butuh waktu 28 hari untuk bisa kuat optimal.…

Jumat, 27 Desember 2019 00:24
Jelajah Wisata Baru Negeri Gajah Putih (4-habis)

Warisan Tiongkok-Thailand hingga Surga Belanja Tepi Sungai

Sungai Chao Phraya adalah nadi kehidupan dan transportasi di Bangkok.…

Jumat, 27 Desember 2019 00:21
Jelajah Wisata Baru Negeri Gajah Putih (3)

Berpose di Puncak Tertinggi, Selfie dengan 75 Tokoh Sedunia

PIngin berjalan di atas kaca dari tinggi 314 meter? Menyaksikan…

Jumat, 27 Desember 2019 00:19
Jelajah Wisata Baru Negeri Gajah Putih (2)

Balet Atas Air dan Habiskan Malam bersama Waria

Informasi umum jika Thailand populer dengan waria atau lady boys…

Jumat, 27 Desember 2019 00:16
Wisata Baru Negeri Gajah Putih (1)

Taman Terluas Se-Asia Tenggara hingga Lukisan Bergerak

Pattaya dikenal sebagai kota wisata dengan hiburan malam tiada henti.…

Kamis, 26 Desember 2019 11:34

Kiprah Bripka Riko Rizki Masri dan FKPM Teman Hati

Membantu sesama tak perlu menunggu punya jabatan tinggi atau uang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers