MANAGED BY:
RABU
30 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 13 Januari 2020 12:50
Survey LSI, Tiongkok Kian Berpengaruh di Indonesia, Amerika Merosot

Pemilu 2019 Memperbesar Persepsi Negatif Atas Tiongkok

ilustrasi turis tiongkok (Dok. JawaPos.com)

PROKAL.CO,

JAKARTA– Tiongkok menanjak menjadi negara paling berpengaruh di kawasan Asia. Negeri panda tersebut terus menunjukkan pengaruhnya secara konstan selama satu dekade terakhir. Di sisi lain, pengaruh negara seperti Amerika Serikat (AS) dan Jepang menunjukkan tren merosot.  

Fenomena itu terekam berdasar hasil survei yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI). Survei tersebut melibatkan 1.540 responden warga negara Indonesia yang tersebar di 34 provinsi. Sigi yang menggunakan metode stratified multistage random sampling itu digelar 10-15 Juli 2019 lalu. Dalam surveinya, LSI bekerja sama dengan Asian-Barometer, sebuah jaringan riset di negara-negara Asia.  

Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan menyampaikan survei tersebut merekam pendapat publik Indonesia terhadap persepsi negara lain. Terutama negara mana yang paling berpengaruh di Asia dan Indonesia. Hasilnya Tiongkok dianggap sebagai negara paling powerful di kawasan Asia dan Indonesia saat ini. ’’Survei ini untuk merekam masalah internasional terkait negara-negara besar yang menonjol,” kata Djayadi Hanan dalam paparan surveinya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, kemarin (12/1).

Diketahui, pengaruh Tiongkok di Asia mencapai 39 persen. Trennya terus menguat dalam satu dekade terakhir. Pada survei 2011, pengaruh Tiongkok berada pada 19 persen dan 24 persen pada 2016. Sebaliknya pengaruh Amerika di Asia menunjukkan tren menurun.  Tahun 2011, misalnya. Cengkeraman pengaruhnya mencapai 29 persen. Lalu 2016 turun ke 24 persen dan tahun 2019 merosot tajam menjadi 18 persen. Jepang juga demikian. Pengaruh Jepang tinggal 14 persen. Padahal 2011 silam, pengaruhnya di atas Tiongkok mencapai 23 persen. ’’Ini menunjukkan Tiongkok makin kuat di seluruh kawasan Asia,” papar Djayadi.

Bagaimana pengaruh Tiongkok di Indonesia? Seperti di Asia, cengkeraman negeri komunis tersebut makin kuat di Indonesia sejak 2011. Survei menunjukkan, tahun 2011 pengaruhnya terhadap Indonesia mencapai 60 persen. Tahun 2016 sempat turun 51 persen. Namun 2019 kembali menguat ke 67 persen.

Bandingkan dengan Amerika. Pengaruhnya di dalam negeri hanya 49 persen. Itu turun dari 2016 sebesar 50 persen. Djayadi memaparkan, pengaruh besar Tiongkok disebabkan sejumlah faktor. Mulai faktor ekonomi, militer, politik hingga budaya. Bidang ekonomi, misalnya. Tiongkok tercatat memiliki cadangan devisa terbesar di dunia. Nilai investasi Tiongkok di Indonesia juga tercatat terbesar kedua setelah Singapura. Dipaparkan, berdasarkan dana Badan Koordinator dan Penanaman Modal (BKPM) realisasi investasi Tiongkok pada periode Januari hingga September 2019 mencapai USD 3,313 miliar atau setara Rp 46,382 triliun. Adapun jumlah proyek Tiongkok di Indonesia sekitar 1.619 proyek. ’’Investasi ini menjadi pengaruh besar Tiongkok,” jelasnya.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 29 September 2020 13:19

Di Tarakan, 11 Orang Meninggal dari 42 Titik Longsor

TARAKAN–Hujan deras yang mengguyur Tarakan pada pukul 02.00 Wita, kemarin…

Selasa, 29 September 2020 13:17

Operasikan Mobil Terbang di Seoul

SEMAKIN banyak pabrikan yang mulai serius mengembangkan mobil terbang. Terbaru…

Selasa, 29 September 2020 13:16

Vonis Janggal Hotel Bahtera Pailit

BALIKPAPAN–PT Hotel Bahtera Jaya Abadi dinyatakan pailit. Itu berdasarkan putusan…

Selasa, 29 September 2020 13:16

Kewajiban Pemulihan Lingkungan Perusahaan Tambang Disorot

BALIKPAPAN–Kepastian empat perusahaan pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara…

Selasa, 29 September 2020 11:47

Surat Nikah dan Akta Cerai Inggit Garnasih-Soekarno Diserahkan ke Negara

Keluarga besar tak setuju dokumen pernikahan dan perceraian Inggit Garnasih-Soekarno…

Selasa, 29 September 2020 11:44

Sidang Korupsi Proyek Kutim, Dewan Tak Tentukan Nominal, Sekkab Bakal Diperiksa Lagi

Saat dicecar jaksa KPK, Irawansyah mengaku tak tahu pertemuan kepala…

Selasa, 29 September 2020 11:43

Tim Mahasiswa Politani Ciptakan Aplikasi Deteksi Covid-19

Kini, hanya dengan bermodal gawai dan foto x-ray, seseorang bisa…

Selasa, 29 September 2020 11:41

DPR Belum Satu Suara Soal TPS Keliling

JAKARTA - Rencana tempat pemungutan suara (TPS) keliling dalam pilkada…

Selasa, 29 September 2020 10:47

Kawal Omnibus Sebelum Pengesahan, Buruh Ancam Mogok Nasional

JAKARTA-- Pembahasan RUu Cipta Kerja atau Omnibus Law di DPR…

Senin, 28 September 2020 18:52

Evaluasi Kontrak Tambang Disoal, Jatam Tuding Pemerintah Tak Transparan

BALIKPAPAN-Evaluasi perpanjangan kontrak tambang batu bara atau Perjanjian Karya Pengusahaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers