MANAGED BY:
SENIN
16 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | NASIONAL

LIFESTYLE

Sabtu, 04 Januari 2020 12:57
Kuliner Khas Kutai, Gurih Sedap Gence Ruan Nasi Bekepor
NASI BEKEPOR: Wangi nasi bekepor menguar karena dibungkus daun pisang. Makin wangi sebab dicampur daun kemangi di dalamnya. Tak lupa potongan ikan asin yang menambah tekstur saat makan.

Salah satu kuliner yang populer di Kutai adalah gence ruan. Biasa disajikan dengan nasi bekepor. Aneka rempah berpadu jadi satu sebagai bumbu. Menggunakan ikan gabus atau haruan yang mudah ditemukan di perairan Kalimantan. Mengolahnya sangat simpel. Maka, Swiss-Belhotel Borneo Samarinda ingin lebih memperkenalkan sajian ini kepada masyarakat luas.

 

SENGAJA menghadirkan salah satu kekayaan kuliner Kutai, executive chef Swiss-Belhotel Borneo Samarinda, Mudjianto memilih mengeksplorasi pengolahan ikan haruan atau ikan gabus. Alasan lainnya, gence ruan sudah jadi menu populer yang banyak disukai khalayak. Di samping rasanya yang nikmat, haruan adalah ikan yang menyimpan segudang protein dibanding ikan lain. Beberapa manfaatnya seperti mampu membuat kulit lebih sehat dan khusus ibu hamil, mampu memberi nutrisi pertumbuhan dan baik demi perkembangan bayi.

Soal tekstur, haruan memiliki daging lembut. Mengolahnya pun sama sekali tak rumit. Saat proses awal, ikan harus dibersihkan apalagi haruan hidup di air tawar. Setelah itu, haruan mesti diungkep terlebih dahulu. Agar rasanya makin sedap, digunakan bumbu kuning untuk memberi rasa pada haruan. Selain itu, bumbu kuning turut berfungsi menghilangkan bau amis atau tanah karena mengandung rempah seperti kunyit, jahe, dan bawang putih.

“Proses ungkep tak terlalu memakan waktu lama. Sekitar 10-15 menit sudah cukup. Terlalu lama juga tidak baik,” jelas Mudji saat ditemui awal pekan lalu. Setelah diungkep, proses selanjutnya membakar haruan. Ada satu hal yang perlu diingat dan diperhatikan. Saat membakar, pastikan alat bakarannya cukup panas sebelum digunakan. Kalau tidak, tekstur ikan bakal hancur dan lengket. Bakar sebentar saja demi mendapatkan warna karena haruan sebenarnya sudah matang.

KULINER NUSANTARA: Gence ruan jadi menu favorit masyarakat Kutai. Memasaknya mudah dan tak perlu waktu lama. Dijamin cocok dengan lidah. Makin sedap ditemani carribean punch yang manis nan sehat.

 

Dijelaskan Mudji, bahan membuat gence ruan terdiri dari tomat, bawang merah, dan cabai rawit. Soal sambal itu sesuai selera. Ingin pedas ekstra, tambahkan lebih banyak rawit. Kalau tidak, bisa dipadu dengan cabai merah atau keriting. Sambal harus dimasak agar tidak cepat basi atau berbau langu.

“Selain sambal, ada juga tumis pakis. Buatnya gampang, enggak lama. Pakis salah satu yang mudah didapatkan di sini. Seasoning standar saja seperti garam, merica, dan gula,” imbuh Mudji. Gence ruan disajikan bersama nasi bekepor. Dibungkus daun pisang agar aromanya lebih menguar. Nasi dimasak seperti biasa. Saat matang, aduk bersama daun kemangi dan potongan kecil ikan asin. Itu jadi ciri khasnya.

Walhasil, rasa dari haruan begitu lengkap. Gurih dan empuk. Makin menggugah selera saat dipadu dengan sambal yang pedasnya masih bisa dinikmati. Potongan tomat dan bawang merah di sambal menambah tekstur. Begitu pula nasi bekepor yang unik dengan tambahan ikan asin di dalamnya. Wajib coba untuk penggemar masakan Kutai.

TUMIS PAKIS: Selain simpel, pakis bisa jadi pilihan tepat untuk mendampingi gence ruan. Masaknya simpel, tak perlu waktu lama. Makin melengkapi kuliner khas Kutai ini. (RORO MIRA/PROKAL.CO)

 

Selanjutnya, ada minuman sehat nan manis bernama carribean punch. Kentara dengan warna oranye yang menyegarkan. Diungkapkan Suwanto, assistant and restaurant bar manager, bahan utama minuman tersebut terdiri dari nanas, jeruk, dan soda. Pertama, potongan buah nanas dan jeruk di-blend. Kemudian disaring agar tekstur buah lebih halus. Pindah ke shaker, tambahkan es batu lalu tuang ke gelas bersama soda.

“Selain pakai buah asli, ada juga sirop oranye agar rasanya lebih kaya. Sirop dimasukkan terakhir. Minuman ini kan dasarnya sudah ada dan sedikit modifikasi saja dari kita. Intinya ini sehat dan kaya serat,” pungkas Suwanto. (*/ysm*/rdm)


BACA JUGA

Senin, 16 Mei 2022 12:08

Wangi Strong, Warna Cerah, dan Adaptif, Begini Cara Merawat Mawar Impor

Dikenal sebagai simbol cinta, bunga mawar ternyata punya ratusan spesies.…

Senin, 16 Mei 2022 12:05

5 Mitos Soal Pemakaian Tabir Surya untuk Kulit, Ini Tips Dokter

Sunscreen atau tabir surya merupakan salah satu tahapan skincare yang…

Rabu, 11 Mei 2022 12:00

Begini Cara Ampuh Hilangkan Bau Rokok dalam Kabin Mobil

Bau aroma rokok di dalam kabin, pasti sangat mengganngu. Tak…

Senin, 09 Mei 2022 12:06

Awas Dislipidemia, Kolesterol Akibat Banyak Konsumsi Hidangan Lebaran

Lebaran menjadi momen kemenangan setelah sebulan menahan lapar dan haus.…

Senin, 09 Mei 2022 12:05

5 Cara Ampuh Turunkan Kolesterol Usai Santap Hidangan Lebaran

Hidangan Lebaran yang mengandung santan membuat kolesterol melonjak jika berlebihan…

Sabtu, 30 April 2022 10:44

Atasi Lelah Saat Mudik, Minum Ramuan Herbal Ini untuk Kuatkan Energi

Mudik kembali dibolehkan, setelah sebelumnya dua kali lebaran dilarang karena…

Selasa, 26 April 2022 16:20
Hampers Diminati, Lebih dari Seribu Toples

"Orang Bilang, Kenapa Ngga dari Dulu"

TAHUN lalu, Intan Meista sengaja ikut bazaar di salah satu…

Selasa, 26 April 2022 16:04

Seminggu Awal Puasa Sudah Close Order

AWAL pandemi lalu, membuat Sekar Putri Choirunnisa khawatir akan berimbas…

Selasa, 26 April 2022 16:02

Lia Nurlia, Terbiasa Berwiraswasta

Ketika hijrah ke Samarinda, Lia Nurlia dan sang suami sepakat…

Selasa, 26 April 2022 16:01

Empat Penghargaan Penjualan Online Diraih Lia

DARI 2015 hingga kini merintis usaha camilan, banyak yang sudah…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers