MANAGED BY:
JUMAT
10 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Kamis, 02 Januari 2020 11:24
Kehangatan Malam Silaturahmi KBRI Nur-Sultan di Kazakhstan yang Beku
Karena Sedikit WNI, Semua Jadi Saudara
Warga Indonesia yang berada di Kazakhstan saat bertemu.

PROKAL.CO, Tak banyak warga negara Indonesia (WNI) yang berdiam di Kazakhstan. Karena itu, setiap pertemuan menjelma menjadi semacam pertemuan keluarga. Hangat dan akrab. Berikut laporan DOAN WIDHIANDONO dari Nur-Sultan, Kazakhstan.

 

UDARA Selasa (31/12) malam itu memang membekukan. Suhu ada di angka minus 9 derajat Celsius. Salju turun tipis, tapi tak berhenti sepanjang hari. Di beberapa sudut Rumah Budaya Indonesia Nur-Sultan, Kazakhstan, tumpukan salju sudah lebih tinggi daripada dengkul.

Tapi, kebekuan itu seolah tak bisa memasuki rumah budaya yang terletak satu kompleks dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Nur-Sultan, Kazakhstan, tersebut. Di dalam begitu hangat. Bukan melulu soal suhunya. Tapi juga atmosfernya. Suasananya.

Malam itu KBRI menyelenggarakan Malam Silaturahmi Keluarga Besar KBRI dan WNI di Kazakhstan. Momennya pas dengan pergantian tahun. ”Tapi tidak kami sebut sebagai pesta tahun baru,” kata Dubes RI untuk Kazakhstan dan Tajikistan Rahmat Pramono. ”Tone acaranya harus netral. Haha…,” imbuh lelaki yang sudah 2,5 tahun menjabat tersebut.

Sebagai malam silaturahmi, acara itu memang dikemas seperti sebuah pertemuan keluarga yang kecil. Yang ikut tak sampai 30 orang. Sebagian adalah staf KBRI. Sebagian lagi adalah WNI yang mencari nafkah di negara Asia Tengah tersebut. Meski sedikit, jumlah itu sudah nyaris separo diaspora Indonesia di Kazakhstan. Pramono mencatat bahwa hanya ada 76 WNI yang terdaftar dalam pemilu lalu.

Berdasar catatan sampai September 2018, jumlah WNI di Kazakhstan hanya 86 orang. Mereka adalah 26 orang home staff dan local staff KBRI dan keluarganya, 61 orang TKI dan keluarganya, 16 WNI yang menikah dengan WNI, serta 5 anak dari perkawinan campuran/berkewarganegaraan ganda.

”Enggak banyak. Makanya kenal semua,” ujar mantan Dubes RI untuk ASEAN tersebut. Alumnus Jurusan Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran Bandung itu lantas menyebut beberapa yang tidak hadir. ”Ada dosen yang sedang cuti dan pulang. Ada staf Bank Dunia yang sedang ke Amerika,” ucap duta besar kedua RI untuk Kazakhstan tersebut.

Sebaliknya, Pramono juga hafal orang-orang yang hadir malam itu. ”Ini nih yang paling senior,” ungkapnya seraya menunjuk Nur Jannah. Perempuan asli Banyuwangi, Jawa Timur, tersebut terkikik. ”Sudah sepuluh tahun aku di sini,” kata Nur. Dia sudah bekerja sebagai terapis spa di Kazakhstan sebelum KBRI berdiri pada akhir Desember 2010.

Malam kian hangat saat satu per satu tamu memenuhi ruang utama rumah budaya yang diresmikan pada 29 Agustus 2017 itu. Sebagai sebuah ”pesta”, tentu enggak asyik kalau tidak ada acara happy-happy. Maka, Darmia Dimu, sekretaris kedua KBRI yang menjadi pemandu acara, pun mengumumkan tiga lomba. Lomba mewarnai untuk anak-anak, lomba karaoke yang akhirnya diikuti hampir seluruh peserta acara, dan lomba memasukkan bola pingpong ke dalam gelas. Semacam beer pong. Tapi tentu tanpa bir.

”Ada beberapa kriteria penilaian lomba karaoke. Tinggi rendah suara, irama, ketukan, dan gaya atau gestur,” jelas Darmia, perempuan asal Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, itu. Maka berubahlah para peserta menjadi penyanyi dadakan. Sebisanya.

Sugeng Wahono, minister counselor KBRI, menjadi peserta pertama. Arek Malang, Jawa Timur, tersebut langsung ”menggebrak” dengan lagu sendu milik Ebiet G. Ade: Titip Rindu buat Ayah. Tapi, mesin belum panas. Pada lagu-lagu berikutnya, seluruh peserta baru turut melantai. Terutama saat lagu-lagu yang asyik buat goyang mulai melantun. Misalnya Kiss Me Quick (Elvis Presley), Honky Tonk Women (The Rolling Stones), Lagi Syantik (Siti Badriah), atau kor bareng pada lagu Salah Apa Aku (Ilir 7). Entah apa yang merasukimuuu…

Rahmat Pramono tak mau ketinggalan. Dia melantunkan Yesterday milik The Beatles. Seluruh peserta acara pun ikut bernyanyi dan melambaikan tangan.

Bukan cuma WNI yang ikut bergembira malam itu. Dua perempuan ayu asli Nur-Sultan turut happy. Mereka adalah Tamila Zhumabayeva dan Aiym Yermukhambetova. Bagi mereka, Indonesia memang sudah tak asing. Mereka kerap belajar tari di Rumah Budaya Indonesia Nur-Sultan. Juga belajar angklung. Tamila bahkan pernah menerima beasiswa seni budaya Indonesia (BSBI). Dia pernah belajar di Universitas Gunadarma Jakarta dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jogja.

”This is my second home. Indonesia sangat ramah,” timpal Aiym yang malam itu melantunkan Shape of You milik Ed Sheeran dengan sangat apik. Gadis kelahiran 1999 tersebut berharap bisa pergi ke Indonesia tahun ini.

Menjelang pergantian tahun, seluruh peserta berkumpul di depan televisi yang menunjukkan hitungan mundur. Tepat saat tahun berganti, mereka bersorak. Saling mengucap syukur dan bersalaman. Mereka lantas berbaris dan bergantian bersalaman dengan Rahmat Pramono. Tak ada lagu, tiupan trompet, atau kembang api yang mengiringi. Gantinya adalah lantunan salawat.

Setelah pesta dengan hidangan buah, aneka kue, nasi goreng, ayam goreng, sampai kambing panggang itu, satu per satu diaspora tersebut undur diri. Saat akan pulang, angin khas stepa, padang rumput, begitu kuat. Di atas sana awan menyelimuti langit. Agung Saputra, staf urusan sosial dan budaya, mendongak ke atas. ”Kalau langitnya merah-merah gitu, biasanya mau turun salju. Awalnya saya sampai takut lihat langit malam kok merah,” ungkapnya.

Sekitar pukul 01.00 itu, awan memang tampak pekat. Kemerahan laksana senja. Seperti memantulkan lampu-lampu Nur-Sultan di bawahnya. Dalam kebekuan, satu dua WNI berjalan kaki pulang dengan jaket tebal dan sepatu bot tinggi. Siap kembali mengais rezeki di tahun anyar. Di tempat yang jauh dari tanah air mereka yang hangat. (*/c9/ayi)


BACA JUGA

Jumat, 10 April 2020 13:33

PSBB Jakarta Berlaku, Ojek Dilarang Angkut Orang

JAKARTA- Pemprov DKI Jakarta akhirnya menerbitkan peraturan gubernur (pergub) tentang…

Jumat, 10 April 2020 13:21
ASN Kena Covid-19 Akibat Mudik Bisa Dipecat

Pemerintah Buka Peluang Larang Mudik Nasional

JAKARTA – Larangan Mudik bagi aparatur pemerintah mulai berlaku Kamis…

Jumat, 10 April 2020 11:19

Bagaimana Jika Wabah Korona "Menyerang" di Tengah Wilayah Konflik Bersenjata?

Pandemi Covid-19 sampai di negara-negara konflik. Keterbatasan infrastruktur dan finansial…

Jumat, 10 April 2020 00:41

Hasil Rapid Test Positif, Pasien Ini Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

TENGGARONG – Warga Kukar dua hari lalu sempat dihebohkan mengenai…

Jumat, 10 April 2020 00:16

PDP Covid-19 di Samarinda Bertambah 6 Orang dari Klaster Gowa

SAMARINDA - Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona covid-19 di…

Kamis, 09 April 2020 13:50
Beragam Cara Umat Beragama Menghadapi Pandemi Corona (2)- sub

Tanpa Ziarah ke Makam, Umat Konghucu Tetap Berdoa untuk Leluhur

Setiap April di Indonesia, warga keturunan Tionghoa melaksanakan Qingming atau…

Kamis, 09 April 2020 13:35

NGERI..!! AS Dekati Prediksi 2 Ribu Tewas Per Hari karena Covid-19

WASHINGTON DC – Selasa (7/4) menjadi hari yang kelam bagi…

Kamis, 09 April 2020 13:30

1.568 Siswa Kaltim Lolos SNMPTN 2020

JAKARTA-Hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2020 akhirnya…

Kamis, 09 April 2020 13:30

Anies Minta Warga Jakarta Patuh

JAKARTA– Peringatan terakhir dilontarkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kemarin.…

Kamis, 09 April 2020 13:29

PSBB Dimulai, Pemerintah Beri Bantuan Pangan

JAKARTA– Pemerintah tengah menyiapkan mekanisme bantuan pangan untuk masyarakat DKI…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers