MANAGED BY:
JUMAT
21 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 25 Desember 2019 12:16
Waspada..!! Hujan Lebat Hingga 29 Desember, Ini Provinsi yang Harus Waspada...
Banjir di Bontang beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, JAKARTA– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa selama seminggu kedepan akan terjadi hujan lebat di beberapa wilayah Indonesia. Hal ini menimbulkan kewaspadaan sebab masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) masih berlangsung.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono R Prabowo menyatakan hasil analisis kondisi atmosfer terpantau beberapa indikasi munculnya potensi hujan lebat di wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan. Hal itu ditunjukkan dari meningkatnya aliran massa udara menuju wilayah Indonesia akibat aktifnya monsoon Asia. ”Hal itu menyebabkan potensi peningkatan massa udara basah, terjadinya area pertemuan udara, dan terjadinya perlambatan kecepatan angin di sebagian wilayah Indonesia,” ucapnya (24/12).

Sementara itu, suhu permukaan laut di wilayah perairan Indonesia cenderung menghangat yang menambah suplai uap air cukup tinggi untuk mendukung pembentukan awan hujan. Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprakirakan dalam sepekan ke depan curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Periodenya pun dibagi menjadi dua. Hingga hari ini, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kalimantan Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Papua berisiko hujan lebat. Sementara itu besok hingga 29 Desember, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur masih akan mengalami hujan lebat.

”Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin,” ungkapnya.

Melihat hal tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut kembali mengingatkan para nakhoda kapal khususnya yang menjadi armada angkutan Nataru untuk meningkatkan antisipasi kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem selama pelayarannya. Direktur Kesatuan dan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ahmad menyatakan siklon Tropis phanfone 994 hPa di Samudra Pasifik timur Filipina. ”Kondisi gelombang tinggi ada di beberapa titik dan harus menjadi perhatian nakhoda dan Syahbandar,” ucap Ahmad.

Selain itu, telah diinstruksikan kepada seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Perhubungan Laut di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan keselamatan pelayaran. ”Bila kondisi cuaca membahayakan keselamatan, maka pemberian Surat Persetujuan Berlayar (SPB) agar ditunda hingga kondisi cuaca di wilayah yang akan dilayari benar-benar aman,” ujar Ahmad.

Saat dalam pelayaran, nakhoda juga harus melaporkan kondisi cuaca minimal enam jam sekali dan melaporkan kepada Stasiun Radio Pantai (SROP) terdekat dan dicatatkan dalam log book. ”Bila kapal mendadak  menghadapi cuaca buruk, maka nakhoda segera melayari kapalnya ke tempat yang lebih aman dengan ketentuan kapal dalam kondisi siap digerakan,” katanya.

Sementara Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Argo Yuwono menjelaskan, pengamanan untuk Nataru terus dilakukan. ”Kalau prediksi Polri yang paling dikhawatirkan itu soal bencana. Ini kan musim hujan,” ujarnya.

Melalui operasi lilin semua kerawanan itu telah terpetakan dan telah memiliki berbagai persiapan. Dia mengatakan, Polri akan siap dengan berbagaiu kemungkinan yang terjadi. ”TNI dan Polri dibantu masyarakat tentunya,” ujarnya.

Sementara Kabagops Korlantas Polri Kombespol Benyamin menjelaskan bahwa dari pengalaman arus mudik Natal 2019 ini diketahui bahwa truk atau kendaraan besar sangat berpengaruh pada lancarnya laju kendaraan. ”Kemacetan pada arus puncak Natal pada 21 Desember itu diduga dikarenakan adanya truk yang memaksa masuk,” paparnya.

Truk yang masuk itu merupakan truk impor ekspor. Dia mengatakan, seharusnya hanya truk yang bermuatan sembako yang boleh masuk. Namun, karena truk impor ekspor ini memaksa masuk, maka terjadi kemacetan. ”Kedepan kuncinya petugas antar sektoral harus sama dalam melarang truk. Hanya truk sembako saja yang boleh, selain itu harus tegas dilarang,” paparnya.

Hal lain yang patut menjadi perhatian saat Nataru adalah kepadatan di tol. Kemacetan tol Jakarta-Cikampek belum juga mereda hingga H-1 Natal. Puluhan ribu kendaraan masih berbondong-bondong meninggalkan Ibu Kota melalui jalur tersebut. Hingga kemarin, kepadataam masih disebabkan hal yang sama. Yakni, pertemuan antara jalan Tol Japek Elevated dan Jalan Tol Japek di Km 48 yang kemudian diperparah dengan antrian rest area di Km 50.

Belum ada upaya khusus untuk mengantisipasi kondisi tersebut. PT Jasa Marga dengan diskresi Kepolisian masih menggunakan contraflow guna mengurai kepadatan yang terjadi. Pemberlakuan jalur satu arah ini dilakukan mulai pukul 08.30 WIB di Km 47 s.d Km 61 Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek. Kepadatan lalu lintas terpantau cukup lama. Rekayasa lalu lintas baru ditutup sekitar pukul pukul 13.45 WIB.

”Pemberlakuan contraflow merupakan diskresi Kepolisian. Untuk mendukung kelancaran contraflow, Jasa Marga menyiagakan petugas dan penyiapan rambu-rambu,” ujar Dwimawan Heru, Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Heru mengatakan, kepadatan ini sudah diprediksi oleh pihaknya. Pada H-1 Natal, masih terdapat 19 ribu kendaraan yang akan melintasi GT Cikampek Utama. Jumlah ini melengkapi catatan sebelumnya dalam periode mudik Natal 2019 selama empat hari, 20 - 23 Desember 2019. Yaitu, sudah 92 persen kendaraan yang telah melintasi GT Cikampek Utama dari total volume lalu lintas yang diprediksi. Jasa Marga sendiri memperkirakan bakal ada 911.000 kendaraan yang meninggalkan Jakarta pada periode natal.

Kemacetan di tol Jakarta-Cikampek ini turut dirasakan M. Akbar kemarin. Menurutnya, titik temu antara tol elevated dan jalur bawah tol Jakarta Cikampek jadi simpul kemacetan baru. Belum lagi antrian di rest area Km 50 yang makin membuat kemacetan mengular. ”Antrian turun dari tol elevated sampai 3 Km.” keluhnya. (mia/idr/lyn)


BACA JUGA

Kamis, 20 Februari 2020 16:55

Orangtua Yusuf Minta Keadilan ke Presiden

KASUS Yusuf Ahmad Gazali, balita yang ditemukan tewas tanpa kepala…

Kamis, 20 Februari 2020 14:56

Terancam Longsor, Warga Desa Mulawarman Mengungsi

Adanya pergerakan tanah di Desa Mulawarman membuat warga setempat mengungsi.…

Kamis, 20 Februari 2020 11:47

Pemerintah Serahkan RUU IKN ke DPR Pekan Depan

JAKARTA– Persiapan pembangunan dan pengelolaan ibu kota negara (IKN) yang…

Kamis, 20 Februari 2020 10:43

Kedatangan Harun Baru Tercatat 19 Januari, Imigrasi Berdalih Server Tidak Sinkron

JAKARTA -- Tim gabungan independen beberapa kementerian dan lembaga mengumumkan…

Rabu, 19 Februari 2020 12:08

Lokasi Ibu Kota Negara Tak Terdampak Banjir di Penajam

Gara-gara foto dan narasi tak terkonfirmasi di media daring, banyak…

Rabu, 19 Februari 2020 12:05

Makmur Diklaim Usung Isran, Musda Golkar Kaltim, Calon Tunggal Menguat

SAMARINDA–Hiruk-pikuk mencari pengganti Rita Widyasari memimpin Golkar Kaltim lima tahun…

Rabu, 19 Februari 2020 12:04

Makam Dibongkar, Bawa Tulang ke Jakarta

Jasad Yusuf Ahmad Gazali digali dari kuburnya kemarin (18/2). Untuk…

Rabu, 19 Februari 2020 12:02

Keluarga Berharap Ada Titik Terang

TATAPAN Bambang Sulistyo beberapa kali melihat ke arah makam anaknya,…

Rabu, 19 Februari 2020 11:29

Pengusaha Malaysia Mulai Petakan Peluang

Hadirnya ibu kota negara (IKN) di Kaltim membuat mata investor…

Rabu, 19 Februari 2020 11:24

Coastal Road Tunggu Izin Reklamasi

BALIKPAPAN – Meski awalnya target pembangunan fisik berjalan Februari, proyek…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers