MANAGED BY:
MINGGU
24 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Senin, 06 Januari 2020 09:59
Kecantol Sepeda Ontel
MERASA TERPANGGIL: Rory merasa dia dan kumpulan sepeda ontelnya itu seperti berjodoh. Kerap kali dia merasa terpanggil untuk membawa beberapa sepeda ontel yang dijual ke rumah.

PROKAL.CO,

Barang antik biasanya meninggalkan kesan tersendiri. Termakan usia, barang tersebut pasti memiliki nilai historis yang harus dijaga. Sebut saja kendaraan yang punya peran penting di zaman dulu, sepeda. Sering dipakai orang-orang berada di zamannya. Rory Roihan Al Maududi salah satu yang jatuh cinta dengan sepeda ontel.

DI pekarangan rumah sederhananya, terlihat berbagai sepeda kuno. Dari desainnya saja sudah bisa ditebak jika usia sepeda tersebut menginjak angka puluhan tahun. Rory Roihan Al Maududi menyambut ramah. Dia menunjuk ke salah satu sepeda yang jadi favoritnya. Sebuah radio kuno turut terpasang di sana.

Kesukaannya terhadap sepeda ontel bermula pada 2008. Rory mengenal sepeda kuno karena pernah dipinjamkan salah seorang teman. Temannya pun turut mengajak Rory berkeliling mengayuh sepeda bersama penikmat sepeda ontel lain. Saat itu, dia tak pikir dua kali. Sekadar ikut, pikirnya. Walhasil, Rory jadi lebih tertarik dan memutuskan langsung membeli sepeda sendiri.

“Dulu itu ada yang jual di Jalan Biawan dan saya dapat sepeda Fongers seharga Rp 310 ribu. Keluaran 1956. Malah, saya dulunya lebih suka koleksi motor kuno. Namun, karena jenuh, akhirnya cari alternatif lain. Sepeda ontel ini yang bikin saya sreg,” ungkap Rory.

Pada dasarnya, Rory mengaku senang dengan barang antik seperti televisi atau radio klasik. Terlepas dari itu, dirinya memang kerap dipenuhi rasa penasaran. Bahkan sampai membaca literatur tentang sepeda lawas. Dari situ dia mulai tahu perihal jenis dan bentuk sepeda. Setelah membeli sepeda pertama, Rory mulai memburu yang lain satu per satu. Terkumpul banyak saat sekitar 2015.

Ada yang dia dapatkan di Samarinda, ada pula di Pulau Jawa karena lebih variatif pilihannya. Sejauh ini, ada tujuh sepeda kepunyaan Rory. Selain Fongers keluaran 1956, ada pula sepeda Simplex untuk perempuan yang dia dapat seharga Rp 1,8 juta keluaran 1947, Fongers PFG sebesar Rp 1 juta, dua unit Festing yang masing-masing seharga Rp 500 ribu, serta Raleigh seharga Rp 500 ribu sekitar 1940–1950an. Seiring berjalannya waktu, mungkin saat ini harga sudah melambung naik.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 18 Januari 2021 11:12

Ahmad & Tika, Berkah Usaha Rumahan

Variasi makanan semakin berkembang. Termasuk olahan frozen food aneka macam.…

Senin, 18 Januari 2021 11:11

Tak Ingin Kecewakan Konsumen

MESKI dipegang baru hitungan bulan oleh pasangan Tika dan Ahmad,…

Senin, 18 Januari 2021 10:55

Tetap Fokus Jalankan Tugas

SEBAGAI bagian pendongkrak wisata, sektor yang kini sangat ambruk karena…

Senin, 18 Januari 2021 10:54

Berkreasi lewat Film Pendek

ANJURAN pemerintah yang mengimbau lebih baik berada di rumah, membuat…

Rabu, 13 Januari 2021 12:47

Ini Tips Menghilangkan Perut Buncit

CARA mengecilkan perut buncit yang diklaim efektif, salah satunya dengan mengonsumsi…

Senin, 11 Januari 2021 13:08

Hendra Daryanto, Buah Usaha dan Ketekunan

Berangkat dari keluarga sederhana, Hendra sadar bahwa hidup adalah perjuangan.…

Senin, 11 Januari 2021 13:07

Wariskan Ilmu Dagang ke Anak

PEPATAH buah jatuh tak jauh dari pohonnya cocok dengan kisah…

Senin, 11 Januari 2021 13:00

“Senang Bantu Usaha Teman”

PROTOKOL ketat di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), banyak…

Senin, 11 Januari 2021 11:05

Cara Membiakkan Caladium dengan Teknik Sungkup

Tren tanaman hias terus berkembang. Saat ini Caladium atau keladi sedang naik…

Senin, 11 Januari 2021 10:17

Teh Menu yang Wajib Disajikan

MENU minuman yang mudah ditemukan adalah teh hangat atau es…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers