MANAGED BY:
SELASA
25 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Jumat, 27 Desember 2019 11:17
Tiga Kasus Korupsi Jalan Ditempat, Ini Kata Kajari Sendawar

PROKAL.CO, Penanganan tiga kasus korupsi jadi sorotan seiring bubarnya TP4D. Kejari Sendawar pun membantah anggapan bahwa proses ketiga kasus itu jalan di tempat.

SENDAWAR–Pembubaran Tim Pengawalan Pengamanan dan Pembangunan Daerah (TP4D) menuai pertanyaan publik. Terutama mengenai penyelesaian tiga kasus korupsi di Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu) yang tak kunjung tuntas.

Komitmen Kejaksaan Negeri (Kejari) Sendawar untuk menuntaskan kasus miliaran rupiah itu, tampaknya hanya sebatas statement. TP4D dibubarkan, lantas bagaimana komitmen Kejari Kubar menuntaskan tiga kasus tersebut.

Menanggapi hal itu, Kepala Kejari Sendawar Wahyu Triantono mengatakan, meski TP4D dibubarkan terus berupaya menuntaskan perkara hingga meja hijau. “Intinya kami (kejaksaan, Red) ingin membuktikan untuk tidak main-main dalam penanganan kasus ini,” ucap Wahyu saat konferensi pers, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, perlahan berupaya Korps Adhyaksa akan kembali unjuk gigi. Mengenai pernyataan pihaknya cenderung tertutup terhadap proses penanganan perkara, dia tidak menampik. Hal itu sengaja dilakukan demi kelancaran proses hukum. Peningkatan tindak lanjut kasus untuk mencari bukti dan menentukan tersangka.

Apabila ada alat bukti cukup dan mengarah kepada seseorang, dan terbukti ada kerugian negara, kejaksaan akan tetapkan tersangkanya. “Jadi bukan terkesan jalan di tempat, tapi lebih teliti,” ujarnya.

Adapun kasus raksasa yang terus dikejar publik perkembangannya ialah, pembangunan Kristen Center bersumber dana dari APBD Murni Pemkab Kubar pada 2012 senilai Rp 50,7 miliar. Sedangkan sumber dana pembangunan jalan di Jempang berasaI dari dana alokasi khusus (DAK) 2017 sebesar Rp 25 miliar.

Selanjutnya, kasus korupsi pengelolaan dana hibah KPU Kabupaten Mahakam Ulu, tahun anggaran 2015 senilai Rp 30,7 miliar. “Tiga kasus tersebut masih terus berjalan hingga sekarang. "Kami masih koordinasi dengan beberapa ahli konstruksi dan akademisi dalam menghitung kerugian negara dengan BPK, serta BPKP. Jika alat bukti sudah ditemukan, baru penetapan tersangka," pungkasnya. (rud/kri/k8)


BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 11:38

Jual Sarang Burung Curian ke Teman Korban, Ya Ketahuan Lah...

TENGGARONG - Bukannya meraup untung dari hasil pencurian sarang burung…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:37

Menurut Pengamat, Bupati Edi Punya Hak Penuh Menentukan Cabup Disisa Jabatan

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah sudah menentukan dua figur…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:33

WAHAI PEMUDA..!! Ayok Daftar Jadi Prajurit TNI

TANA PASER - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat ( TNI…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:31

Sudah 436 ABK Tiongkok Tiba di Pelabuhan Pondong, KKP Pastikan Semuanya Bebas Corona

TANA PASER - Vitalnya penyebaran virus corona yang berasa dari…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:06

Kapal Terbalik Dihantam Ombak, Sohang Hilang

Seorang warga Kelurahan Muara Kembang bernama Sohang, dilaporkan tenggelam di…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Sabu Dikemas Bersama Ikan Asin

TENGGARONG–Sepandai-pandainya tupai melompat akan jatuh juga. Pepatah tersebut tepat disematkan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Kerajinan Tumpar Makin Berkembang

Dekranasda Kubar mendorong para perajin untuk meningkatkan kualitas produk dengan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:01

Akhir Bulan, DPA Harus Sudah Terkirim

SANGATTA - Batas waktu penyerahan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) pada…

Jumat, 31 Januari 2020 14:00

RS SOHC Sangatta Bantah Adanya Pasien Corona

SANGATTA - Rumah Sakit Medika Sangatta atau lebih dikenal SOHC…

Kamis, 30 Januari 2020 15:05

PDAM Danum Taka Jadi Perumda, Tarif Rumah Ibadah Dapat Subsidi Silang

PENAJAM - Transformasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Danum Taka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers