MANAGED BY:
JUMAT
14 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 18 Desember 2019 11:04
Pemerintah Upayakan Bebaskan Tiga Sandera Abu Sayyaf

Kerja Sama dengan Filipina dan Malaysia, Pemerintah Tidak Ingin Ada Korban Jiwa

Mahfud MD

PROKAL.CO,

JAKARTA– Pemerintah masih berusaha membebaskan tiga orang WNI yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf sejak akhir September. Selasa (17/12), Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mohammad Mahfud MD mengumpulkan pejabat terkait guna membahas strategi yang akan dilakukan. Mereka memastikan bakal melakukan berbagai cara untuk menyelamatkan tiga WNI tersebut. 

Menurut Mahfud, Indonesia tidak bekerja sendiri. Filipina dan Malaysia ikut ambil bagian. ”Penyanderaan tiga WNI oleh Abu Sayyaf bersentuhan dengan tiga negara yang berdaulat,” imbuhnya. Tiga WNI yang disandera merupakan pekerja di perusahaan berbendera Malaysia. Sedangkan Abu Sayyaf berbasis di Filipina. Sehingga kedua negara itu juga punya tanggung jawab membantu ikhtiar yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia. 

Sejak kali pertama mendapat kabar tiga orang WNI bernama Samiun Maneu, Maharuydin Lunani, dan Muhammad Farhan diculik kemudian disandera oleh kelompok Abu Sayyaf, pemerintah langsung mengambil langkah. Pasca rapat kemarin, Mahfud menyebutkan, langkah-langkah lanjutan akan diambil guna menyelematkan mereka. ”Melanjutkan langkah-langkah yang sudah diambil selama ini untuk tetap berusaha membebaskan tersandera,” ujarnya. 

Mahfud memastikan, pemerintah akan sangat hati-hati. Sebab, tidak ingin ada satu pun korban dalam upaya menyelamatkan para sandera. ”Tanpa korban jiwa dan tanpa menodai kedaulatan negara kita maupun kedaulatan negara-negara yang bersangkutan,” bebernya. Secara spesifik, Mahfud menolak menyampaikan langkah-langkah lanjutan yang akan diambil. Menurutnya, strategi yang disusun bersifat rahasia. 

Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menyebut, pemerintah bersama TNI, Polri, BIN, dan instansi-instansi lainnya sudah sepakat dengan rencana yang disusun kemarin. Langkah tersebut, lanjut Mahfud, dilakukan secara bertahap. ”Tentu ini rahasia. Karena kalu dibuka, namanya itu bukan sebuah tindakan untuk pembebasan,” ujar dia. ”Pokoknya kami akan menyelamatkan (sandera) karena negara harus bertanggung jawab,” tambahnya. 

Belum diketahui pasti bagaimana kondisi tiga sandera asal Indonesia itu. Mahfud hanya menyampaikan bahwa mereka juga terus dipantau oleh tim intelijen. Apakah pemerintah memberi batasan waktu menginat kelompok Abu Sayyaf juga sudah meminta tebusan? Mahfud enggan bicara banyak terkait hal itu. ”Nanti lah, target itu kan sudah bagian dari rahasia,” jawab pria yang juga pernah bertugas sebagai menteri pertahanan itu. 

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 14 Agustus 2020 11:53

Tiongkok Terancam Krisis Pangan, Presiden Xi Jinping Larang Sisakan Makanan di Piring

Ancaman krisis pangan akibat pandemi Covid-19 dan bencana banjir tampaknya…

Kamis, 13 Agustus 2020 13:09

Serapan Anggaran APBD Seret, Hanya Lima Provinsi yang diatas Rata-rata Nasional

JAKARTA- Realisasi serapan belanja daerah kembali mendapat sorotan. Betapa tidak,…

Kamis, 13 Agustus 2020 12:59

Bahaya Klaster Baru di Sekolah, Pemerintah Diminta Tegas

JAKARTA– Baru beberapa hari sekolah dibuka, muncul klaster baru. Ketegasan…

Kamis, 13 Agustus 2020 12:42

Lebih Separuh Bayi di Indonesia Tidak Terima ASI Eksklusif

JAKARTA– Lebih dari separuh bayi di Indonesia tidak menerima air…

Kamis, 13 Agustus 2020 12:18

IKN Mulai,Tahun 2025 Tersedia Dua Juta Lapangan Kerja di Kaltim

Pemerintah terus mematangkan persiapan rencana pemindahan pusat pemerintahan ke Kaltim.…

Kamis, 13 Agustus 2020 12:16

Balikpapan yang Kembali Menerapkan Pembatasan Sosial di Area Publik

Masifnya persebaran kasus Covid-19, memaksa Pemkot Balikpapan kembali menerapkan pembatasan…

Kamis, 13 Agustus 2020 12:16

Proyeksi APBD Kaltim 2021 Diperkirakan Rp 9 Triliun

SAMARINDA–Nominal Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim 2021 sepertinya…

Kamis, 13 Agustus 2020 12:15

Periksa Kejiwaan Pembunuh Ayah Kandung

SANGATTA–Motif Joni (38) menganiaya ayahnya hingga tewas dan membuat istrinya…

Kamis, 13 Agustus 2020 12:15

KPK Dalami Peran Saksi untuk Tujuh Tersangka

SAMARINDA–Perkara dugaan suap proyek infrastruktur di Pemkab Kutai Timur (Kutim)…

Kamis, 13 Agustus 2020 12:14

Sepeda Listrik Air Pertama

KALAU main sepeda di atas aspal biasa. Tapi apa pernah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers