MANAGED BY:
MINGGU
19 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 13 Januari 2020 14:52
Dalang Pencurian Minyak Masih Gelap
LCT Hamka Nusantara yang mengangkut puluhan ton minyak telah dipasangi garis polisi untuk penyidikan.

PROKAL.CO, Siapa saja pemodal dan penikmat minyak curian dari kilang Pertamina jadi PR aparat. Tersangka diharap tak cuma di level kroco.

 

SAMARINDA–Temuan sekitar 80 ton minyak mentah (crude oil) yang diduga ilegal, di kapal landing craft tank (LCT) Hamka Nusantara pada Kamis (9/1) masih menimbulkan tanya. Penetapan empat orang tersangka oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri diharap menguak dalang di balik penimbunan itu.

Sebab, kasus serupa bukan kali ini terjadi. Tetapi, aktor intelektualnya tak juga dijerat. Termasuk mata rantai dan siapa saja penikmat minyak curian atau illegal tapping itu. Untuk diketahui, kasus illegal tapping dengan cara melubangi pipa minyak milik Pertamina PT Pertamina EP Asset 5 Field Sangasanga, terungkap pertama kali ke publik, 14 Oktober 2019 lalu.

Berawal dari terbakarnya sebuah rumah di Kelurahan Sangasanga Dalam, Kukar, yang diduga sebagai lokasi pencurian. Jaraknya hanya sekitar 500 meter dari aset PT Pertamina EP Field Sangasanga. Di lokasi kebakaran membentang jaringan pipa minyak penghubung antara Stasiun Pengumpul Utama (SPU) E menuju Pusat Penampungan Produksi (PPP) milik PT Pertamina EP Field Sangasanga.

ADA YANG MODALIN: Lokasi penyulingan minyak mentah ilegal di Kecamatan Palaran, Samarinda yang digerebek aparat beberapa waktu lalu.

 

Dari pengembangan tim gabungan Pertamina, Polri dan TNI, kemudian didapati tiga wilayah penyulingan minyak ilegal di Samarinda. Yakni, di Kelurahan Sambutan. Juga, Kelurahan Bantuas dan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, (selengkapnya lihat grafis). Diduga, aktivitas penyulingan minyak mentah ilegal itu berkaitan dengan pencurian minyak milik PT Pertamina EP Field Sangasanga.

Lebih dari tiga bulan kasus penyulingan minyak ilegal itu terungkap, aparat baru menangkap dan menetapkan satu tersangka bernama Ardiansyah. Dia dianggap sebagai penanggung jawab penyulingan minyak di Jalan Telkom, Kelurahan Sambutan.

Kepada Kaltim Post, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Argo Yuwono menuturkan, Satuan Tugas (Satgas) Migas Bareskrim Mabes Polri dan Subdit 4 Tipiter Ditreskrimsus Polda Kaltim sejauh masih melakukan penyelidikan terkait UU Migas. “Saat ini sudah dilimpahkan ke Subdit 4 Tipiter Polda Kaltim,” katanya, kemarin (12/1).

Lanjut dia, barang bukti yang disita dari penggeledahan di LCT Hamka Nusantara, Jalan Sungai Kapih, RT 03, Kelurahan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan, Samarinda, Kamis (9/1), terdiri satu unit SPOB KM Hamka Nusantara, 1 kapal kayu Prima Indah 17B, minyak yang diduga solar dalam tangki penampungan SPOB sekitar 80 kiloliter dan sebuah handphone. “Barang bukti sudah dipasang garis polisi,” kata Argo.

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana menambahkan, perkara yang ditangani akan dibeberkan, hari ini (13/1). “Iya benar, masih proses pemeriksaan. Nanti (hari ini) kami beri keterangan secara lengkap,” ujarnya.

Ditemui terpisah, Manager Legal and Relation Pertamina EP Field Sangasanga Frans Hokum mengatakan belum mendapatkan informasi mengenai kelanjutan kasus tersebut. "Belum ada kabar terbaru," ucapnya kemarin. Sebelumnya, dari informasi yang dia terima, lebih 80 ton minyak ditemukan di LCT Hamka Nusantara. Adapun jenisnya masih crude oil atau minyak mentah.

“Kalau itu hasil uji di laboratorium belum keluar. Tapi info yang berkembang crude,” tambahnya. Frans melanjutkan, operasi yang dilakukan Bareskrim bagian dari penyelamatan aset negara. “Di luar dari tim satgas yang sudah ada, tentu kami sedikit terbantu. Masalahnya kami juga belum ada dimintai penjelasan,” ungkapnya.

Menurut dia, PT Pertamina, mulai direktur, komisaris utama, hingga jajaran petinggi BUMN migas itu meminta agar illegal tapping dan penyulingan minyak ilegal di Kaltim diusut hingga akar. “Intinya dicari dalang yang bertanggung jawab,” tegasnya.

Disinggung soal kinerja tim satgas yang telah mengungkap delapan lokasi penyulingan minyak mentah ilegal, Frans mengaku sangat terbantu.

"Jika tidak ada, mungkin susah juga mengusutnya," terangnya. Dia menyatakan, tim satgas Pertamina EP bersama TNI dan kepolisian terus melakukan penyisiran tempat-tempat yang dicurigai. Mengenai pengembangan delapan lokasi temuan penyulingan yang hanya menjerat empat tersangka sejauh ini, Frans menyerahkan proses pemeriksaan ke kepolisian.

"Kami membukakan jalan dan menunjukkan titik-titik PT Pertamina. Polisi bisa lebih mengembangkan kasusnya," imbuh dia. Soal kemungkinan adanya lokasi lain yang masih dicurigai, Frans belum bisa memastikan. Dia menduga, temuan 80 ton minyak mentah bukan hanya berasal dari kilang produksi Sangasanga. "Kalau sampai segitu dugaannya pasti bukan dari Field Sangasanga saja," jelasnya.

Dari kasus yang sebelumnya terungkap, Frans mengalkulasi, dalam sehari, kerugian negara karena illegal tapping antara Rp 900 juta sampai Rp 1 miliar. “Kami belum hitung keseluruhan,” tegasnya.

 

BANTAH TERLIBAT

Dari kasus pencurian minyak dan penyulingan ilegal terkuak sejak November 2019 hingga awal tahun ini, nama PT Indo Bahari Sukses (IBS) santer dikaitkan. Berawal dari penjelasan warga yang rumahnya hanya berjarak 10 meter dari lokasi penyulingan minyak mentah ilegal di Kelurahan Simpang Pasir, Palaran, hingga penjelasan warga lainnya di dekat lokasi penangkapan LCT Hamka Nusantara.

Seorang perempuan yang identitasnya tak ingin disebut itu menerangkan, sebelum penggerebekan terjadi, motor dan mobil dengan tulisan IBS pada bagian kaca belakang selalu parkir di depan dermaga. Selain itu, dua kapal yang namanya serupa dengan milik PT IBS, yakni Mandiri VI dan Mutiara Sam, sempat sandar di sebelah LCT Hamka Nusantara. Beberapa jam sebelum penggerebekan oleh Bareskrim Mabes Polri.

Tomik Minzathu selaku Legal PT IBS menuturkan, pihaknya tak ada keterlibatan dalam kasus yang merugikan negara itu. "Soal temuan itu saya tegaskan perusahaan kami tidak terlibat," terangnya. Ditanya secara pasti lokasi dermaga milik PT IBS, Tomik menerangkan, memang pihaknya menyewa dermaga milik Iwan, tempat berlabuhnya LCT Hamka Nusantara.

LCT Hamka Nusantara disebut Tomik bukan milik IBS. "Memang soal dermaga kami menyewa, sekira empat tahun kalau tidak salah, jadi wajar saja kalau karyawan kami sering ke sana (dermaga)," lanjut pria berperawakan tinggi itu. Untuk status LCT Hamka Nusantara, lanjut Tomik, bukan milik PT IBS. Namun, pemilik LCT tersebut sempat berizin sandar di dermaga kayu berukuran 8x8 meter persegi itu.

"Tapi kalau soal kapal beserta barangnya itu bukan milik kami," ungkap Tomik. "Kapal itu punya Pak Miko, kalau saya tidak salah Desember sempat izin untuk bersandar di dermaga karena rusak, sempat juga menawarkan kapal itu ke kami, tapi kami minta dokumennya dia tidak bisa menunjukkan, soal bagaimana cara menyandarkan ke dermaga, saya tidak tahu pasti," sambungnya.

Tomik kembali menegaskan, selama ini pihaknya tak pernah melakukan pengolahan minyak mentah. Melainkan hanya sebagai distributor. "Kami mendapat pasokan dari PT Aseba, Jakarta," sebutnya. (aim/dra/*/dad/riz/k8)

 

 

 

Jejak Minyak Ilegal di Kaltim

 

14 Oktober 2019

Sebuah rumah yang masuk kawasan PT Pertamina EP Asset 5 Sangasanga Field di Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara terbakar. Diduga akibat adanya illegal tapping atau pencurian minyak. Sebab di rumah tersebut ada jalur pipa milik Pertamina.

 

8 November 2019

• Empat lokasi penyulingan minyak mentah ilegal di Kelurahan Sambutan, Samarinda tepatnya di Jalan Veteran, Jalan Telkom, dan dua lokasi di Jalan Pelita 7 diungkap.

• Petugas menangkap satu pelaku bernama Ardiansyah sebagai penanggung jawab penyulingan di Jalan Telkom.

 

11 November 2019

Petugas menemukan tempat penyulingan minyak mentah ilegal di kawasan RT 01, Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, Samarinda. Berjarak setengah kilometer dari pintu masuk Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam).

 

12 November 2019

Petugas kembali menemukan tempat penyulingan minyak mentah ilegal di Kelurahan Bantuas, Palaran sekitar 2 kilometer dari jalan utama poros Samarinda-Sangasanga.

 

28 November 2019

Terungkap dua lokasi penyulingan minyak mentah ilegal di Jalan Masjid, Sungai Mariam, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara.

 

9 Januari 2020

• Bareskrim mengungkap kasus minyak yang diduga ilegal tersimpan dalam kapal Landing Craft Tank (LCT) Hamka Nusantara di Jalan Sungai Kapih, RT 03, Kelurahan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan, Samarinda.

• Empat orang ditahan kepolisian saat penggerebekan, termasuk pemilik dermaga kapal untuk pemeriksaan lebih lanjut di Polda Kaltim.

 

Sumber: Bank Data Kaltim Post


BACA JUGA

Sabtu, 18 Januari 2020 10:03

Diduga Penularan Antraks dari Daerah Lain

JAKARTA- Kementerian Kesehatan kemarin (17/1) mengunjungi Gunung Kidul guna memastikan…

Jumat, 17 Januari 2020 23:00

Banjir Samarinda Cuma Komoditas Politik

SAMARINDA-Gaya komunikasi Wali Kota Syaharie Jaang dalam menyikapi banjir di…

Jumat, 17 Januari 2020 22:00

KLHK Investigasi Tambang Ilegal di IKN

BALIKPAPAN–Kegiatan pertambangan di sekitar lokasi calon ibu kota negara (IKN)…

Jumat, 17 Januari 2020 21:00

Tahu Sumedang yang Tiada Henti Diuji, Efisiensi setelah Tol Beroperasi, Omzet Tersisa 25 Persen

Setelah Bandara APT Pranoto Samarinda, kini Tol Balikpapan-Samarinda yang menggerus…

Jumat, 17 Januari 2020 14:31
Minta Polri Usut Tuntas Masalah ASABRI

Direksi ASABRI Bersikeras Bantah Terjadi Korupsi

JAKARTA– Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyambangi…

Jumat, 17 Januari 2020 11:51
Dari Penerbangan Perdana Susi Air Samarinda-Maratua

Selamat Tinggal Perjalanan Melelahkan ke Surga Pelepas Penat

Pulau Maratua kini hanya berjarak 1 jam 20 menit dari…

Jumat, 17 Januari 2020 11:42

Titik Longsor Bertambah, Penghuni Kuburan Bisa Keluar

Meski hujan yang mengguyur Kota Tepian tengah mereda. Namun, bahaya…

Jumat, 17 Januari 2020 11:26

Sudah Tidak Ada WNI yang Ditawan Abu Sayyaf

JAKARTA - Pemerintah Filipina memenuhi janjinya kepada pemerintah Indonesia. Melalui…

Jumat, 17 Januari 2020 11:21

Kasus Jiwasraya, Kejagung Blokir 84 Aset Tanah Tersangka

JAKARTA-- Setelah mengamankan sejumlah mobil mewah dan motor sejak Rabu,…

Jumat, 17 Januari 2020 11:01

DKPP Resmi Berhentikan Wahyu Setiawan

JAKARTA– Wahyu Setiawan secara resmi diberhentikan secara tetap sebagai komisioner…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers