MANAGED BY:
SENIN
27 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Minggu, 15 Desember 2019 09:44
BPK Temukan Pajak Daerah Tak Maksimal
Kepala Perwakilan BPK Kaltim Dadek Nandemar

PROKAL.CO, SAMARINDA–Di tengah kesulitan keuangan yang melanda beberapa daerah di Kaltim, rupanya masih banyak sektor potensial yang tidak tergarap maksimal untuk setoran pendapatan asli daerah (PAD). Hal itu menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Kaltim.

Kepala Perwakilan BPK Kaltim Dadek Nandemar menuturkan, kesimpulan itu diambil berdasarkan hasil pemeriksaan kinerja dengan tujuan tertentu pada semester II 2019. Hasilnya, beberapa daerah kinerjanya belum maksimal. Seperti belum bisa melaksanakan upaya digitalisasi untuk memudahkan pelayanan.

"Jadi rekomendasi saya, seperti yang disampaikan Pak Wagub (Hadi Mulyadi), yaitu digitalisasi. Perbaikan upaya pelayanan kepada masyarakat. Termasuk pasien rumah sakit,” katanya. Selama ini, terang dia, pasien ditangani secara manual. Pihaknya menilai, birokrasinya agak panjang.

 “Pasien dari daerah Mahulu kalau misal dapat rujukan, dia harus ke loket. Tiba di loket dia harus tanya lagi. Ada tidak tersedia kamar atau ada tersedia tempat tidur. Itu ada jeda waktu lagi dia nunggu. Syukur kalau ada. Makanya kalau digitalisasi dia akan tahu seperti yang Pak Wagub sampaikan. Itu di rumah saja. Dia dapat SMS atau WA. Itu keinginan kita, mendorong. Jadi, dia menghemat waktu untuk ke rumah sakit," kata Dadek.

Selain itu, dia mendapati beberapa daerah tidak maksimal menyerap pendapatan. Seperti di Samarinda. Ibu kota Kaltim ini masih punya beberapa hal yang belum ditangani dengan baik. "Seperti pajak hotel, restoran, reklame, itu kita dorong, coba nanti lebih intensif dari pemerintah kota untuk menagih," imbuhnya. Selain memantau kinerja, BPK melakukan pemeriksaan belanja. Di Kutai Kartanegara dan PPU, ditemukan belanja kurang volume. "Namun, bisa diselesaikan dalam 60 hari," sambungnya.

Selain itu, BPK merekomendasikan agar kepala daerah menginstruksikan pejabat terkait mendorong para penyedia jasa menyetorkan kelebihan pembayaran ke kas daerah. Juga, melakukan pemeriksaan terhadap laporan penjualan berdasarkan sistem pembukuan wajib pajak, dan sanksi administratif atas kekurangan pajak. Juga, kepala daerah memerintahkan pengguna barang untuk menginventarisasi.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi menanggapi, lembaga maupun pemerintah daerah mesti berbenah. Seperti melakukan inovasi sesuai tuntutan zaman kiwari. "Kami memperbaiki catatan itu. Apa tindak lanjut yang perlu, akan dilakukan," ujarnya. (nyc/riz/k8)

 

 

loading...

BACA JUGA

Minggu, 26 Januari 2020 11:46

Dokter yang Menangani Pasien 2019-nCov Meninggal

HONGKONG – Usaha untuk membatasi persebaran 2019-novel Coronavirus (2019-nCov) gagal.…

Minggu, 26 Januari 2020 11:39
Berkas Perkara Dua Penyiram Novel Dikirim ke Jaksa

Kasus Novel, Aktor Intelektual Belum Juga Terungkap

JAKARTA—Kendati aktor intelektual penyiram Novel Baswedan belum terungkap. Polri telah…

Minggu, 26 Januari 2020 11:38

Seluruh Pasien Negatif 2019-nCoV, tapi Belum Mau Keluar Rumah Sakit

JAKARTA– Pemeriksaan pasien diduga mengidap 2019 novel conoravirus (2019-nCoV) sudah…

Minggu, 26 Januari 2020 11:34

Indonesia Minta Malaysia Perketat Pengamanan Perairan

JAKARTA– Penculikan warga negara Indonesia (WNI) saat melintasi perairan di…

Minggu, 26 Januari 2020 11:27

Tes CPNS Mulai Besok, BKN Siapkan 425 Lokasi Ujian

JAKARTA – Ujian atau tes kompetensi dasar (TKD) seleksi CPNS…

Minggu, 26 Januari 2020 11:26

Waspadalah Bencana, Hujan Lebat Sampai Akhir Bulan

JAKARTA– Hujan lebat diprediksi terjadi hingga akhir bulan di sejumlah…

Minggu, 26 Januari 2020 10:56

Maskapai Indonesia Dilarang Terbang ke Wuhan

JAKARTA - International Notam Office Beijing telah menerbitkan NOTAM G0108/20.…

Minggu, 26 Januari 2020 00:12

Kerja Keras di Tahun Tikus Logam

PERJODOHAN enteng. Kerja lebih keras lagi. Juga, tak gegabah dalam…

Minggu, 26 Januari 2020 00:06

Mantau dan Bakpao yang Turun-temurun

MANTAU dan bakpao. Mirip tapi beda. Roti kukus khas Tiongkok…

Minggu, 26 Januari 2020 00:05

Mi Sebagai Lambang Panjang Usia

SEMANGKUK besar mi sudah terhidang. Aneka makanan pendamping juga sudah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers