MANAGED BY:
RABU
05 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Senin, 06 Januari 2020 09:58
Sudah Biasa Dianggap Orang Gila
DIANGGAP GILA: Beberapa orang menganggap Rory gila dengan hobinya yang suka sepeda ontel. Dia sudah biasa, tak pernah mau ambil pusing selagi tak menyusahkan orang lain.

PROKAL.CO,

TAK semua orang suka mengoleksi sepeda ontel. Rory Roihan Al Maududi merasa, hobinya ini agaknya memang membuat seseorang sedikit berbeda dibanding yang lain. Padahal kalau dia mau, sepeda yang lebih modern juga tak kalah menarik. Namun, hatinya jatuh pada sepeda ontel. Dia menyebut jika sudah sering dicap atau dianggap orang gila karena hobinya yang terkesan mengoleksi barang bekas.

“Saya sudah biasa kalau dianggap gila. Enggak pernah tersinggung juga. Bagi saya, selama enggak mengganggu kehidupan orang lain, ya bukan masalah. Lain hal kalau hobi saya ini mengganggu hidup mereka. Ini kan enggak,” ucap Rory ditemui di kediamannya, di bilangan Kemakmuran Samarinda.

Hal tersedih baginya adalah saat terjadi kerusakan. Harap maklum, usia sepeda sudah puluhan tahun. Tak bisa berharap lebih jika semuanya memiliki kondisi prima. Satu-satunya cara dengan terus merawat dan memastikan sepeda masih berfungsi. Bagian yang paling sering rusak biasanya ban atau pedal. Untungnya Rory sudah biasa dan punya keahlian memperbaiki.

“Kalau sekarang untuk pilihan warna ban hanya ada hitam. Dulu lebih beragam. Ada putih atau cokelat. Seandainya masih ada pun harganya lumayan, sepasang bisa sekitar Rp 300 ribu. Misalkan saya mau warna lain, harus pesan online di Jawa,” paparnya. Biasanya kalau sepeda sudah rusak, Rory pusing memikirkan cara mencari barang pengganti. Persediaan terbatas jadi pemicu.

Mengoleksi ontel semacam ada kebahagiaan batin. Tak kalah penting, relasi atau teman yang sudah dianggap saudara pun bertambah karena Rory bergaul dengan sesama pencinta sepeda ontel. Bahkan ke beberapa daerah lain di Kaltim.

“Jika ingin mengoleksi juga, paling penting itu harus teliti dan punya kesabaran. Barang tua itu enggak boleh dipakai sembarangan, jangan kasar. Kalau rusak juga perbaikinya harus sabar. Sebab, enggak semudah memperbaiki sepeda baru modern. Sepeda tua itu bautnya ganjil,” jelas Rory serius.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 03 Agustus 2020 11:47

Dilema Belajar Online, Guru dan Orangtua Dituntut Saling Sesuaikan Kondisi

Pandemi virus corona memaksa masyarakat beraktivitas lain dari biasanya. Imbauan…

Senin, 03 Agustus 2020 11:46

Tatap Muka Hanya untuk Zona Hijau

SURAT keputusan bersama dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian…

Senin, 03 Agustus 2020 11:45
Daring Tak Efektif, Guru Harus Kreatif

Dulu Guru Sabar dengan Anaknya, Sekarang Sabar dengan Orangtuanya

SEJAK Maret, semua sekolah diimbau untuk melakukan kegiatan belajar dari…

Senin, 03 Agustus 2020 11:43

Belajar Daring, Terapkan Disiplin Tanpa Paksaan

METODE belajar paling efektif pada dasarnya adalah tatap muka. Sebab,…

Selasa, 28 Juli 2020 09:37

Ini Dia, Menu Diet yang Tepat Selama Pandemi Covid-19

Makanan bergizi harus menjadi yang utama untuk meningkatkan imun tubuh…

Selasa, 28 Juli 2020 09:34

Kayu Manis Mampu Mencegah Diabetes Tipe 2

 Kayu manis telah lama dipercaya memiliki manfaat untuk kesehatan. Dalam…

Senin, 20 Juli 2020 10:36

Waspada Gangguan Kulit yang Tak Bisa Sembuh

SEAKAN tidak peduli, masyarakat kerap saja percaya dengan kosmetik ilegal.…

Senin, 20 Juli 2020 10:30

Ada Izin Edar, Bikin Tenang Berjualan

PADA 2013, Ria Rahim sudah bisa meracik losion handbody. Sebagai…

Senin, 20 Juli 2020 10:14

Creamy Avokad dan Kopi Bertemu, Jadi Begini Nikmatnya...

TAK semua buah cocok bersanding dengan pahitnya kopi. Nah, buah…

Senin, 20 Juli 2020 10:13

Shawarma dengan Cita Rasa Khas

Tampil beda dengan hidangan khas hotel. Kebab atau shawarma dari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers