MANAGED BY:
SELASA
25 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Selasa, 07 Januari 2020 09:21
Macet di Jalan Ini Bakal Terus Terjadi, Ini Hambatannya ...
ANTREAN KENDARAAN: Jalan Ir Juanda sudah menjadi langganan kepadatan kendaraan pada jam-jam tertentu, belum ada solusi jitu untuk memperlancar arus lalu lintas di sana. RAMA SIHOTANG/KP

PROKAL.CO, Pertumbuhan kendaraan tidak bisa dihentikan. Hingga kini, dampak peningkatan jumlah kendaraan membuat terjadinya penumpukan di beberapa persimpangan. Pengaturan waktu di traffic light perlu terus dipantau. Sedang opsi-opsi lain sangat sulit diterapkan.

 

SAMARINDA–Pengaturan lalu lintas (lalin) yang efektif mesti segera ditangani. Meskipun, hanya terjadi saat jam dan hari tertentu saja. Dinas Perhubungan tak boleh tinggal diam soal kemacetan yang terus jadi tontonan.

Selain itu, banyaknya roda dua yang bandel mengebiri hak-hak pejalan kaki demi “cepat” sampai tujuan. Sebut saja, simpang empat Jalan P Antasari, Jalan Ir Juanda, Jalan MT Haryono, dan Jalan P Suryanata, Jalan Letjen Suprapto (eks Pembangunan) menuju flyover, Jalan P Antasari, dan yang terus menjadi sorotan karena kompleksnya permasalahan yaitu Jalan Otto Iskandardinata (Otista), Sungai Dama.

Banyak opsi yang terus diucapkan. Namun, lantaran permasalahan anggaran yang menjadi penghalang. “Saat ini, kami lakukan perbaikan U turn di Jalan M Yamin hingga Jalan Wahid Hasim,” ujar Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Samarinda Hari Prabowo.

Jalan yang berjarak 3 kilometer tersebut dikatakannya sebanyak 12 U turn. Kini, setelah dilakukan skema rekayasa lalin ada tiga lokasi yang harus ditutup karena alasan keselamatan dan mengurangi penumpukan di setiap U turn.

Selanjutnya, progres penutupan U turn akan mengarah ke Jalan Letjen Suprapto (eks Pembangunan) menuju flyover tepatnya depan Jalan Lai dan Jalan Sawo. “Di sana sering terjadi kemacetan karena banyaknya kendaraan yang tak ingin lewat lampu merah Lembuswana,” ucapnya

Sementara itu, permasalahan penumpukan kendaraan juga terjadi di setiap simpangan. Hari mengatakan, waktu di traffic light dapat diatur dari kantornya menggunakan sistem air traffic controller (ATC). “Kami bisa mengatur kontrol dari ruangan,” ungkapnya.

Sedikitnya 25 titik persimpangan yang dapat diatur. Namun, Hari juga mengutarakan, sampai saat ini hanya 8 titik traffic light yang bisa diatur. “Sisanya banyak yang rusak, harus ada peremajaan,” terangnya.

Dia menambahkan, saat ini, permasalahan lalu lintas belum menjadi prioritas utama sehingga anggaran yang mereka dapat tidak dapat memperbaiki rambu. “Anggarannya enggak ada, kami sudah ajukan setiap tahun,” tuturnya.

Hari mengakui, rencana untuk pemecahan kemacetan sudah ada sejak 2011. Namun, yang menjadi hambatan yaitu anggaran yang tersedia tidak mencukupi. Selain itu, koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) tidak terlaksana dengan mulus. “Harus ada yang menjadi koordinator sehingga OPD bisa bekerja sama untuk menyelesaikan masalah kemacetan,” tutupnya. (*/eza/dns/k8)


BACA JUGA

Selasa, 04 Februari 2020 12:04

Kritik Kota lewat Lirik Rap, Wajah Samarinda dari Lagu “Samar Indah"

Hanya di Samarinda kita bisa hidup sama rendah Nikmati tepian…

Selasa, 04 Februari 2020 12:03

Berkas Pasar Baqa Dilimpah, Rabu, Sidang Perdana

SAMARINDA-Berkas dugaan korupsi tiga tersangka Pasar Baqa sudah digulirkan Korps…

Selasa, 04 Februari 2020 12:01

Terima Paket Ganja 2,5 Kilo, Mahasiswi Ini Mengaku Cuma Diupah Rp 300 Ribu

SAMARINDA - Tersangka inisial IT yang menerima paket 2,5 kilogram…

Selasa, 04 Februari 2020 12:00

Merasa Dipalak Ketika Berkendara di Samarinda? Dua Pria Ini Mungkin Pelakunya

SAMARINDA - Tim Macan Borneo Satreskrim Polres Samarinda akhirnya meringkus…

Selasa, 04 Februari 2020 11:59

Hanya Sakit Demam, RS AWS Bantah Merawat 1 Pasien Terkena Corona Virus

SAMARINDA - Rumah Sakit AW Sjahranie (RS AWS) Samarinda membantah…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:48

Pengedar Sabu Berbahan Tawas Ditangkap

SAMARINDA-Banyaknya pemakai narkoba jenis sabu rupanya menjadi peluang bagi Kene…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:10

Begini Kondisi Terakhir Sopir Truk yang Sebabkan 4 Nyawa Melayang di Gunung Manggah Itu...

SAMARINDA- Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) Polresta Samarinda, pada Kamis…

Sabtu, 01 Februari 2020 09:05

Jalin Kerjasama dengan Rumah Sakit, Poltekkes “Nyebrang” ke Malaysia

SAMARINDA-Terus melebarkan sayap, kini Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes)…

Jumat, 31 Januari 2020 23:46

Samarinda Masih Kekurangan Pengajar

Di Samarinda, ada sekitar 2 ribu guru honorer. Mereka tengah…

Jumat, 31 Januari 2020 23:45

Perlu Waktu Realisasikan DOB Samarinda Seberang

SAMARINDA–Usul menjadikan Samarinda Seberang, Palaran, dan Loa Janan Ilir sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers