MANAGED BY:
SENIN
27 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Jumat, 13 Desember 2019 13:10
Plt dan Plh Direksi Garuda Benahi Internal Jelang RUPSLB
ilustrasi

PROKAL.CO, JAKARTA– Buntut kasus penyelundupan 15 boks onderdil Harley Davidson edisi terbatas tipe Shovelhead 1970 dan tiga boks sepeda Brompton di pesawat Airbus A330-900 milik PT Garuda Indonesia (Persero), Menteri BUMN Erick Thohir akhirnya memecat Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia (Persero) Ari Askhara beserta lima direktur di bawahnya. Posisi lowong Dirut dan jajaran direksi maskapai milik negara itu untuk sementara diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Dirut Fuad Rizal dan lima orang Pelaksana Harian (Plh) direktur.

Kemarin (12/12), Plt Dirut dan Plh direksi Garuda Indonesia menghadap Erick di kantor Kementerian BUMN. Dalam kesempatan tersebut, ,mereka diberikan sejumlah arahan oleh pendiri Mahaka Group tersebut. Menurut Fuad, Erick menekankan pada jajaran direksi Garuda untuk menjaga operasional perusahaan agar tetap berjalan baik, sampai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 22 Januari tahun depan. Seperti diketahui, berdasarkan hasil RUPLSB tersebut, akan ditentukan jajaran direksi Garuda definitive.

“Pak Erick mengingatkan kita untuk selalu menjaga akhlak. Sementara untuk operasional kita sudah lakukan koordinasi dengan Kemenhub dan pihak terkait, dengan dukungan dari karyawan dan rekan di Garuda, insya Allah untuk peak season di natal dan tahun baru, kita bisa lewati,”jelas Fuad di Kementerian BUMN, kemarin.

Fuad melanjutkan, orang nomor satu di Kementerian BUMN tersebut juga berpesan pada jajaran direksi sementara untuk tetap menjaga tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). “Ke depannya GCG ini kita pegang terus dan jaga sebaik-baiknya karena kita dapat amanah dari neagra dan rakyat,”lanjutnya.

Selain itu, jajaran direksi pun berjanji akan mengkaji ulang beberapa kebijakan-kebijakan perusahaan yang dinilai merugikan karyawan Garuda. Salah satunya terkait mutasi dan rotasi karyawan Garuda. Sebagai informasi, di bawah kepemimpinan Ari Askhara, beberapa karyawan termasuk pramugasi Garuda kerap dimutasi dan dirotasi tanpa alasan yang jelas.

“Ke depan pemulihan ketentuan yang selama ini berpotensi melanggar aturan dari Undang-Undang dan peraturan kerja bersama di Garuda. Untuk rotasi karyawan kami akan tinjau ulang, dan kami kembalikan sesuai kebutuhan operasional,”ujar Plh Direktur Human Capital Garuda Aryaperwira Adileksana. 

Selain persoalan rotasi dan mutasi, Plh Direktur Operasi Garuda Tumpal Manumpak Hutapea juga menuturkan bahwa kebijakan yang mengharuskan awak kabin terbang PP untuk rute luar negeri, akan bertahap dihapuskan. Sehingga, seperti kebijakan sebelumnya, mereka akan kembali mendapat fasilitas penginapan. “Jadi kami kembalikan lagi mereka (awak kabin) untuk menginap di stasiun di luar negeri. Saya akan tetap menjaga safety di penerbangan dan kualitas penerbangan,” tuturnya. 

Plh Direktur Niaga Garuda Pikri Ilham Kurniansyah menambahkan, pihaknya juga akan menutup rute-rute penerbangan yang dinilai tidak menguntungkan, seperti rute penerbangan ke Eropa. Salah satu rute penerbangan yang sudah pasti distop adalah Jakarta-London, sementara Jakarta-Amsterdam masih beroperasi. “Business model  kita memang akan evaluasi, kita hanya akan terbang sesuai kompetensi kita , yang terkuat dimana. Kita tinjau Eropa karena long haul itu banyak playernya, jadi kita evaluasi bersama,” tambahnya. 

Untuk itu, lanjut Pikri, pihaknya akan melakukan restrukturisasi, dimana fokus bisnis Garuda akan diperkuat di rute domestic. Baru berikutnya menyasar rute-rute ke Timur Tengah, Asia, dan Asia Tenggara. "Domestik itu backbone kita. Jadi itu akan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Indonesia dengan pesawat-pesawat terbaru kita juga. Juga bagaimana membuat perusahaan ini lebih sehat," imbuhnya. 

Sementara itu, Gabungan Karyawan Garuda Indonesia dari berbagai divisi yang tergabung dalam Sekretariat Bersama (Sekber) Serikat Karyawan PTGaruda Indonesia (Sekarga) merilis pernyataan bernada ajakan untuk sama-sama menyelamatkan Garuda Indonesia sebagai maskapai paling penting di Indonesia. 

“Garuda Indonesia adalah flag carrier nya Indonesia. Jadi tugas menyelamatkan Garuda Indonesia bukan cuma tanggung jawab karyawan. Namun juga tanggung jawab kita semua. karena Garuda adalah milik kita semua,” kata Ketua Sekarga Tommy Tampatty kemarin (12/12). 

Tommy mengajak semua pihak untuk tidak berspekulasi dan menyerahkan semuanya pada pihak-pihak yang berkompeten untuk menilai keadaan. 

Terkait dengan cuitan twitter oleh akun yang menamakan dirinya @digeeembok, Tommy mengomentari bahwa di Indonesia hal semacam ini adalah kelaziman. “Banyak akun-aku serupa yang bekerja untuk mematikan karakter seseorang, kami di internal tetap solid,” jelasnya. 

Saat ini, kata Tommy, serikat pekerja yang terjadi dari Asosiasi Pilot Garuda (APG) Serikat Pekerja Garuda Indonesia (Sekarga) dan Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) tengah meningkatkan kerjasama untuk memastikan operasional dan pelayanan penerbangan tetap berjalan dengan baik di tengah terpaan isu miring terhadap Garuda. Tommy juga menyebut bahwa sekber mengadakan rapat untuk memastikan angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) tetap berjalan optimal. 

Sementara itu, menjawab tudingan kedekatan dengan menejemen, Tommy mengatakan hal tersebut adalah murni semata-mata untuk menjaga kelangsungan Garuda. Bukan dalam artian negatif. 

Tommy menyebut unsur serikat selalu dilibatkan oleh menejemen dalam pengambilan keputusan apapun. Hal ini juga tergambar dari ajakan manajemen untuk turut menjemput pesawat terbaru A330 dari pabrik Airbus di Tolouse, Perancis. 

“Ada perwakilan kami diajak dalam penjemputan itu. Karena soliditas. Kami ditunjukkan pabriknya Aribus itu seperti apa,” katanya. Tommy juga menjamin dirinya tidak membawa barang aneh-aneh dalam perjalanan pulang. “Kami berani men-declare semua (bawaan,Red) kalau ditanya bawa apa? Saya bawa coklat. Ya nggak diperiksa oleh bea cukai,” jelas Tommy.

 Tentang tuduhan tuduhan lain yang tengah marak beredar di Media Sosial, Tommy meminta untuk menyerahkan pada proses hukum untuk membuktikannya.”Kalau memang ada bukti, silahkan ditangkap (diproses hukum,Red)” katanya.(ken/tau)    

loading...

BACA JUGA

Minggu, 26 Januari 2020 11:41

Draft Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja Masih Bermasalah

JAKARTA– Selama ini, dalam survei Ease Doing Business (EODB) Indonesia,…

Minggu, 26 Januari 2020 11:29

Mahakarya WS. Rendra setelah 34 Tahun

JAKARTA – Karya monumental itu hidup kembali Sabtu malam (25/1).…

Sabtu, 25 Januari 2020 13:08

Di Hajatan Partai, Jokowi Pamerkan Konsep Ibu Kota Baru

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menayangkan sebuah video ibu kota baru…

Jumat, 24 Januari 2020 23:08

MUI Bantah Haramkan Netflix

JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) membantah mengeluarkan fatwa haram…

Jumat, 24 Januari 2020 23:02

Indeks Persepsi Korupsi Naik, Dewas: KPK Tetap Harus ’’Digonggongi’’

JAKARTA– Transparency International Indonesia (TII) merilis hasil penilaian indeks persepsi…

Jumat, 24 Januari 2020 22:59

Dianggap Halangi Penyidikan, Yasonna Dilaporkan ke KPK

JAKARTA - Blunder Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum…

Jumat, 24 Januari 2020 22:56

Kasus Asabri, Polri Tunggu Audit BPK

JAKARTA— Kasus dugaan korupsi PT Asabri masih jalan di tempat.…

Jumat, 24 Januari 2020 22:55

Potensi Pemilih Pilkada Capai 105 Juta Jiwa

JAKARTA– Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyerahkan data penduduk potensial pemilih…

Jumat, 24 Januari 2020 09:45
Rumah Budaya Indonesia dan Upaya Pengenalan Indonesia di Kazakhstan

Karena Menari Juga seperti Berdiplomasi

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Kazakhstan dan Tajikistan tak…

Jumat, 24 Januari 2020 09:35

Industri Pertahanan Gandeng Perancis

JAKARTA- Pengembangan industri pertahanan tengah digenjot pemerintah Indonesia. Guna mempercepat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers