MANAGED BY:
SABTU
06 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Selasa, 14 Januari 2020 11:52
Minta Tuntaskan Pengusutan Pencemaran Sungai Segah
TUNTUT KEJELASAN: Aksi mahasiswa di depan halaman kantor DLHK Berau kemarin (13/1), meminta pemerintah tegas untuk mengusut kasus pencemaran Sungai Segah.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB- Aksi demo kembali digelar pemuda, mahasiswa, dan beberapa buruh di depan halaman kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, Jalan APT Pranoto, pukul 10.00 Wita (13/1).

Disambut Kepala DLHK Berau Sujadi beserta jajarannya, petugas keamanan dari Polres Berau dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Berau berjaga.

Menuntut kepada DLHK menggunakan cara metodologi penelitian yang objektif dan komprehensif, dengan menguji sampel pada seluruh perusahaan di sempadan bantaran Sungai Segah (perusahaan sawit dan tambang).

Selain itu, dalam tuntutan, meminta DLHK menguji unsur fospor dan nitrogen dari sampel tanah, air dan sedimen lumpur pada perusahaan di sempadan Sungai Segah. Tidak hanya itu, mereka juga meminta DLHK agar mengkaji pencemaran lingkungan yang tidak lepas dari korelasi antar peristiwa tahun 2015 sampai 2020.

Iwan Tirta, koordinator lapangan menegaskan, kedatangan mahasiswa dan perwakilan pemuda mempertanyakan mengapa hanya KLK Group yang menjadi tersangka, sedangkan banyak perusahaan di sepanjang sempadan Sungai Segah.

Mereka menginginkan pengujian dilakukan di semua perusahaan, agar lebih objektif. Pasalnya, hasil laboratorium masih lemah, tidak disertai basis data, dan tidak memiliki acuan pada hasil objek penelitian.

"Jangan sampai setelah DLHK menanggapi hal ini masih saja lemah, masih juga tidak dengan basis data. Seandainya DLHK objektif menguji, kondisi di perkebunan lain pasti juga tinggi. Pertanyaannya, kenapa tidak dilakukan pengujian di kebun lain,” tegasnya.

Menjawab aspirasi yang disampaikan, tutur Sujadi, pada dasarnya terkait menguji secara merata selain sampel di kawasan KLK Group, pihaknya ke depan akan kembali melakukan monitoring lebih intens di perairan Sungai Segah. "Kami juga tadi sudah berikan kepada mereka hasil pemeriksaan laboratorium dari kami. Sama halnya dengan hasil yang kami publish bersama media beberapa waktu lalu," paparnya.

Yang jelas, untuk sumber pencemaran, ada di dua water great di seputaran perusahaan KLK Group sesuai hasil laboratorium dari pakar. "Artinya harus ada tata kelola dari air kebun dan seperti yang disampaikan bagian ekologi, jangan terlalu banyak water great," bebernya.

Terkait hasil kajian dari IPB bersama Polres Berau, pihaknya akan merespons. Jadi, nanti ada kajian-kajian yang harus diikuti perusahaan. Menurut Sujadi, hasil itu akan menjadi masukan untuk DLHK dan menjadi evaluasi perusahaan. (*/oke/dra2/k16)

 

 

 


BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 11:38

Jual Sarang Burung Curian ke Teman Korban, Ya Ketahuan Lah...

TENGGARONG - Bukannya meraup untung dari hasil pencurian sarang burung…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:37

Menurut Pengamat, Bupati Edi Punya Hak Penuh Menentukan Cabup Disisa Jabatan

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah sudah menentukan dua figur…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:33

WAHAI PEMUDA..!! Ayok Daftar Jadi Prajurit TNI

TANA PASER - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat ( TNI…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:31

Sudah 436 ABK Tiongkok Tiba di Pelabuhan Pondong, KKP Pastikan Semuanya Bebas Corona

TANA PASER - Vitalnya penyebaran virus corona yang berasa dari…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:06

Kapal Terbalik Dihantam Ombak, Sohang Hilang

Seorang warga Kelurahan Muara Kembang bernama Sohang, dilaporkan tenggelam di…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Sabu Dikemas Bersama Ikan Asin

TENGGARONG–Sepandai-pandainya tupai melompat akan jatuh juga. Pepatah tersebut tepat disematkan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Kerajinan Tumpar Makin Berkembang

Dekranasda Kubar mendorong para perajin untuk meningkatkan kualitas produk dengan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:01

Akhir Bulan, DPA Harus Sudah Terkirim

SANGATTA - Batas waktu penyerahan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) pada…

Jumat, 31 Januari 2020 14:00

RS SOHC Sangatta Bantah Adanya Pasien Corona

SANGATTA - Rumah Sakit Medika Sangatta atau lebih dikenal SOHC…

Kamis, 30 Januari 2020 15:05

PDAM Danum Taka Jadi Perumda, Tarif Rumah Ibadah Dapat Subsidi Silang

PENAJAM - Transformasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Danum Taka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers