PROKAL.CO,
SAMARINDA - Kalimantan Timur khususnya kota Samarinda yang rawan tergenang banjir, akan menghadapi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan, pada 5 sampai 8 Januari 2020.
"Kita di wilayah Samarinda patut waspada, karena intensitas hujan sedang atau lebat yang terjadi akan terjadi genangan (banjir). Sekarang, intensitas hujan meningkat daripada biasanya," ujar Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Samarinda, Riza Arian Noor, Senin (6/1/2020).
Riza menambahkan rilis BMKG pusat menyebut Kaltim masuk wilayah terjadinya cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai. Sehingga, perlunya masyarakat dan pemerintah bersiap diri untuk antisipasi bila terjadi bencana.
"Satu minggu ke depan patut waspada. Tak hanya hujan lebat 2 sampai 3 jam saja diwaspadai. Hujan yang turun berturut-turut 2 sampai 3 hari harus juga diwaspadai. Bagaimana langkah antisipasinya (ketika terjadi banjir) misalnya menyelamatkan harta benda," jelas Riza.
Rilis BMKG menyebut hasil analisis kondisi dinamika atmosfer terkini menunjukkan masih adanya potensi hujan lebat di beberapa wilayah Indonesia untuk sepekan kedepan.
Berkurangnya pola tekanan rendah di Belahan Bumi Utara (BBU) dan meningkatnya pola Tekanan Rendah di wilayah Belahan Bumi Selatan (BBS) mengindikasikan terjadinya peningkatan aktifitas Monsun Asia yang dapat menyebabkan penambahan massa udara basah di wilayah Indonesia.