MANAGED BY:
SELASA
04 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

MANCANEGARA

Senin, 16 Desember 2019 12:01
Perang Dagang AS-Tiongkok Mereda

AS Batalkan Bea Masuk USD 160 Miliar

Donald Trump

PROKAL.CO,

WASHINGTON– Ketegangan akibat perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok yang telah berlangsung selama 20 bulan sedikit mereda. Kedua negara akhir pekan lalu meneken kesepakatan dagang fase pertama sekaligus menunda kebijakan tarif impor tambahan hingga USD 160 miliar (Rp 2.237 triliun).

Dalam kesepakatan sembilan poin tersebut, AS masih memberlakukan bea impor 25 persen terhadap kelompok barang senilai USD 250 miliar (Rp 3.945 triliun) dari Tiongkok. Namun, AS mengurangi separo tarif bea masuk untuk kelompok barang lain yang ditaksir senilai USD 112 miliar (Rp 1.566 triliun) menjadi 7,5 persen.

Dari sisi Tiongkok, pemerintah Xi Jinping berjanji membeli produk pertanian AS senilai USD 40 miliar (Rp 559 triliun) per tahun selama dua tahun ke depan. Komitmen itu cukup besar mengingat rekor pembelian produk pertanian AS di Tiongkok hanyalah USD 26 miliar (Rp 363 triliun) per tahun.

’’Ini adalah kesepakatan yang luar biasa untuk semua pihak. Terima kasih,’’ ujar Presiden AS Donald Trump di akun Twitter-nya. ’’Ini seperti gencatan senjata yang sangat berarti. Sebab, kami (AS-Tiongkok, Red) sudah berada di ujung tebing,’’ imbuh Mary Lovely, pakar ekonomi di Peterson Institute for International Economics.

Beijing juga berjanji mengakhiri syarat transfer teknologi dalam investasi di tanah mereka. Larangan impor produk peternakan AS pun sudah dicabut. Kemarin (15/12) Tiongkok menambahkan bahwa mereka batal menerapkan tarif 5–10 persen untuk beberapa barang impor dari AS.

Perwakilan dagang AS Robert Lighthizer mengungkapkan, janji Tiongkok untuk menambah pembelian produk AS tersebut bisa meningkatkan kinerja ekspor AS hingga USD 200 miliar (Rp 2.796 triliun) selama dua tahun ke depan. Selain realisasi pembelian produk dengan nilai yang besar, AS menuntut Tiongkok memangkas subsidi untuk barang-barang yang diekspornya.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 24 Oktober 2012 08:56

Bimtek bagi Pendata NJOP

<div style="text-align: justify;"> <strong>SAMARINDA </strong>&ndash;…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers