MANAGED BY:
SENIN
13 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Senin, 13 Januari 2020 12:05
Kacamata Tanpa Antiradiasi Picu Katarak
SOLUSI: Menggunakan kacamata hitam menjadi salah satu solusi termudah yang bisa Anda lakukan. Selain melindungi mata, penggunaan kacamata hitam mampu menunjang penampilan Anda.

PROKAL.CO,

Tinggal di wilayah tropis membuat kebanyakan masyarakat Indonesia kerja ekstra melindungi diri dari paparan sinar matahari. Sebab, tak hanya merusak kulit, sinar ultraviolet mampu memicu mata rusak. Tak sembarangan, jika menggunakan kacamata hitam harus diperhitungkan spesifikasinya.

BEBERAPA dari Anda mungkin mengetahui bahwa paparan radiasi dari matahari atau yang akrab disebut sinar ultraviolet (UV) tak baik untuk kulit. Kendati demikian, tak banyak orang yang mengetahui jika paparan sinar UV mampu merusak mata.

Dijelaskan dr Nur Khoma Fatmawati MKes SpM, sinar UV salah satu penyebab utama cedera akibat radiasi pada mata. Sebagian besar radiasi sinar terserap kornea. Kerusakan ini diakibatkan akumulasi radiasi sinar pada epitel kornea.

“Radiasi sinar ultraviolet memiliki panjang gelombang 100-400 nanometer. Sinar UV memiliki energi besar, tak terlihat, dan dapat menimbulkan kerusakan. Pada mata, absorbsi sinar UV terkonsentrasi paling besar di area kornea dan lensa,” jelasnya saat disambangi pada Kamis (9/1).

Parahnya, sinar UV ini juga berbahaya bagi seluruh tubuh jika terpapar secara berlebih. Namun, tubuh manusia memang memiliki kemampuan memperbaiki dan mengganti sel-sel yang sudah rusak.  “Sayangnya, ada pengecualian terhadap hal tersebut. Apabila lensa mata rusak, tubuh tidak dapat menggantikan sel-sel di dalamnya. Walhasil, katarak jadi problem mata yang paling sering dialami,” tambahnya.

Katarak disebabkan adanya penumpukan kerusakan yang memengaruhi protein pada lensa mata akibat radiasi sinar UV. Area konjungtiva atau lapisan tipis pelindung bagian putih pada mata bisa terkena imbas. Gangguan yang bisa muncul ialah pterygium dan pinguecula. Dokter spesialis mata itu menjelaskan, pterygium merupakan pertumbuhan jaringan fibrovaskular pada area konjungtiva. Pertumbuhan jaringan bisa semakin tebal dan membuat penglihatan terganggu.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 13 Juli 2020 10:33

Dari Pare Anti Rasis sampai Terong Saling Tolong

SUDAH pernah coba pedasnya Cabai Rawit Setan Kredit? Atau mencicipi…

Senin, 13 Juli 2020 10:29

Urban Farming, Jangan Hanya Berhenti sebagai Hobi

Pandemi justru menciptakan pasar baru bagi para pegiat urban farming,…

Selasa, 07 Juli 2020 13:00

Kepiting Saus dan Ayam Bakar Jakarta, Tonjolkan Cita Rasa Tradisional

Ingin makanan olahan laut atau yang tradisional? Anda bisa dapatkan…

Selasa, 07 Juli 2020 12:58

Manis Buah Naga dengan Minuman Sehat

JANGAN lewatkan dessert satu ini. Bertajuk dragon fruit tart. Warnanya…

Senin, 22 Juni 2020 18:26

Latihan Teknik Atlet Bergantung Cabor

SELAMA pandemi, seluruh atlet Kaltim khususnya yang disiapkan untuk Pekan…

Senin, 22 Juni 2020 18:24

Olahraga Kala Corona, Patuhi Aturan, Terapkan Protokol Kesehatan

Tubuh yang sehat tak ternilai harganya. Oleh sebab itu, olahraga…

Senin, 22 Juni 2020 18:20

Olahraga Sehat, Aman, dan Nyaman

OLAHRAGA lari dan sepeda kembali tren sekarang. Semua kalangan usia…

Senin, 22 Juni 2020 18:19

Paket Sesuai Selera, Hadirkan Rice Bowl Kenyang Nikmat

Selain enak, makanan yang sehat dan dijamin kebersihannya banyak dicari…

Senin, 22 Juni 2020 18:17

Pilihan Bento dan Jus Menyegarkan

SELAIN opsi rice bowl, tersedia juga rice box atau bento.…

Minggu, 14 Juni 2020 12:42

Ganggu Pernapasan hingga Potensi Kematian

SELAIN gejala di kulit, reaksi alergi juga pada saluran pernapasan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers