MANAGED BY:
SELASA
25 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Selasa, 07 Januari 2020 09:11
Teror Aktivitas Tambang di Kawasan Konservasi Orang Utan, Polisi Segera Tindaklanjuti
TUNGGU APARAT. Tampak aktivitas pertambangan batu bara berdekatan dengan kawasan BOSF.

PROKAL.CO, TENGGARONG- Aktivitas tambang batu bara yang berdekatan dengan kawasan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) turut menjadi perhatian polisi. Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Andika Sena mengatakan, pihaknya segera menindaklanjuti informasi tersebut.

Selain itu, Sena juga mempersilakan masyarakat jika mengetahui adanya aktivitas pertambangan yang diduga illegal. Terkait aktivitas tambang di kawasan BOSF tersebut, pihaknya masih mengumpulkan informasi dan segera mengerahkan anggotanya untuk memastikan legalitas tambang tersebut.

“Kita sangat terbuka sekali. Jika ada informasi, siap kami tindaklanjuti. Apalagi jika aktivitas tambang yang tidak memiliki izin yang sah. Makanya harus dipastikan dulu dengan instansi teknis terkait. Seperti Dinas ESDM,” ujarnya.

Sementara itu, ia membenarkan jika pihaknya kerap mendapat informasi adanya aktivitas tambang ilegal. Hanya saja kata dia, untuk memastikan aktivitas pertambangan illegal tersebut,  penanganannya harus melibatkan banyak pihak. Termasuk juga upaya pencegahannya, yang harus dilakukan secara terus-menerus.

“Segera kita turunkan tim ke lokasi. Selama ini memang sering kucing-kucingan,” tutupnya.

Sementara itu, Dinamisator Jaringan Advokasi Tambang  (Jatam) Kaltim Pradarma Rupang menyebut belum ada efek jera terhadap para pengusaha tambang ilegal. Termasuk kata dia, perkembangan penyelesaian khasus pertambangan, selama ini tidak banyak diketahui oleh publik.

“Harusnya ada efek jera, supaya aktivitas tambang yang menyalahi ketentuan bisa benar-benar ditindak. Jadi tidak terkesan dibiarkan,” ujar Rupang.

Sebelumnya diwartakan, Kawasan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) di Samboja, Kutai Kartanegara (Kukar), kembali terancam aktivitas tambang. Jarak yang diperkirakan kurang dari 500 meter itu, berpotensi munculnya sedimentasi akibat erosi pada tanah.

Dari pantauan Kaltim Post pada pekan lalu, aktivitas lalu-lalang truk pengangkut batu bara tak sulit ditemui. Terlihat truk bermuatan emas hitam keluar dari lokasi pengerukan batu bara. Lokasinya di belakang kawasan kandang ayam yang disebut-sebut sudah tak lagi ada aktivitas.

Pengangkutan batu bara dilakukan siang hari bolong. Dengan menggunakan kamera drone, media ini memantau lokasi yang disinyalir menjadi titik pertambangan. Belum diketahui pasti, pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas penambangan tersebut. Hanya saja, sejumlah karyawan atau pekerja di lokasi tampak tak menggunakan safety layaknya perusahaan tambang pada umumnya.

Juga terlihat alat berat berupa ekskavator yang mengeruk lalu memindahkan batu bara ke dalam truk. Ditetapkannya Samboja sebagai salah satu lokasi Ibu Kota Negara (IKN), seolah tak membuat aktivitas pertambangan di dekat BOSF mereda. Hal ini pun seolah membuat preseden buruk, lantaran upaya pemerintah pusat menjadiIKN dengan tema Hutan Kota tak diindahkan para pengusaha.

Sebelumnya, CEO BOSF Jamartin Sihite mengatakan, tak menampik jika kawasan BOSF kini berdekatan dengan aktivitas pertambangan. Pihaknya pun tak bisa berbuat apa-apa lantaran, lokasinya masih di luar BOSF. Hanya saja, jaraknya ada yang kurang dari 500 meter.

Ia juga mempertanyakan tanggung jawab dampak lingkungan akibat aktivitas tambang tersebut. “Harapannya bisa semakin diminimalisir dampaknya. Karena saat ramai-ramainya tambang di Samboja, bisa banjir,” ujar pria yang akrab disama Martin itu.

Terlebih lagi lanjut dia, jarak aktivitas tambang dengan BOSF sekitar 300 hingga 400 meter di kawasan Kelurahan Margomulyo. Aktivitas tambang tersebut beririsan dengan wilayah hutan buffer zone, yang saat ini menyangga polusi suara. (qi)


BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 11:38

Jual Sarang Burung Curian ke Teman Korban, Ya Ketahuan Lah...

TENGGARONG - Bukannya meraup untung dari hasil pencurian sarang burung…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:37

Menurut Pengamat, Bupati Edi Punya Hak Penuh Menentukan Cabup Disisa Jabatan

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah sudah menentukan dua figur…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:33

WAHAI PEMUDA..!! Ayok Daftar Jadi Prajurit TNI

TANA PASER - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat ( TNI…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:31

Sudah 436 ABK Tiongkok Tiba di Pelabuhan Pondong, KKP Pastikan Semuanya Bebas Corona

TANA PASER - Vitalnya penyebaran virus corona yang berasa dari…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:06

Kapal Terbalik Dihantam Ombak, Sohang Hilang

Seorang warga Kelurahan Muara Kembang bernama Sohang, dilaporkan tenggelam di…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Sabu Dikemas Bersama Ikan Asin

TENGGARONG–Sepandai-pandainya tupai melompat akan jatuh juga. Pepatah tersebut tepat disematkan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Kerajinan Tumpar Makin Berkembang

Dekranasda Kubar mendorong para perajin untuk meningkatkan kualitas produk dengan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:01

Akhir Bulan, DPA Harus Sudah Terkirim

SANGATTA - Batas waktu penyerahan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) pada…

Jumat, 31 Januari 2020 14:00

RS SOHC Sangatta Bantah Adanya Pasien Corona

SANGATTA - Rumah Sakit Medika Sangatta atau lebih dikenal SOHC…

Kamis, 30 Januari 2020 15:05

PDAM Danum Taka Jadi Perumda, Tarif Rumah Ibadah Dapat Subsidi Silang

PENAJAM - Transformasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Danum Taka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers