MANAGED BY:
SELASA
25 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

BALIKPAPAN

Senin, 06 Januari 2020 09:19
Pembunuh Marco Batal Banding
Indra Gunawan

PROKAL.CO, DUA terdakwa, yakni Surya dan Maulana, terbukti melakukan pembunuhan terhadap Marco Fernando (31) pada 12 Juni 2019 di depan Paldam VI/Mulawarman, Jalan Soekarno-Hatta, Km 2, Balikpapan Utara. Keduanya divonis 15 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan yang diketuai I Ketut Mardika pada 18 Desember 2019.

Vonis itu lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), yakni 18 tahun. Awalnya kuasa hukum kedua terdakwa mengajukan banding. Belakangan batal. "Benar, awalnya kami banding kemudian kesepakatan keluarga dan terdakwa jadi batal," terang Indra Gunawan, kuasa hukum terdakwa dikonfirmasi Kaltim Post.

JPU Muhammad Mirhan menyebut menerima putusan hakim ketua dengan anggotanya Bambang Setyo dan Pujiono. "Jaksa menolak pledoi kami dengan replik. Kami balas dengan duplik," imbuh Indra.

Kronologis kejadian, terjadi perselisihan hingga korban meninggal setelah dibunuh oleh kedua pelaku. Diketahui, pembunuhan terjadi di Jalan Soekarno-Hatta, Km 2, Balikpapan Utara ini, korban Marco ditemukan tewas dengan sejumlah luka di sekujur tubuh.

Setelah itu, dilakukan penyidikan, pihak kepolisian akhirnya mendapat petunjuk dan langsung mengamankan dua terdakwa. Motif pembunuhan itu adalah dendam. Sebenarnya, korban dan pelaku saling mengenal dan sama-sama bernaung dalam satu komunitas disabilitas tunarungu wicara.

Atas perbuatannya, kedua terdakwa pun didakwakan melanggar Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan subsider Pasal 170 Ayat 2 KUHP tentang penganiayaan bersama-sama yang mengakibatkan meninggal dunia.

Adapun ancaman hukumannya, pidana penjara di atas lima tahun. Dalam perkara ini, penyidik kepolisian menyediakan dua penerjemah bahasa isyarat. Satu dari pihak komunitas tunarungu wicara.

Sementara penerjemah yang kedua dari pihak Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Balikpapan. Penerjemah sengaja dihadirkan lantaran pelaku, korban, serta saksi, memang menyandang tunawicara. (aim/kri/k16)


BACA JUGA

Senin, 24 Februari 2020 14:42

Baru dan Perpanjangan, Bikin SIM Harus Tes Psikologi, Berlaku sejak 1 Maret

BALIKPAPAN – Berbeda dari sebelumnya, saat ini ada persyaratan baru…

Senin, 24 Februari 2020 14:41

Rekrutmen PPPK Masih Tarik-Ulur, Ini Kendalanya

BALIKPAPAN – Pegawai pemerintah dengan perjanjian perja (PPPK) memang masih…

Senin, 24 Februari 2020 14:41

Proyek Amphitheater Tak Selesai, Kontraktor Di-blacklist

BALIKPAPAN - Komisi II DPRD Balikpapan akan mengawal pembangunan amphitheater…

Senin, 24 Februari 2020 14:40

Sinarmas Land Boulevard Diresmikan, Solusi Kemacetan dan Taman Wisata

Bukan cuma diproyeksikan mengurai kemacetan di utara Balikpapan, Sinarmas Land…

Jumat, 21 Februari 2020 14:45

Sepekan, Enam Pengedar Sabu Diringkus

BALIKPAPAN – Seakan tak ada habisnya, kasus peredaran dan penggunaan…

Jumat, 21 Februari 2020 14:44

RSUD Beriman Tambah Unit Kearsipan, Juga Butuh Spesialis Jantung dan Urologi

BALIKPAPAN – Pengembangan dan inovasi layanan terus dilakukan RSUD Beriman.…

Kamis, 20 Februari 2020 12:13

Tahun Ini Giliran Kecamatan Kota, Selatan, dan Timur

BALIKPAPAN--Pencetakan kartu identitas anak (KIA) di sekolah dasar (SD) di…

Rabu, 19 Februari 2020 11:31

PDIP Resmi Usung Duet Rahmad Mas'ud dan Thorari Aziz di Pilkada Balikpapan 2020

SAMARINDA - Dewan Pengurus Pusat (DPP) PDI Perjuangan menyampaikan tahap…

Rabu, 19 Februari 2020 11:23

Begal Bermodal Nilon

BUKANNYA mendapat untung, aksi percobaan begal Andi Idris (18) malah…

Rabu, 19 Februari 2020 11:22

Rp 400 M untuk Proyek DPU, Kerja Mulai April, November Harus Tuntas

Tak ingin terkendala waktu, Dinas PU mempercepat lelang proyek-proyek fisik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers