MANAGED BY:
JUMAT
10 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Senin, 13 Januari 2020 12:05
Kacamata Tanpa Antiradiasi Picu Katarak
SOLUSI: Menggunakan kacamata hitam menjadi salah satu solusi termudah yang bisa Anda lakukan. Selain melindungi mata, penggunaan kacamata hitam mampu menunjang penampilan Anda.

PROKAL.CO, Tinggal di wilayah tropis membuat kebanyakan masyarakat Indonesia kerja ekstra melindungi diri dari paparan sinar matahari. Sebab, tak hanya merusak kulit, sinar ultraviolet mampu memicu mata rusak. Tak sembarangan, jika menggunakan kacamata hitam harus diperhitungkan spesifikasinya.

BEBERAPA dari Anda mungkin mengetahui bahwa paparan radiasi dari matahari atau yang akrab disebut sinar ultraviolet (UV) tak baik untuk kulit. Kendati demikian, tak banyak orang yang mengetahui jika paparan sinar UV mampu merusak mata.

Dijelaskan dr Nur Khoma Fatmawati MKes SpM, sinar UV salah satu penyebab utama cedera akibat radiasi pada mata. Sebagian besar radiasi sinar terserap kornea. Kerusakan ini diakibatkan akumulasi radiasi sinar pada epitel kornea.

“Radiasi sinar ultraviolet memiliki panjang gelombang 100-400 nanometer. Sinar UV memiliki energi besar, tak terlihat, dan dapat menimbulkan kerusakan. Pada mata, absorbsi sinar UV terkonsentrasi paling besar di area kornea dan lensa,” jelasnya saat disambangi pada Kamis (9/1).

Parahnya, sinar UV ini juga berbahaya bagi seluruh tubuh jika terpapar secara berlebih. Namun, tubuh manusia memang memiliki kemampuan memperbaiki dan mengganti sel-sel yang sudah rusak.  “Sayangnya, ada pengecualian terhadap hal tersebut. Apabila lensa mata rusak, tubuh tidak dapat menggantikan sel-sel di dalamnya. Walhasil, katarak jadi problem mata yang paling sering dialami,” tambahnya.

Katarak disebabkan adanya penumpukan kerusakan yang memengaruhi protein pada lensa mata akibat radiasi sinar UV. Area konjungtiva atau lapisan tipis pelindung bagian putih pada mata bisa terkena imbas. Gangguan yang bisa muncul ialah pterygium dan pinguecula. Dokter spesialis mata itu menjelaskan, pterygium merupakan pertumbuhan jaringan fibrovaskular pada area konjungtiva. Pertumbuhan jaringan bisa semakin tebal dan membuat penglihatan terganggu.

“Gangguan ini biasa timbul pada orang yang sering beraktivitas di luar ruangan. Contohnya para peselancar, sehingga gangguan mata ini juga sering dikenal dengan sebutan surfer's eye, kondisi ini perlahan akan menghalangi kejelasan penglihatan.” ujarnya. Sedangkan pinguecula merupakan kondisi yang membuat bintik atau benjolan kekuningan di area konjungtiva. Biasanya kondisi ini muncul akibat paparan sinar matahari, debu, atau angin.

Untuk meminimalisasi, Nur menyarankan mengenakan kacamata hitam. Kendati demikian, penggunaan kacamata hitam tidak boleh sembarangan. Kacamata hitam abal-abal mampu merusak mata. “Berharapnya terlindungi tapi malah rusak. Jadi saya sarankan untuk kenakan kacamata hitam yang difasilitasi antiradiasi UV. Nah, biasanya kacamata yang dijual di pinggir jalan itu tidak antiradiasi,” ucapnya.

Diri akan disugesti untuk bertahan lama dalam paparan sinar matahari. Padahal penggunaan kacamata tanpa antiradiasi UV hanya mengurangi silau tapi tak mampu melindungi mata dari sinar UV. “Akhirnya, kita bisa tahan lama nih di depan matahari karena silaunya sudah diredam. Ujung-ujungnya, malah memicu katarak hingga kanker,” jelasnya.

Nur mewanti-wanti, karena pasien penderita katarak masih banyak bahkan antrean di RSUD Abdul Wahab Sjahranie terus bertambah dan kini tercatat penuh hingga Juni mendatang. “Katarak itu jadi salah satu penyebab terbesar kebutaan di Indonesia nyaris menembus angka 60 persen. Persentase katarak di Kalimantan Timur itu 1,7 persen, sedangkan di Samarinda 9,2 persen di atas usia 30. Jadi harus waspada ya,” imbaunya. (*/nul*/rdm2/k16)

 

 


BACA JUGA

Senin, 06 April 2020 12:19

Empat Varian Nasi Spesial, Hidangan Hotel Nuansa Rumahan

Banyak tempat umum yang tutup, termasuk tempat makan karena merebaknya…

Senin, 06 April 2020 12:18

Resep Es Pisang Ijo

Oleh: Adelia Puspitha, warga Samarinda   Bahan Utama: 8 buah pisang…

Senin, 06 April 2020 12:12

Psikosomatik, Tangan Gemetar Jadi Pertanda Awal

BEREDARNYA berita penyebaran virus corona sudah sampai di Kota Tepian…

Senin, 06 April 2020 12:08

Dampingi Anak Belajar Online, Bangun Fondasi, Jangan Terbebani

Secara serentak, kegiatan belajar-mengajar di sekolah dihentikan sementara. Pembelajaran beralih…

Senin, 06 April 2020 12:07
Selama Belajar Online di Rumah

Pahami Target dan Buat Jadwal Kegiatan

SELAMA belajar online masih berlangsung, orangtua dan pihak sekolah harus…

Minggu, 22 Maret 2020 12:58

Ini Kiat Atasi Rasa Stres dan Panik Akibat Wabah Virus Korona

Stres bisa menurunkan sistem imun seseorang. Sehingga ketika stres, berbagai…

Minggu, 22 Maret 2020 12:56

Biasakan Anak Sikat Gigi di Malam Hari, Manfaatnya Besar Lho...

Mendidik anak untuk rajin sikat gigi di malam sangat baik…

Rabu, 18 Maret 2020 01:29

Spageti Nusantara hingga Olahan Serba Kambing

Ada banyak cara mengolah makanan. Termasuk fusion food atau memadukan…

Rabu, 18 Maret 2020 01:24

Nongkrong Asyik dengan Kudapan Enak

KONGKO di cafe yang berada di lantai delapan bangunan sambil…

Senin, 16 Maret 2020 14:56

17 Mitos Tangkal Virus Corona Dibantah WHO

WHO mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi dari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers