MANAGED BY:
SABTU
22 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 10 Januari 2020 14:53
Banyak Jalur Narkoba Menuju Samarinda

Bisnis Sabu-Sabu dari Malaysia yang Kerap Diungkap

PROKAL.CO, Mati satu tumbuh seribu. Bak pepatah, bisnis haram narkotika seolah tak ada matinya. Dibekuk satu, jaringan justru tumbuh subur. Parahnya, Samarinda jadi lumbungnya.

 

SAMARINDA-Mengenakan kaus dalam putih dan celana pendek hitam selutut, Tahang Tenri tertunduk pasrah beberapa jam sebelum ditembak mati, Senin (7/1). Ia dikerumuni pria berpakaian sipil yang dilengkapi senjata api, yakni anggota Ditresnarkoba Polda Kaltim. Di kediamannya, Jalan Kerukunan, RT 31, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, pria yang dikabarkan belum lama tiba di Kota Tepian itu pasrah.

Rumah kayu berkelir merah muda, dengan karpet motif kotak-kotak hitam dan merah, Tahang tak kuasa berbuat sesuatu. Ia seolah tahu, yang dihadapi adalah polisi. “Berapa banyak?” tanya seorang petugas. Petugas lainnya membuka bungkusan plastik hitam yang dalamnya berisi narkoba jenis sabu-sabu. “Ya, itu sabu-sabu, Pak,” ucap Tahang. Barang haram yang masih berbentuk batu itu ditemukan dalam tas hitam.

Di luar, saat hendak dibawa dari kediamannya, semua berubah. Tahang yang bertubuh gempal itu mencoba melawan. Berusaha merebut senjata api polisi. Tembakan peringatan dilepaskan, tapi ia tak mengindahkan. Timah panas akhirnya bersarang di dada kiri. Sebelum tiba di RSUD AW Sjahranie, pelaku meninggal. Begitulah gambaran singkat penangkapan Tahang pada Selasa (7/1) pukul 23.00 Wita itu.

Wakapolda Kaltim Brigjen Edy Sumitro Tambunan saat merilis kasus tersebut menjelaskan, tidak menutup kemungkinan jaringan yang bersangkutan masih ada. “Semuanya masih ditelusuri,” tegasnya saat menjelaskan kepada awak media.

Yang menjadi catatan khusus, Tahang mengambil barang haram itu langsung dari Tawau, Malaysia. Hal itu dibenarkan Dirresnarkoba Polda Kaltim Kombes Akhmad Shaury saat ditemui harian ini. Motifnya berpindah-pindah mobil. Menggunakan jalur laut dan darat.

Mudahnya barang haram itu masuk ke Indonesia, khususnya Samarinda, tentu bukan hal aneh. Pasalnya, ibu kota Kaltim itu begitu terbuka. Peredaran pun cukup tinggi. Untuk bisa masuk, para bandar narkoba bisa mengakses lewat jalur darat dan laut.

Kabid Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kaltim AKBP Halomoan Tampubolon mengatakan, Indonesia memang mudah diakses narkoba. “Di darat berbatasan langsung, sangat terbuka,” jelasnya. “Banyak, ribuan aksesnya,” sambung perwira melati dua yang ditugaskan sementara di BNN Kaltim itu.

Jalur darat, pelaku bisa menggunakan akses perbatasan di Lumbis, satu kecamatan di Nunukan yang berbatasan dengan daratan Malaysia. Dari sana, para penyelundup barang haram itu mudah masuk ke Indonesia melalui Malinau, Bulungan, Berau, Sangatta, Bontang. Dan berujung ke Samarinda.

“Tapi harus diwaspadai juga rute baru. Yang dari Tarakan ada langsung bisa ke Bontang, lewat kapal,” ungkap perwira yang pernah bertugas di Polresta Samarinda itu. Dan khusus rute baru, beberapa kali bocoran barang haram yang tembus hingga Kaltim.

Khusus lokasi pengungkapan yang dilakukan di Ditresnarkoba Polda Kaltim, yakni kawasan pulau, daerah yang berlabel “Kampung Narkoba”, Tampu menyebut menjadi lokasi yang menjadi perhatian khusus. “Dulu sudah pernah dibersihkan, imbauan dan pasang spanduk. Sempat sekitar empat bulan tidak ada kegiatan (transaksi narkoba). Namun muncul lagi,” ungkapnya.

Ia menduga, ada kemungkinan “migrasi” dari Pasar Segiri, Samarinda yang notabene juga terkenal cukup menggila peredaran narkoba. “Potensinya besar untuk transaksi. Ada beberapa loket yang sudah dihancurkan, tapi sekarang sudah berubah cara penjualannya,” jelasnya.

Menggunakan sistem face to face transaksi pembelian, tapi pengambilan barangnya tidak langsung diberikan. “Disebutkan di salah satu tempat, tak jauh dari lokasi transaksi,” tambahnya. Pola baru yang lain adalah menggunakan kemasan permen.

BNN mengapresiasi tindakan Polda Kaltim yang menembak mati bandar narkoba. “Kami angkat topi. Itu luar biasa,” jelasnya. Namun, ia tak menduga Tahang baru berstatus bandar. Pasalnya, ada timbangan digital yang ditemukan petugas. Ia menargetkan, seluruh pemain narkoba diringkus. Mulai kecil hingga terbesar. “Jaringan mereka itu bisa berlapis-lapis, jadi siapa saja yang terlibat masuk dalamnya akan menjadi TO BNN,” tegasnya.

Terpisah, Kasat Resnarkoba Polresta Samarinda Kompol Raden Sigit Satrio Hutomo menerangkan, jenazah Tahang Tenri telah dijemput pihak keluarga dari Kamar Jenazah RSUD AW Sjahranie, Samarinda kemarin (9/1), dan langsung dikebumikan di TPU Muslimin Pelita, Samarinda.

Tempat kejadian perkara (TKP), lanjut Sigit, adalah lokasi yang terkenal sebagai pulau. Untuk penyidikan lanjutan dari pengungkapan kasus narkoba yang menewaskan Tahang, dilakukan Polda Kaltim. Namun, Sigit menegaskan, akan mengawasi peredaran narkoba di Kota Tepian khususnya di TKP pengungkapan tersebut.

“Lokasi tersebut memang dikenal sebagai kampung narkoba dan terus diawasi,” jelas perwira melati satu itu. Tidak menutup kemungkinan ada jaringan lain Tahang di sekitar kawasan tersebut. “Kemungkinan masih ada, yang jelas kami akan telusuri juga, dan tak ingin kecolongan,” imbuhnya.

Penangkapan Tahang adalah yang ketujuh khusus jaringan internasional selama tahun lalu hingga Januari 2020 ini. Khusus jaringan Malaysia yang masuk Samarinda. (dra/*/dad/rom/k16)

 

Narkoba Malaysia Masuk Kaltim

 

 

31 Agustus 2018

Tim gabungan Polsek Samarinda Seberang dan Polresta Samarinda menggagalkan peredaran narkoba sebanyak 1,6 kilogram sabu-sabu asal Tawau, Malaysia. Salman selaku kurir dibekuk di Jalan KH Harun Nafsi, Samarinda Seberang.

 

12 Juli 2019

Ditreskoba Polda Kaltim menggagalkan peredaran 17 kilogram sabu-sabu asal Tawau, Malaysia. Lima pria turut dibekuk, yakni Asrul, Sabri, Muhajir, Hariyanto dan Darwis, warga negara Malaysia.

 

22 Agustus 2019

BNN Kaltim menggagalkan peredaran narkoba 1,5 Kilogram sabu-sabu asal Tawau, Malaysia. Akhmad Zainullah dibekuk di Jalan Poros Samarinda-Bontang saat membawa narkoba menggunakan motornya.

 

28 Agustus 2019

Polresta Samarinda menggagalkan peredaran narkoba 988,42 gram sabu-sabu dan 1498 pil ekstasi asal Tawau, Malaysia. Kenang Hadi Saputra, dibekuk di Jalan Poros Samarinda-Bontang tak jauh dari Bandara APT Pranoto.

 

20 September 2019

Petugas BNN Kaltim mengungkap peredaran sabu-sabu seberat 1 kilogram dan ekstasi sebanyak 200 butir di perempatan Sempaja, Samarinda. Petugas mengamankan tiga tersangka, dan salah satu di antaranya, yakni IR tewas setelah ditindak tegas karena melukai petugas. Sedangkan satu tersangka lainnya melarikan diri.

 

5 Oktober 2019

Badan Narkotika Nasional menggagalkan peredaran narkoba asal Tawau, Malaysia, jenis sabu-sabu seberat 38 kilogram. Kelima tersangka, yakni TC selaku bandar, DA selaku pembeli, serta RU, FM, dan AG selaku kurir.

 

22 Oktober 2019

BNN Samarinda menggagalkan peredaran sabu-sabu seberat 1 kilogram. Pria berinisial HG selaku kurir dibekuk di SPBU Jalan Poros Samarinda-Bontang.

 

7 Januari 2020

Tim gabungan Polda Kaltim bersama Polresta Samarinda dan Intel Resmob Polda Kaltim menggagalkan peredaran 3,7 kilogram sabu-sabu asal Tawau, Malaysia. Tahang Tenri dibekuk di Jalan Kerukunan, RT 31, Kelurahan Sempaja Selatan saat sedang menakar sabu-sabu di rumahnya. Lantaran melawan dan berusaha kabur, polisi terpaksa menembak mati karena membahayakan nyawa petugas.

 

Sumber: Bank Data Kaltim Post


BACA JUGA

Sabtu, 22 Februari 2020 10:20

PGRI dan MPR Minta Mapel Moral Pancasila Dihidupkan Lagi

JAKARTA- Pendidikan Pancasila sudah lama hilang dalam sistem pendidikan nasional…

Jumat, 21 Februari 2020 14:55

Di RUU CLK, Pesangon Masih Jadi Perdebatan

JAKARTA– Pesangon dan upah minimum  (UP) masih jadi perdebatan dalam…

Jumat, 21 Februari 2020 14:49

Beach Club Pemilik Lab Daur Ulang Sampah, Hasilkan Kotak Sabun, Lilin, serta Batu Bata

Banyak beach club di Bali. Namun, baru Potato Head yang…

Jumat, 21 Februari 2020 14:46

Imbas Tol, Permukiman Banjir Lumpur

BALIKPAPAN – Proyek pembangunan tol Balikpapan – Samarinda (Balsam) di…

Jumat, 21 Februari 2020 14:37

RUU Ciptaker Rawan Konflik Agraria, Masyarakat Rawan Kehilangan Tanah Atas Nama Bisnis

JAKARTA---Kesulitan pengadaan tanah adalah salah satu dasar dari dibuatnya UU…

Jumat, 21 Februari 2020 14:36

Komponen Cadangan TNI dari Masyarakat Sipil

JAKARTA– Kementerian Pertahanan (Kemhan) segera merealisasikan pembentukan komponen cadangan atau…

Jumat, 21 Februari 2020 14:36

Komponen Cadangan TNI dari Masyarakat Sipil

JAKARTA– Kementerian Pertahanan (Kemhan) segera merealisasikan pembentukan komponen cadangan atau…

Jumat, 21 Februari 2020 14:22

Pengakuan Tersangka Suap, Pejabat Tak Diberi Uang, Proyek Bakal “Diganggu”

SAMARINDA–Hartoyo tak menyangka akan besaran tuntutan yang dilayangkan komisi antirasuah…

Jumat, 21 Februari 2020 14:21

Bisik-Bisik Mainkan Syarat Lelang

PRAKTIK persekongkolan dalam tender pemerintah sebenarnya bisa dibongkar. Peserta lelang…

Jumat, 21 Februari 2020 14:19

Setelah Minum Teh, Anak Dihabisi Ibu Tiri

SANGATTA-Nasi sudah jadi bubur. Bunga --bukan nama sebenarnya-- harus menghadap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers