MANAGED BY:
SABTU
22 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 10 Januari 2020 11:58
Saiful Ilah Tersandung Suap Rp 550 Juta
Praktek Suap Dibocorkan Orang Dalam
Bupati Sidoarjo Saiful mengunakan rompi orange menuju mobil tahanan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (9/1). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

PROKAL.CO, JAKARTA– Saiful Ilah harus melepas jabatannya sebagai bupati Sidoarjo lebih cepat. Dia dipastikan akan dinonaktifkan seiring dengan penetapan tersangka dirinya oleh Komisi Pem- berantasan Korupsi (KPK) kemarin.

Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah resmi ditahan oleh Komisi Pemberantan Korupsi (KPK) pada Kamis (9/1) dini hari. Penahanan terhadap Saiful dilakukan setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka bersama lima orang lainnya saat terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

Saiful nampak menggunakan rompi oranye dan tangan diborgol saat keluar dari Gedung KPK sekitar pukul 03.19 WIB. Kepada awak media, Saiful melontarkan permintaan maafnya kepada warga Sidoarjo. “Saya enggak salah, saya meminta maaf kepada warga Sidoarjo,” singkat Saiful saat memasuki mobil tahanan KPK.

Untuk diketahui, KPK menetapkan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah sebagai tersangka penerima suap terkait proyek infrastruktur. Lembaga antirasuah pun turut menyita uang sebesar Rp 1,8 miliar saat mengamankan Saiful dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Selasa (7/1) malam.

Saiful ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penerimaan suap empat proyek infrastruktur di Kota Delta. Berdasar temuan KPK, bupati Sidoarjo dua periode itu menerima uang Rp 550 juta. Uang suap tersebut diberikan dua kali.

Selain Saiful, lima orang lain juga ditetapkan sebagai tersangka. Tiga orang berasal dari lingkungan pemkab. Mereka adalah Sunarti Setyaningsih  (kepala dinas pekerjaan umum, bina marga, dan sumber daya air), Judi Tetrahastoto (pejabat pembuat komitmen dinas PUBMSDA), serta Sanadjihitu Sangadji (Kabag unit layanan pengadaan). Dua lainnya adalah kontraktor, yaitu Ibnu Ghofur dan Totok Sumedi.

Komisioner KPK Alexander Marwata menuturkan, total ada empat proyek yang masuk dalam penyidikan KPK. Yakni, proyek pembangunan wisma atlet, pembangunan Pasar Porong, proyek jalan Candi–Prasung, serta peningkatan Afvoer Karang Pucang, Desa Pagerwojo, Kecamatan Buduran.

Dia menyebutkan, infrastruktur masih menjadi lahan basah tindak pidana korupsi. Ditambah, Saiful telah dua periode menjabat bupati. ’’Apakah pada sebelum-sebelumnya bupati itu juga men- dapat fee, nanti kami dalami,’’ tegasnya di gedung KPK tadi malam.

KPK juga akan mendalami ke mungkinan untuk menerapkan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU). ’’Sementara ini belum sampai TPPU. Tapi, tidak menutup kemungkinan, dilihat dari harta kekayaan jika tidak sesuai, kami akan menerapkan TPPU,’’ katanya.

Setelah menjalani pemeriksaan di KPK, Saiful Ilah bersama lima tersangka lain ditahan. Saiful ditangkap tim penindakan KPK di Pendapa Delta Wibawa Sidoarjo, Selasa (7/1). KPK menangkap Saiful bersama ajudannya, Budiman. Satu tas ransel berisi uang pecahan Rp 100 ribu se jumlah total Rp 350 juta diamankan.

Saat itu KPK juga membawa beberapa orang lain ke Mapolda Jatim untuk menjalani pemeriksaan. Dari lingkungan Pemkab Sidoarjo, ada nama Sunarti Setyaningsih, Judi Tetrahastoto, dan Novianto (Kasubbag protokol).

Kemudian, dari pihak swasta, ada Ibnu Ghofur, Totok Sumedi, dan Iwan. Ada pula dua staf Ibnu, yakni Siti Nur Findiyah dan Suparni. ’’IGR (Ibnu) adalah salah satu kontraktor yang mengikuti pengadaan proyek-proyek tersebut,’’ ungkap Alexander.

Dari penyidikan, Ibnu diketahui meminta kepada Saiful untuk memenangkan proyek infrastruktur di Sidoarjo. Khususnya, pembangunan jalan Candi- Prasung. Hingga kemudian diketahui, akhirnya, Ibnu mendapat kan empat proyek yang menjadi kasus yang saat ini disidik KPK.

Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan uang Rp 1,8 miliar. Perinciannya, Rp 350 juta diamankan bersama Saiful Rp 225 juta dari Kadis PUBMSDA Rp 229,3 juta dari pejabat pembuat komitmen serta Rp 750 juta dari staf Ibnu.

Alexander Marwata menjelaskan, pihaknya menyelidiki kasus dugaan penerimaan suap tersebut berdasar keterangan dari informan. ’’Informan itu adalah orang dalam sendiri di kabupaten dan kami komunikasi dengan informan tersebut,’’ ujarnya. Proses penyelidikan berlangsung lebih dari enam bulan, bahkan hampir setahun.

Selama penyelidikan, tim KPK memantau Saiful. Termasuk saat dia berkunjung ke Padang beberapa waktu lalu. ’’Kami ikuti sampai ke Surabaya. Satu pesawat bahkan, kami ikut,’’ lanjutnya.

Selain dari informan, informasi diperoleh dari percakapan yang bersangkutan. Dari berbagai informasi itulah, KPK mendapatkan kepastian bahwa akan ada transaksi. Bakal ada pemberian uang terkait pelaksanaan proyek-proyek di Kabupaten Sidoarjo.

Alex yakin penyidikan akan berkembang. Sebab, umumnya, ketika pengusaha memberikan uang, bahkan ULP juga menerima. Artinya, memang ada pengaturan lelang. Ketika diatur, lelang itu sudah bisa dipastikan tidak berjalan dengan fair.

 Sprindik untuk Saiful ditandatangani pimpinan KPK lama menjelang masa jabatan berakhir. Ka rena masa berlakunya satu bulan, sprindik itu tidak kedaluwarsa. Saat hendak dibawa ke Jakarta setelah menjalani pemeriksaan di Mapolda Jatim kemarin pagi, Saiful Ilah memilih menghindari pertanyaan seputar penangkapannya. Dia mengaku tidak tahu soal kasus yang membuatnya terjaring OTT KPK. ”Sehat. Aku dewe gak eruh kok (Saya sendiri tidak tahu kok, Red)” katanya.

Pria 70 tahun itu sebelumnya diperiksa delapan jam di Subdit III Ditreskrimsus Polda Jatim. Saiful hanya melambaikan tangan dan botol minum yang dipegangnya saat berjalan masuk ke bus.

Selain Saiful, tampak lima orang lainnya. Mereka menutupi wajah dengan tangan. Mereka antara lain adalah Budiman selaku ajudan protokoler Diskominfo Sidoarjo dan R Novianto Koesno selaku ajudan bupati. Lalu Ghofur (kontraktor proyek) dan Judi Tetrahastoto. Mereka dibawa ke Jakarta dengan pesawat dari Terminal 2 Juanda.

Mulai Disidik KPK Lama

Menurut informasi yang dihimpun koran ini, penyelidikan dugaan rasuah di Sidoarjo dilakukan sejak pertengahan tahun lalu. Rangkaian prosesnya, termasuk penyadapan, dimulai pada era pimpinan KPK Agus Rahardjo cs. Belum ada dewan pengawas (de was) yang memberikan rekomendasi penyadapan sebagaima na diatur dalam UU KPK hasil revisi.

Komisioner KPK Alexander Marwata mengakui bahwa OTT perdana di awal tahun itu belum melalui persetujuan dewas untuk penyadapannya. ”Penyadapannya sebelum pelantikan dewan pe- ngawas. Informasinya yang sebelumnya sudah lama,” jelasnya ketika ditemui saat berkunjung ke Kejaksaan Agung kemarin. Anggota Dewan Pengawas (Dewas) KPK Harjono membenarkan bahwa tidak ada permintaan izin penyadapan maupun OTT dalam kasus bupati Sidoarjo.

Kendati demikian, dewas tak mempersalahkan karena kasus itu diselidiki sejak era kepemimpinan KPK sebelumnya. ’’Tidak (ada izin ke dewas). Sebab, itu  (penyadapan, Red) masih berlaku aturan lama,’’ tutur Harjono kepada Jawa Pos kemarin.

Agus Rahardjo, mantan ketua KPK, juga menegaskan bahwa kasus tersebut ditangani sejak dirinya duduk sebagai pimpinan KPK. ’’Sprinlid (surat perintah penyelidikan) dan spindap (surat perintah penyadapan) sudah agak lama, sebelum kami pensiun. Sudah nggak ingat tanggalnya, tapi betul saat masih (berlaku) UU 30/2002,’’ jelasnya.

Sementara itu, Menko Polhukam Mahfud MD menyatakan, OTT terhadap bupati Sidoarjo mem buktikan bahwa UU KPK yang baru tidak lantas melemahkan penindakan terhadap koruptor. ”Berarti tidak ada yang berubah drastis dari berlakunya UU itu,” katanya.

Pengganti Saiful Ilah

Sementara itu, Plt Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Akmal Malik menyatakan, pihaknya me nyerahkan sepenuhnya kasus bupati Sidoarjo kepada penegak hukum. Pihaknya sudah terlam- pau sering mengingatkan kepala daerah untuk menjauhi area rawan korupsi.

Pada prinsipnya, lanjut Akmal, tugas Kemendagri saat ini ialah memastikan tidak ada kekosongan kepemimpinan di Sidoarjo. Pihaknya masih menunggu kejelasan status Saiful Ilah. Prosedurnya, ketika tidak bisa melaksanakan tugasnya karena ditahan penegak hukum, seorang kepala daerah akan dinonaktifkan.

Begitu pula halnya dalam kasus Saiful. Bila Saiful pada akhirnya mengenakan rompi oranye, pihaknya akan langsung menonaktifkan dia sebagai bupati. ”Lalu kami langsung tunjuk wakil bupati Sidoarjo sebagai Plt,” lanjutnya. (den/deb/syn/far/riq/byu/may/oby/c5/c10/c9/fal)


BACA JUGA

Sabtu, 22 Februari 2020 10:45

YAELLAAA...!! Desember, Kunjungan Wisatawan di Kaltim Hanya 62 Orang

SAMARINDA – Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat kunjungan wisatawan…

Sabtu, 22 Februari 2020 10:20

PGRI dan MPR Minta Mapel Moral Pancasila Dihidupkan Lagi

JAKARTA- Pendidikan Pancasila sudah lama hilang dalam sistem pendidikan nasional…

Jumat, 21 Februari 2020 14:55

Di RUU CLK, Pesangon Masih Jadi Perdebatan

JAKARTA– Pesangon dan upah minimum  (UP) masih jadi perdebatan dalam…

Jumat, 21 Februari 2020 14:49

Beach Club Pemilik Lab Daur Ulang Sampah, Hasilkan Kotak Sabun, Lilin, serta Batu Bata

Banyak beach club di Bali. Namun, baru Potato Head yang…

Jumat, 21 Februari 2020 14:46

Imbas Tol, Permukiman Banjir Lumpur

BALIKPAPAN – Proyek pembangunan tol Balikpapan – Samarinda (Balsam) di…

Jumat, 21 Februari 2020 14:37

RUU Ciptaker Rawan Konflik Agraria, Masyarakat Rawan Kehilangan Tanah Atas Nama Bisnis

JAKARTA---Kesulitan pengadaan tanah adalah salah satu dasar dari dibuatnya UU…

Jumat, 21 Februari 2020 14:36

Komponen Cadangan TNI dari Masyarakat Sipil

JAKARTA– Kementerian Pertahanan (Kemhan) segera merealisasikan pembentukan komponen cadangan atau…

Jumat, 21 Februari 2020 14:36

Komponen Cadangan TNI dari Masyarakat Sipil

JAKARTA– Kementerian Pertahanan (Kemhan) segera merealisasikan pembentukan komponen cadangan atau…

Jumat, 21 Februari 2020 14:22

Pengakuan Tersangka Suap, Pejabat Tak Diberi Uang, Proyek Bakal “Diganggu”

SAMARINDA–Hartoyo tak menyangka akan besaran tuntutan yang dilayangkan komisi antirasuah…

Jumat, 21 Februari 2020 14:21

Bisik-Bisik Mainkan Syarat Lelang

PRAKTIK persekongkolan dalam tender pemerintah sebenarnya bisa dibongkar. Peserta lelang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers